Allah Maha Kasih, Bukan Maha Kejam

1. Konsep yang salah yang menimpa banyak orang ialah seolah manusia ada di posisi netral, dan kemudian kalau tidak percaya pada Allah maka akan dihukum. Seolah Allah itu lebih kejam dari diktator manapun.

2. Padahal sesungguhnya, sejak manusia jatuh ke dalam dosa, maka manusia bukan di posisi netral atau dalam keadaan selamat. Karena kejatuhan maka tubuh manusia akan rusak oleh berbagai sebab, bahkan tanpa penyakit pun akan habis energinya. Ketika tubuh mati, maka jiwa dan roh manusia tidak bisa ke Sorga karena dosa, juga tidak bisa gentayangan di dunia karena bumi ini juga akan lenyap.

3. Karena dosa yang bertentangan dengan sifat kekudusan Allah, menyebabkan manusia tidak mungkin masuk Sorga yang maha Kudus untuk menghampiri Allah yang maha Kudus. Tinggal satu tempat yang bisa jadi tujuan roh dan jiwa manusia yang tubuhnya mati yaitu tempat yang yang diciptakan untuk iblis, yang disebut neraka (Mat. 25:41). Neraka dibuat bukan untuk manusia, melainkan untuk malaikat yang memerangi Allah.

4. Sama sekali bukan kehendak Allah untuk menghukum manusia ke tempat yang disediakan bagi iblis. Kehendak Allah ialah semua manusia selamat. “Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, 4  yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” (1Tim.2:3-4). Allah MENGHENDAKI tidak ada yang binasa. “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” (2Ptr 3:9:)

5. Hanya satu cara dosa diselesaikan agar manusia bisa diselamatkan, yaitu dosa harus dihukumkan, maka Allah YANG MAHA KASIH mengenakan tubuh manusia melalui kelahiran sebagai manusia untuk menerima penghukuman dosa.

6. Semua bayi dan yang belum memiliki kemampuan bertanggung jawab atas perbuatannya, dan yang belum bisa mengerti kebenaran, seperti yang lahir idiot, downsydrom, secara otomatis menerima khasiat penghukuman Yesus Kristus. Sedangkan yang sudah berbuat dosa atas kesadaran dirinya, harus mengaku salah (bertobat) dan percaya (beriman) bahwa penghukuman Yesus Kristus itu menggantikannya.

7. Inilah Injil, yaitu kabar baik. Kabar bahwa semua bayi, sekalipun bayi Penghujat Allah, kalau mati saat bayi maka pasti masuk Sorga. Sedangkan yang sudah dewasa, harus bertobat dan percaya. Tersedia anugerah keselamatan bagi semua manusia, Yesus Kristus arahan Juruselamat SEMUA Manusia. “Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, JURUSELAMAT SEMUA MANUSIA, terutama mereka yang percaya.” (1Tim 4:10). Tetapi orang dewasa yang mau menerima anugerah itu harus bertobat, artinya berubah sikap dari negatif menjadi positif terhadap Allah dan mengaminkan bahwa penghukuman Yesus itu adalah penghukuman untuk dosanya.

8. Tidak ada orang yang dipilih untuk masuk Sorga, orang yang dipilih jadi Rasul, dipilih untuk jadi jalur Mesias seperti Yakub bukan Esau, tetapi tidak ada orang yang dipilih masuk Sorga. Jika Anda mau mendapatkan kepastian masuk Sorga, maka bertobatlah dan mengaminkan Yesus sudah menggantikan Anda menerima penghukuman.

Demikianlah berita dari Allah yang maha kasih, yang membenci dosa dan mustshil menetapkan dosa. Dia justru ingin menyelamatkan manusia dari akibat dosa.

Jakarta, 15 November 2021
DR. SUHENTO LIAUW, DRE., TH.D.
<www.graphe-ministry.org>
<drsuhentoliauwblog.graphe-ministry.org>
YouTube: GBIA GRAPHE dan GBIA INDONESIA.

Maranatha.

Leave a Reply

Your email address will not be published.