NAMA TRITUNGGAL

Tritunggal sendiri sudah merupakan topik yang sangat rumit terlebih lagi NAMA Tritunggal, pastilah sangat sulit untuk dibahas dan dimengerti. Namun, karena itu adalah bagian dari iman kita, maka kita tidak mungkin menghindarinya.

Saya berulang kali menyatakan bahwa SESUNGGUHNYA Sang Pencipta tidak membutuhkan nama terutama di saat dalam kekekalan lalu (eternity past), karena nama diperlukan untuk dipanggil. Di masa kekekalan sebelum menciptakan apapun, apa gunanya nama bagi Sang Pencipta? Tidak ada, atau tidak diperlukan nama.

Dipanggil Berbagai Sebutan

Dalam bahasa Ibrani Sang Pencipta dipanggil Eloh yang artinya sesembahan atau pribadi yang disembah. Dan lebih banyak kali dipanggil dengan bentuk jamaknya yaitu Elohim. Dan juga dipanggil dengan sebutan Adon yang artinya tuan atau pemilik, dalam bentuk genetifnya ialah Adonai (tuanku atau Tuhanku).

Dalam bahasa Yunani, Eloh atau Elohim diterjemahkan dengan kata Theos, dan Adon atau Adonai diterjemahkan dengan kata Kurios. Bahasa Inggris God untuk Elohim dan Theos, sedangkan Lord untuk Adonai dan Kurios.

Sedangkan bahasa Arab, untuk Eloh, God, Theos, adalah Ilah yang hampir sama dengan Eloh, dan AL ilah adalah THE God, kemudian dikontraksikan menjadi ALLAH yang artinya sama dengan Elohim, Theos, God, yaitu sesembahan. Sedangkan Adonai, Kurios, Lord, Bahasa Arabnya ialah Rabb, atau tuan (Tuhan) yang artinya PEMILIK .

Bahasa Indonesia, sesungguhnya masing-masing suku ada sebutan sesembahannya, tetapi bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu maka mengambil bahasa Arab kata ALLAH untuk Elohim, Theos, God. Sedangkan untuk Adonai, Kurios, Lord, bahasa Indonesianya ialah Tuan, seperti tuan tanah, tuan rumah. Dan khusus pemilik alam semesta ditambah H di tengahnya menjadi tu-H-an.

Ada sejumlah Kristen yang agak kacau, mereka terpengaruh para murtadin yang sejak belajar bicara sudah dicekoki pemahaman bahwa Allah itu nama, padahal itu adalah sebutan, lalu mereka menolak memakai kata ALLAH, menurut mereka bahwa itu nama dewa lain. Padahal semua Kamus dan Encyclopedia menyatakan bahwa Allah itu bukan nama melainkan sebutan, dan satu-satunya yang mengatakan bahwa itu nama adalah Mr. M. Kita tahu bahwa kalau Mr. M., berkata warna rumput biru bukan hijau, semua umatnya akan serentak berkata itu biru.

Namanya Jehovah

Manusia merasa tidak cukup memanggil Sang Pencipta dengan sebutan Elohim dan Adonai akhirnya menuntut nama untuk dipanggil, maka Allah Sang Pencipta menyatakan namanya JEHOVAH (JHVH), bunyi Jehovah adalah sesuai dengan bunyi dalam Masoretic Text, yaitu Text PL Bahasa Ibrani TERTUA yang ada huruf hidupnya. Sekali lagi tolong perhatikan bahwa Masoretic Text adalah Text TERTUA PL bahasa Ibrani yang ada huruf hidupnya.

Kemudian pada sekitar tahun 1860-70an, Georg Heinrich August Ewald, menuduh orang Yahudi, para Masoret, telah salah dan dia mengusulkan bunyi YAHWEH, bukan Yehowah (Jehovah). Theolog Liberal berbondong-bondong langsung mengikutinya tetapi theolog Fundamental lebih percaya pada para Rabbi Masoret Yahudi daripada Ewald, tetap memakai JEHOVAH sesuai dengan yang di dalam KJV.

Kita dapatkan bahwa seluruh kitab PL dalam Bahasa Asli Ibraninya memanggil nama Sang Pencipta JEHOVAH, walau karena hukum ke-3 menyebabkan nama Jehovah hampir tidak disebutkan karena takut salah. Namun demikian dalam pemberian nama, orang-orang Yahudi memasukkan nama Jehovah ke dalam nama anak-anak mereka, misalnya Yoshua atau Jeshua itu merupakan hasil kontraksi Jehoshua yang adalah Jehovah menyelamatkan, Yesaya yang berarti Yehovah Hakim dan Penyelamat, Yeremia yang artinya Yehovah Akan Membangkitkan.

Walau di PL Allah Tritunggal tidak ditonjolkan karena sulit untuk dipahami dan tidak ingin disamakan dengan politeis suku bangsa tetangga. Namun konsep Tritunggal sudah ada, meskipun namaNya tetap satu yaitu Jehovah Sang Pencipta. Jadi, nama Jehovah di zaman PL itu bukan hanya nama Sang Bapa saja, melainkan juga adalah nama TRITUNGGAL.

Namanya Yesus

Ketika pribadi kedua Sang Jehovah menghampakan Diri, mengenakan daging, Yusuf diperintahkan untuk memberiNya nama YESUS (Ἰησοῦς = Iēsous).

Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus (Ἰησοῦς = Iēsous), karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Mat 1:21)

Namakan Dia Yesus (Ἰησοῦν bentuk akusatif), karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya. Yesus (Ἰησοῦς = Iēsous) ini bunyi bahasa Yunaninya, sedangkan bunyi bahasa Ibraninya ialah Jeshua atau lengkapnya Jehoshua yang adalah gabungan dari dua kata (Jehovah + yasha) yang mengandung arti Jehovah MENYELAMATKAN, maka itulah alasannya nama ini disampaikan malaikat KARENA Dialah yang akan menyelamatkan umatNya.

Jadi, dalam nama Yesus ini SUDAH TERKANDUNG kata Jehovah, maka itu tidak SATU KALIPUN kata Jehovah disebut dalam kitab PB karena dalam nama YESUS sudah terkandung kata Jehovah. Sekali lagi, tidak ditemukan SATU KALIPUN kata Jehovah dalam kitab PB.

Yesus adalah kata sandi Sang Jehovah sendiri dalam aktivitas penyelamatan, ini bukan sembarangan nama melainkan nama di atas segala nama, karena ini adalah JEHOVAH sendiri yang memakainya dalam program penyelamatanNya.

”Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kis.4:12).

9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Fil.2:9-11)

Nama apakah yang terhebat di zaman Perjanjian Baru? Nama yang dimaksud ialah YESUS (Ἰησοῦς = Iēsous) yang bisa menyembuhkan orang buta, menegakkan orang lumpuh dan membangkitkan orang mati. Nama ini juga yang jika disebut maka iblis pun ketakutan. Di atas sudah dikatakan bahwa dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi.

Rasul-Rasul bukan hanya menyembuhkan orang sakit dalam nama Yesus, melainkan membaptis orang hanya dalam nama Yesus. Mereka yang lamban mengambil kesimpulan akan bertanya, mengapa bukan dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, melainkan hanya dalam nama Yesus? Pertanyaan yang sama bisa dipertanyakan, mengapa para Rasul menyembuhkan orang, membangkitkan orang mati HANYA dengan nama Yesus, tidak lengkap saja dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus? Kelihatannya, para Rasul sangat mengerti bahwa nama Yesus adalah nama segala nama, dan dalam nama Yesus sudah ada unsur nama Jehovah. Yesus atau Jehoshua adalah Sandi Operasi dalam rangka PENYELAMATAN yang diprogramkan oleh Allah Jehovah sendiri, maka itu memakai Sandi Yesus yang artinya JEHOVAH PENYELAMAT.

Siapakah Nama Bapa?

Injil Yohanes pasal 17 memberi banyak petunjuk bahwa sesungguhnya nama Yesus adalah nama Tritunggal, bukan hanya nama Sang Anak saja.

5 Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. 6 Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. (Yoh.17:5-6).

Memang ada terjemahan yang salah terhadap frasa “yang Engkau berikan kepadaKu,” bahwa itu menunjuk kepada orang bukan NAMA, tetapi tidak ada pertentangan terhadap frasa NAMAMU (τὸ ὄνομα). Pada ayat 12 diulangi lagi.

Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. (Yoh.17:12)

Dalam namaMu (ἐν τῷ ὀνόματί σου) nama Bapa yang mana karena dalam PB tidak terjadi satu kali pun Jehovah disebut dari Injil Matius sampai Wahyu. Para Rasul tidak pergi menyembuhkan orang dengan Nama Jehovah, dan tidak pergi usir setan dengan nama Jehovah, melainkan dengan nama YESUS (Ἰησοῦς = Iēsous).

“dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.” (Yoh.17:26).

Yesus berkata bahwa Ia memberitahukan nama BAPA kepada murid-muridNya, nama BAPA mana yang para murid belum tahu? Penafsiran yang paling masuk akal ialah bahwa para murid belum bisa terima bahwasanya Ia dan Bapa adalah satu dan bahwa Ia, yang sedang memakai nama Yesus, berada di dalam Bapa dan Bapa di dalam Dia, dan di dalam NAMANYA ada hakekat Bapa bahwa namaNya dan Bapa adalah SAMA. Para murid perlu tahu bahwa namaNya adalah nama yang penuh kuasa, nama yang menyelamatkan, nama yang menyembuhkan, nama yang ditakuti oleh setan, dan nama yang nanti semua lutut akan bertekuk, karena itu adalah nama Bapa dan Dia.

Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. (Yoh.17:11).

Bagaimana Dengan Roh Kudus?

Di zaman PL ada berbagai macam sebutan antara lain; Roh Allah (Ruach Elohim), Roh Tuhan (Ruach Adoni), Roh Kudus (Ruach Qôdesh), Roh Jehovah (Ruach Jehovah). Dari sebutan dan nama tersebut terlihat sangat jelas yang mana SEBUTAN dan yang mana adalah NAMA. Roh Allah (Ruach Elohim), Roh Tuhan (Ruach Adoni), Roh Kudus (Ruach Qôdesh), ini adalah SEBUTAN. Tetapi Roh Jehovah (Ruach Jehovah), ini bukan sebutan melainkan NAMA.

Di kitab PB juga bisa diidentifikasi, disebut Roh Kudus (Pneuma Hagios), Roh Allah (Pneuma Theos), Roh Tuhan (Pneuma Kurios), Roh Kebenaran (Pneuma Aletheia), Roh Hikmat (Pneuma Sophia), Roh Karunia (Pneuma Charis), Roh Kristus (Pneuma Kristos), Roh Kemuliaan (Pneuma Doxa), Roh Kehidupan (Pneuma Zoe), Roh Yesus (Pneuma Iesous).

Amati, yang mana adalah sebutan sesuai sifat dan fungsi dan yang mana adalah nama. Roh Kudus (Pneuma Hagios), Roh Allah (Pneuma Theos), Roh Tuhan (Pneuma Kurios), Roh Kebenaran (Pneuma Aletheia), Roh Hikmat (Pneuma Sophia), Roh Karunia (Pneuma Charis), Roh Kristus (Pneuma Kristos), Roh Kemuliaan (Pneuma Doxa), Roh Kehidupan (Pneuma Zoe), Semua ini bukan NAMA melainkan SEBUTAN. TETAPI Roh Yesus, karena Yesus adalah NAMA, maka Roh Yesus adalah nama, bukan sebutan, yaitu Rohnya Yesus.

Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka. (Kis.16:7).

karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus. (Fil.1:19).

Selanjutnya, apakah dengan sangat konyol seseorang mau menyimpulkan bahwa Roh Kudus itu berbeda dari Roh Yesus? Mustahil! Ingat Yesus Kristus dikandung oleh Roh Kudus.

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. (Mat. 1:18).

Jadi, Roh Kudus yang menyebabkan Maria mengandung dan melahirkan Yesus, itu namanya Roh Yesus. Maka dapat disimpulkan bahwa Roh Kudus itu namanya adalah Roh Yesus.

Nama TRITUNGGAL

Nah, sekarang pembaca akan mengerti, mengapa para Rasul yang menerima LANGSUNG perintah Tuhan untuk pergi membaptis orang dalam NAMA Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Lalu di Kisah Para Rasul kita baca bahwa mereka membaptis orang HANYA dalam nama YESUS (Ἰησοῦς = Iēsous). Apakah para Rasul melakukan pembangkangan? Tidak mungkin!

Perhatikan, kata NAMA (ὄνομα) di situ bentuknya TUNGGAL (Mat.28:19). Jika diterjemahkan secara tepat bunyinya, baptislah mereka dalam SATU nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, bukan membaptis dalam TIGA nama. Jika TRITUNGGAL memakai tiga nama, maka mereka akan membaptis dalam nama Jehovah, Yesus, dan Roh Kudus namanya apa?

Ingat, Bapa bukan nama melainkan SEBUTAN untuk kepala keluarga, dan Putra atau Anak ini juga bukan nama, melainkan sebutan untuk seseorang yang lahir dari seseorang, dan Roh Kudus pun bukan nama. Lalu, SATU nama yang Tuhan perintahkan untuk dipakai membaptis orang itu apa?

Para Rasul yang dipimpin oleh Roh Kudus tahu persis bahwa SATU nama yang Guru mereka maksudkan ialah namaNya sendiri, yaitu YESUS (Ἰησοῦς = Iēsous). Dan segera setelah kepergian Sang Guru, mereka memakai namanya dengan tepat. Petrus, setelah khotbah menobatkan tiga ribu orang, segera membaptis mereka dalam NAMA Yesus, dia tahu persis nama Yesus adalah nama Allah Tritunggal. Dan kemudian dia berkata kepada orang lumpuh, “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” Nama Yesus adalah nama Tritunggal yang penuh kuasa.

Jadi, Petrus, Paulus dan semua Rasul membaptis orang HANYA dengan nama Yesus, sama sekali tidak berarti mereka ONENESS, mereka sama seperti saya juga percaya bahwa Allah TRITUNGGAL dengan tiga pribadi, tetapi bukan dengan tiga nama melainkan memakai SATU nama. Zaman PL Sang Pencipta memakai nama Jehovah, zaman PB, zaman Dispensasi Jemaat Lokal, Tritunggal memakai nama Yesus, dan nanti akan memakai nama baru lagi (Wah.3:12).

Kesimpulan

Akhirnya, kita bisa menyimpulkan bahwa Allah TRITUNGGAL sesungguhnya tidak memiliki TIGA nama melainkan SATU NAMA, atau lebih tepat dikatakan MEMAKAI satu nama, bukan tiga nama. Tritunggal, adalah TIGA pribadi, namun SATU Hakekat, satu Sifat (Nature), satu keilahian, dan satu NAMA.

Di zaman PL, Tritunggal memakai nama JEHOVAH (Yehowah), kemudian dalam misi menjadi manusia untuk melakukan tindakan operasi penyelamatan, Tritunggal memakai nama YESUS (Ἰησοῦς = Iēsous). Dan telah dikatakan bahwa nanti sesudah pengangkatan (Rapture), Tritunggal akan memakai nama baru.

Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru. (Wah.3:12).

Kiranya, uraian singkat ini akan memberikan pemahaman dan pengenalan yang lebih baik dan tepat tentang NAMA Tritunggal kepada pembaca. Selidikilah Alkitab dengan hati yang ingin tahu dan mengasihi Tuhan.

Jakarta, 23 Mei 2024
DR. SUHENTO LIAUW, DRE., TH.D.
<www.graphe-ministry.org>
<drsuhentoliauwblog.graphe-ministry.org>
YouTube: GBIA GRAPHE & GBIA INDONESIA.
Maranatha!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *