MEMASUKKAN RAGI KE DALAM KEKRISTENAN

Tuhan sudah memberitahukan tipu muslihat iblis terhadap jemaat Tuhan dalam perumpamaan yang disampaikanNya tentang ragi dan tepung tiga sukat. Tidak banyak theolog sanggup melihat bahwa tepung tiga sukat itu tepung murni yang dipakai untuk mengumpamakan Motivasi, Moral, dan Pengajaran (doktrin). Tiga harta karun kekristenan ini bagaikan tiga sukat tepung murni, dan iblis berusaha keras memasukkan ragi untuk merusak kemurnian nya.

Mat.13:33  Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”

Bahaya yang dihadapi Kekristen bukan penganiayaan, melainkan usaha iblis merusak kekristenan dari dalam dengan memasukkan raginya. Penganiayaan sesungguhnya menjadi alat penampi untuk memurnikan motivasi. Semua Rasul kecuali Yohanes mati sahid, dan yang non-rasul seperti Stephanus juga banyak yang lain membuktikan kemurnian iman mereka dengan mati sahid. Jika menjadi Kristen sama dengan mempertaruhkan kepala, siapa yang mau jadi Kristen dengan motivasi tak murni? Dengan motivasi yang termurni yang siap pikul salib dan kehidupan yang menyangkal diri, maka pasti akan diikuti moral yang paling tinggi. Sedangkan pengajaran (doktrin) pada zaman Rasul memang sedang diwahyukan dan diinspirasikan untuk menjadi sebuah kanon tertutup.

Tiga peti harta karun atau tiga sukat tepung murni, yaitu motivasi termurni, moral yang tertinggi dan doktrin yang alkitabiah, adalah semacam tripod, atau tungku kaki tiga, yang tidak boleh gagal atau rusak salah satunya. Ketika salah satunya terganggu, maka dua yang lain pasti ikut terpengaruh. Dan iblis sangat tahu dan ia juga sangat licik sehingga dia berusaha merusak dari bagian yang paling gampang baginya.

Tuhan pernah mengingatkan murid-muridNya agar mereka waspada terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.

Mat 16:6 Yesus berkata kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.”

Pernyataan Tuhan ini sempat disalahtafsirkan oleh para murid sama seperti banyak theolog yang juga salah menafsirkan Matius 13:33. Ada denominasi yang menafsirkan ragi sebagai faktor positif hingga menamai buletinnya sebagai RAGI. Karena pengajaran denominasi itu sangat sesat, maka benarlah bahwa buletinnya adalah ragi yang di tangan perempuan itu.

Membaptis Bayi

Pembaptisan bayi adalah produk iblis untuk merusak motivasi seseorang menjadi Kristen. Orang tua yang menggendong bayi mereka untuk dibaptis telah digerakkan oleh motivasi yang salah. Alasan mereka membaptis bayi antara lain agar jika bayinya mati akan masuk Sorga, atau agar bayi tidak diganggu roh jahat atau agar bayi tidak sakit-sakitan. Semua alasan tersebut adalah salah total, maka dapat disimpulkan bahwa pembaptisan bayi adalah tindakan yang dimotivasi oleh tujuan yang salah. Gereja yang melakukan pembaptisan bayi telah memotivasi secara salah para orang tua bayi untuk membaptis bayi mereka. Dan para bayi yang dibaptis nanti besar akan memenuhi gereja sebagai Kristen tidak lahir baru.

Gereja Pembaptis bayi tidak memiliki motivasi alkitabiah dan masuk akal untuk tindakan itu. Pembaptisan bayi adalah salah satu ragi yang paling merusak adonan yang murni. Sejak Constantine mengawinkan negara dan agama Kristen, dan pembaptisan bayi diterapkan secara masif sebagai cara seseorang menjadi anggota gereja yang sekaligus warga negara, maka ragi itu dengan cepat mengkhamiri seluruh adonan.

Bersatu Dengan Negara

Ragi yang bersamaan dengan ragi pembaptisan bayi ialah penyatuan gereja dengan negara. Hampir semua gereja pembaptis bayi juga terjangkit virus yang sama yaitu penyatuan dengan negara. Katolik dengan kekaisaran Roma dan kemudian dengan negara-negara pecahannya. Anglikan adalah gereja resmi Inggris. Reformed menjadi gereja Geneva, Belanda dan Zurich, dan Lutheran menyatu dengan kerajaan Jerman. Di daerah koloni mereka membagi-bagi wilayah kekuasaan, dan konsep utama mereka ialah bersatu dengan pemerintah penguasa.

Ketika gereja-gereja bersatu dengan negara, konsekuensinya ialah pembaptisan bayi karena warga negara adalah anggota gereja dan sebaliknya. Pada saat tindakan pembaptisan bayi diidentifikasi oleh Kristen alkitabiah sebagai ragi, selanjutnya mereka membuktikan siapa bapak mereka dengan melakukan tindakan bapak mereka yaitu memakai tangan pemerintah menganiaya pengritik mereka, sampai membakar orang hidup-hidup. Iblis tidak bisa melihat wajahnya sendiri karena dia tidak memiliki cermin, pihak yang melihat wajahnya jelas sekali ialah orang Kristen alkitabiah (1Kor.2:15).

Semua penganiayaan keagamaan yang dilakukan oleh gereja bisa terlaksana karena gereja-gereja penganiaya memakai tangan pemerintah penguasa. John Bunyan dipenjarakan 12 th oleh kerajaan Inggris hanya karena dia mengritik tindakan pembaptisan bayi. Michael Servetus dibakar hidup-hidup oleh pemerintah kota Geneva hanya karena dia mengritik theologi John Calvin.

Ragi penyatuan gereja dan negara menghasilkan adonan mengembang besar namun cepat membusuk dan akan penuh ulat yaitu penganiayaan terhadap pengritik dengan memakai tangan pemerintah. Dan mereka selalu berkata bahwa bukan gereja mereka yang menganiaya melainkan pemerintah, seperti yang sering dilakukan oleh pengikut John Calvin. Padahal Servetus tidak melakukan kesalahan apapun yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat kecuali ia mengritik doktrin John Calvin.

Iblis sangat tahu bahwa jika ia berhasil menggabungkan gereja dengan negara maka gereja akan berhasil dirusaknya dari dalam. Bahkan ia akan memakai gereja yang disatukannya dengan negara melancarkan penganiayaan terhadap kelompok iman lain terutama terhadap yang alkitabiah.

Di abad modern, walau mereka tidak melakukan kekejaman seperti membunuh, mereka menyembunyikan sifat buas mereka ke dalam peraturan pemerintah yang tidak tegas memisahkan agama dan negara. Di Amerika Serikat (AS) mereka tidak berkutik karena Amandement Pertama UUD AS sudah dengan tegas menyatakan bahwa kongres dan semua cabang legislatif di bawahnya TIDAK BOLEH MEMBUAT UNDANG APAPUN YANG BERKAITAN DENGAN URUSAN AGAMA. Amandement ini adalah hasil usulan kaum Baptis yang mengerti tentang keterpisahan antara agama dan negara. Hasilnya gereja alkitabiah berkembang pesat. Sayang hanya satu negara di muka bumi ini yang berdiri sesuai keinginan hati Tuhan. Tak heran jika Tuhan menopangnya dan memakainya mengirim misionari ke segala penjuru dunia.

Mengejar Wahyu Luar Alkitab

Richard Spurling tercatat tahun 1886 mengajak beberapa orang untuk berdoa di tempatnya untuk meminta kondisi zaman Rasul yang penuh mujizat tanpa pengertian yang benar. Dia meninggal tidak lama setelah mengungkapkan keinginannya pada belasan orang pengikutnya, dan cita-citanya kemudian diteruskan oleh putranya Richard Spurling Jr. Tetapi pada tahun 1897 seorang muridnya yang bernama Charles Parham, memulai pelayanannya di Topeka, menyatakan bahwa anaknya yang sakit telah didoakannya dan sembuh. Dan ragi yang daya khamirnya paling dahsyat ialah yang dibawakan melalui William Seymour tahun 1906 di Azusa Street.

Kanon Alkitab yang sudah ditutup Tuhan, oleh godaan iblis mereka buka lebar dan iblis memakai Seymour memasukkan ragi. Mereka bahkan tidak mengerti pengakuan iman kekristenan yang paling utama yaitu ALKITAB SATU-SATUNYA FIRMAN TUHAN. Sebelum di Azusa Street mereka telah merobohkan lantai sebuah rumah karena mereka melompat-lompat meminta agar bisa berbahasa lidah. Dan sejak saat itu mereka membuka pintu pewahyuan sehingga ragi bercemplungan masuk ke dalam tepung murni, dan Alkitab menjadi KANON TERBUKA artinya boleh ditambahkan wahyu lagi. Iblis segera mengaktifkan proses pewahyuannya sehingga banyak penampakan, berbahasa lidah, mimpi, dan berbagai bentuk pewahyuan lain. Saking awamnnya bahkan pengkhotbah mereka tidak mengerti bahwa penampakan, mimpi itu sesungguhnya adalah bentuk-bentuk pewahyuan.

Seandainya jemaat awam tidak mengerti, seharusnya pengkhotbah mereka mengerti bahwa pewahyuan dan pengilhaman hanya sampai kitab Wahyu, dan sesudahnya tidak turun wahyu lagi, selanjutnya Roh Kudus bekerja memberi illuminasi kepada pencari kebenaran yang membaca Alkitab. Tetapi karena para pengkhotbah mereka tidak mengikuti pendidikan formal melainkan hanya mengandalkan kharisma saja, maka mereka tidak mengerti dan situasi di antara mereka sangat siap untuk dimasukkan ragi.

Ragi yang mendorong mereka mengejar pewahyuan Luar-Alkitab (Extra Biblical) tanpa mereka sadari sangat merusak fondasi iman kekristenan karena Alkitab adalah satu-satunya firman Tuhan adalah fondasi paling utama iman kekristenan. Pengakuan iman bahwa Alkitab adalah satu-satunya firman Tuhan lebih penting dari semua pengakuan iman lain, sebab semua pengakuan iman lain seperti Yesus satu-satunya Juruselamat DIDASARKAN pada Alkitab.

Sekali ragi mengejar wahyu luar Alkitab bekerja, kerusakan yang akan diakibatkan sangat dahsyat. Ragi ini memicu munculnya Mormonisme melalui Joseph Smith yang mengaku dapat wahyu luar Alkitab, dan ragi ini juga merangsa William Miller dan Ellen White mengejar wahyu luar Alkitab dan memunculkan Advent. Ellen White mengklaim mendapat dua ribuan mimpi dan penglihatan dari Tuhan. Dan orang Advent tidak mengerti bahwa mereka disesatkan dengan wahyu luar Alkitab.

Sesungguhnya salah satu ragi mengejar wahyu luar Alkitab yang paling dahsyat ialah yang dicemplungkan oleh “perempuan” itu ke dalam kelompok Kharismatik dan teman-temannya. Dan efeknya ialah kekristenan yang mabok kepayang dan sempoyongan hingga masuk got kesesatan. Mereka berdiri di belakang mimbar sambil berkata bahwa tadi malam Tuhan berbicara kepada mereka tanpa mereka sadar bahwa mereka sedang mempromosikan wahyu luar Alkitab (Extra Biblical Revelation). Ada pemimpin mereka yang membohongi jemaat mereka bahwa mereka dibawa ke Sorga, dan ada juga yang dibawa ke Neraka, dan ramai sekali pengikut mereka. Mereka bersaksi bahwa mereka melihat Yesus sekalipun mereka tidak bisa jelaskan cara mereka tahu bahwa yang mereka lihat itu Yesus. Mereka juga klaim mimpi mereka datang dari Tuhan, padahal tiap malam miliaran manusia bermimpi. Ketika dikritik biasanya mereka menunjuk mimpi Yusuf, bahkan mimpi istri Pilatus. Mereka tidak mengerti bahwa kita bukan percaya Yusuf apalagi istri Pilatus, melainkan kita percaya pengilhaman isi Alkitab. Firaun pasti banyak mimpi dalam hidupnya dan kita hanya percaya satu mimpi itu dari Tuhan karena mimpi itu dituliskan di Alkitab. Semua mimpi yang tidak ditulis di Alkitab bukan berasal dari Tuhan.

Mengejar Mujizat

Ada ragi jenis lain lagi yaitu ragi mengejar mujizat. Ragi ini dimasukkan si perempuan untuk mengacaukan motivasi orang datang kepada Tuhan. Alkitab kasih tahu tiga hal sehubungan dengan kuasa melakukan mujizat. [1] Bahwa Mesias dinubuatkan akan melakukan mujizat (Yes. 35:5-6). Oleh sebab itu Yesus Kristus membuktikan Dirinya Mesias dengan melakukan mujizat. [2] Rasul & Nabi melakukan mujizat sebagai bukti bahwa mereka Nabi & Rasul (2Kor12:12). [3] Pada Akhir Zaman akan datang penyesat yang memakai nama Yesus melakukan mujizat untuk menyesatkan orang (Mat.24:5, 24).

Jadi, ketika sekarang yang adalah sudah Akhir Zaman ini ada yang pakai nama Yesus membuat mujizat, dapat dipastikan bahwa yang bersangkutan menggenapi yang nomor 3, yaitu penyesat yang memakai nama Yesus menyesatkan dengan mujizat.

Tujuan Mesias melakukan mujizat itu untuk membuktikan Sang Mesias. Dan tujuan Para Rasul dan Nabi diberi kuasa melakukan mujizat itu untuk membuktikan bahwa mereka Nabi asli dan Rasul asli dari Tuhan. Sedangkan iblis di Akhir Zaman dinubuatkan akan memberikan kuasa melakukan mujizat bukan pakai namanya, tetapi nama Yesus ialah dengan tujuan untuk menyesatkan. Supaya tercapai tujuannya, maka iblis perlu memasukkan ragi MENGEJAR MUJIZAT ke dalam kekristenan. Orang-orang Kristen harus dibuat suka mujizat dan mengejar mujizat, jika tidak maka iblis tidak akan berhasil menyesatkan dengan mujizat yang pakai nama Yesus.

Mengejar Materi

Ragi jenis lain lagi ialah ragi mengejar materi. Ragi ini dimasukkan ke dalam kekristenan dengan target untuk merusak motivasi orang menjadi Kristen. Ketika motivasi menjadi Kristen yang adalah percaya dan beriman kepada kebenaran sekalipun jadi miskin karena harta dirampas dan kehilangan pekerjaan kesulitan naik pangkat berubah menjadi AKAN MENDAPAT BERKAT MATERI BERKALI-KALI LIPAT, maka kemurnian hati menjadi Kristen mulai digerogoti.

Tingkat perusakannya sangat tinggi karena sekali motivasi dikacaukan maka moral pasti ikut kacau sehingga nama Tuhan dipermalukan dengan berita pukul-pukulan di gereja, pengkhotbah yang melakukan kejahatan seksual, pengusaha Kristen yang korup, dan berbagai kejahatan moral. Maklum, mereka jadi Kristen dengan motivasi berkat materi, bukan karena bertobat dan beriman pada kebenaran.

Efek lain lagi ialah kekacauan doktrin karena pengkhotbah tidak kuatir khotbahnya salah, dia juga sadar bahwa jemaatnya bukan datang cari kebenaran melainkan mau dilepaskan dari kutuk kebangkrutan. Bagaimana bisa mengajarkan kebenaran karena tittelnya hasil beli, maka tak heran kalau theologinya adalah theologi hasil mimpi dan penglihatan. Hadir kuliah cukup beberapa kali, sisanya bisa diselesaikan melalui dana sumbangan ini dan itu, awas itu bukan beli titel melainkan sumbangan.

Kelompok pengejar MUJIZAT dan MATERI, biasanya tidak bisa hidup kudus karena di dalam mereka tidak ada Roh Kudus. Mereka ini menyebabkan orang yang masih ada akal waras terheran-heran, dan bertanya bagaimana mungkin orang begini masuk Sorga? Lalu mereka bukan memperbaiki doktrin mereka, malahan tambah mengacaukan dengan pengajaran bahwa kalau percaya Yesus dapat selamat tetapi belum bisa masuk Sorga karena untuk masuk Sorga harus sempurna seperti Bapa. Kesimpulan ini muncul karena sulit bagi yang punya akal sehat untuk terima bahwa orang yang ngawur hidupnya berkata dia akan masuk Sorga. Lalu mereka tambahi syarat masuk Sorga, padahal yang mengacaukan konsep sesungguhnya ialah theologi sukses mereka yang telah salah memotivasi orang jadi Kristen.

Mengejar Hal Aneh

Satu paket dengan ragi kejar-mengejar ialah mengejar hal-hal aneh. Iblis berhasil memasukkan konsep aneh ke dalam pikiran sejumlah orang sehingga mereka mengejar hal-hal aneh, hingga kalau tidak aneh itu sama sekali tidak menarik hati mereka. Mereka senang melihat orang bertumbangan ketika pengkhotbah mereka menghembuskan udara dari mulut atau mendorong dengan tangannya. Mereka sama sekali tidak ingin memeriksa di Alkitab untuk memastikan bahwa yang dilakukan itu adalah kebenaran dan sesuai Alkitab.

Ada video dimana anak kecil belum 10 tahun disuruh khotbah, dan ada juga yang disuruh menumbangkan hadirin hingga semuanya tergeletak. Mereka tidak tertarik pada hal yang normal karena mereka dirancang untuk mengejar hal aneh. Mata mereka seperti orang yang terkena fatamorgana, mereka lihat ada Yesus di awan, ada Yesus di pohon pisang dan ada Yesus di dinding rumah jl. Kramat V, akhirnya ada wajah Yesus dimana-mana. Iblis sangat sukses mensosialisasikan wajah pria berambut gondrong adalah Yesus, untuk menyebabkan orang-orang Kristen berdoa membayangkan berbicara pada pria itu, tanpa menyadari bahwa itu sama dengan penyembahan berhala.

Mengejar Roh Lain

Sesungguhnya yang lebih seram lagi ialah mengejar roh najis atau roh lain. Rasul Paulus mensinyalir ada roh lain yang beroperasi di jemaat Korintus.

2 Kor.11:4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu ROH YANG LAIN dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Jemaat Korintus, dari surat Korintus yang pertama kita tahu di situ ada banyak aktivitas roh. Mereka giat berbahasa lidah, hingga ditegur untuk tidak dipakai di tempat umum tanpa penerjemah. Iblis tentu bisa melihat peluang selagi firman Tuhan belum baku dalam kanon Alkitab. Tentu gampang sekali bagi iblis untuk ikut menyebabkan orang tertentu berbahasa lidah, dan berbagai fenomena roh. Dan iblis tidak akan melakukan hal bodoh yang menimbulkan kecurigaan, ia akan melakukannya dengan memakai nama Yesus.

Kesimpulan

Tuhan tahu persis kita gampang ditipu iblis oleh sebab itu Tuhan mengilhami para Rasul untuk menuliskan kebenaran yang akan menjadi standar kebenaran sepanjang masa. Tanpa kebenaran TERTULIS (Written Truth) Iblis akan bekerja leluasa menyesatkan semua pengikut Yesus Kristus. Oleh sebab itu ketika pewahyuan Alkitab sampai kitab Wahyu, Tuhan MEMBATASI KITA, bukan kita yang membatasi Tuhan, agar kita tidak keluar dari Alkitab, jangan sekali-kali percaya wahyu di luar Alkitab. Ragi yang paling berbahaya ialah yang memancing orang keluar dari Alkitab, bisa melalui suara, mimpi, penglihatan, dan lain sebagainya. Waspadalah!

Jakarta, 15 Januari 2020
Dr. Suhento Liauw

Leave a Reply

Your email address will not be published.