OLEH BILUR-BILURNYA

Ada pengajar theologi sukses yang mengajarkan bahwa orang Kristen tidak akan sakit. Alasannya ialah bahwa Tuhan tidak pernah memberikan sakit penyakit. Dan ia memakai ayat Alkitab, mengutip Mat. 8:3  Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.

Berdasarkan ayat ini pengajar theologi sukses membangun konsep bahwa keinginan Tuhan ialah anak-anak Tuhan sehat, tidak sakit dan keinginan Tuhan itu tidak mungkin gagal.

Dari Mana Datang Sakit Penyakit?

Sejak manusia jatuh kedalam dosa, maka keadaan manusia bisa jatuh sakit. Tubuh manusia yang tidak berhasil memakan buah pohon kehidupan akan mati. Ada berbagai penyebab kematian manusia, salah satunya ialah sakit penyakit.

Sakit penyakit bisa terjadi karena faktor melemahnya organ tubuh manusia, atau faktor luar misalnya dicelakai oleh makhluk lain dari yang besar sampai yang kecil (kuman, virus, bakteri). Manusia juga bisa mati karena kecelakaan. Tawaran Tuhan agar manusia memakan buah pohon kehidupan dan larangan memakan buah pengetahuan baik-jahat, tidak ditaati Adam dan Hawa. Sesudah mereka memakan buah pengetahuan baik-jahat, Tuhan tidak mengijinkan mereka memakan buah pohon kehidupan agar manusia tidak hidup kekal dan jahat.

Gen 3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”

Manusia sudah berdosa, tadinya hanya tahu yang baik, tetapi sekarang sudah tahu yang jahat juga, dan akan cenderung berbuat yang jahat karena tidak memiliki kemampuan mengendalikan diri, dan Tuhan tidak mau manusia hidup selamanya dengan hati yang jahat. Sejak saat itu Allah bukan hanya mengijinkan bahkan menghendaki kematian manusia, maka tubuh manusia bisa mati oleh berbagai sebab, salah satunya ialah penyakit. Jadi, penyakit itu sesuatu yang diijinkan Tuhan maka manusia tidak diijinkan makan buah pohon kehidupan. Jika Tuhan tidak mengijinkan sakit penyakit maka Tuhan tidak melarang manusia memakan buah pohon kehidupan. Nanti, di dalam Kerajaan 1000 tahun manusia diijinkan makan buah pohon kehidupan.

Oleh Bilurnya Kita Sembuh

Banyak pengkhotbah theologi sukses tanpa pengertian yang benar, mengutip Yes 53:5, yang dikutip juga oleh Petrus (1Pet.2:24), mengajarkan bahwa oleh bilur atau bekas luka Yesus semua sakit penyakit akan sembuh.

Sesungguhnya ayat kitab Yesaya tersebut adalah mengenai keadaan kedatangan Yesus Kristus yang diterima oleh bangsa Yahudi. Karena jika bangsa Yahudi TERIMA Yesus yang otomatis pasti TERIMA Yohanes Pembaptis, maka kata Yesus, Yohanes sebenarnya adalah Elia (Mat. 11:14). Penerimaan Elia dan Jehovah akan membawa hasil terjadilah kehendak Tuhan di bumi seperti di Sorga, tidak ada lagi sakit penyakit dan tidak ada kematian lagi.

14  dan– jika kamu mau menerimanya–ialah Elia yang akan datang itu.

Kata JIKA dalam ayat tersebut sangat SIGNIFIKAN. Kata JIKA menunjukkan ada kemungkinan, misalnya JIKA besok hujan maka kita tidak jadi berangkat, tetapi JIKA tidak hujan maka kita akan berangkat.

Maksud Tuhan dengan ayat tersebut ialah kedatanganNya adalah untuk mendirikan kerajaan Daud, yang kemudian juga dikenal dengan Kerajaan 1000th. JIKA bangsa Yahudi menerima Yohanes maka mereka akan mengerti bahwa sesungguhnya dia adalah Elia yang dijanjikan (Mal. 4:5) sebagai pembuka jalan bagi Sang Jehovah. Dan jika mereka menerima Yohanes maka otomatis juga pasti menerima Yesus sebagai Mesias, Anak Daud, Jehovah sendiri. Bangsa Roma akan menyalibkanNya sebagai pemimpin pemberontak, dan sesudah tiga hari Dia akan bangkit. Bangsa Yahudi akan dianiaya selama 7 th (satu kali tujuh masa, Daniel 9:27), tetapi di akhir tujuh tahun Dia akan datang bersama malaikat-malaikatNya mendirikan Kerajaan Daud yang berdurasi 1000th. Saat itu tidak ada sakit penyakit lagi, karena oleh bilur-bilurnya setiap orang percaya yang memasuki Kerajaan Daud yang berjangka waktu 1000th, akan menerima tubuh baru yang mulia YANG TIDAK AKAN SAKIT LAGI. Pada saat itu sesungguhnya yang dinubuatkan nabi Yesaya oleh bilur-bilurNya orang percaya akan menjadi sembuh, sungguh tergenapi.

Tetapi JIKA bangsa Yahudi menolak Yohanes, dan inilah yang terjadi, oleh sebab itu mereka tidak memahami bahwa sesungguhnya Yohanes adalah Elia, mereka hanya mengenalnya sebagai Yohanes saja. Kerajaan Daud yang berdurasi 1000th TERPAKSA DITUNDA (Kis. 1:6-7). Kepada orang-orang yang menerimaNya oleh bilur-bilurNya akan mendapatkan hanya KESEMBUHAN ROHANI saja, sekali lagi HANYA kesembuhan ROHANI saja. Tubuh orang percaya belum berubah menjadi tubuh kebangkitan yang mulia, masih tetap tubuh berdosa yang penuh kelemahan, yang akan jatuh sakit, akan terserang virus dan bisa mati.

Penafsiran Yang Salah tentang bilur-bilurNya

Tetapi oleh sebagian pengajar theologi sukses, yaitu pengajar Injil-Lain yang tidak alkitabiah, ayat-ayat itu dipakai untuk menyesatkan orang. Mereka menafsirkan bahwa orang Kristen tidak akan jatuh sakit, karena bilur-bilurNya telah menyembuhkan mereka secara jasmaniah. Kata mereka, darah Yesus telah membungkus, menutupnya, tetapi mereka berkhotbah demikian takut virus.

Saya pernah dengar tentang seorang pengkhotbah Injil-lain yang sakit, ia diam-diam berobat ke Singapore, agar tidak diketahui oleh jemaatnya yang sudah sering dibohonginya bahwa orang percaya tidak bisa sakit. Mereka di atas mimbar berkhotbah meyakinkan jemaat mereka bahwa mereka tidak akan sakit, maka kalau sakit mereka berobat diam-diam.

Mereka tidak mengerti kebenaran bahwa karena penolakan bangsa Yahudi terhadap Sang Mesias, maka Kerajaan Daud yang berdurasi 1000th itu DITUNDA, dan orang percaya belum mendapatkan tubuh kebangkitan yang tidak akan sakit. Mereka tidak paham bahwa oleh bilur-bilurNya sekarang orang percaya HANYA mendapat KESEMBUHAN ROHANI saja, yaitu pembaharuan roh dan jika tubuh mati akan mendapatkan kepastian masuk Sorga.

Penafsiran mereka yang tentu disertai sikap hidup mereka, sangat berbahaya karena tiap-tiap hari mereka menyangkali fakta bahwa orang Kristen bisa jatuh sakit bahkan akan masuk rumah sakit dan akan mati.

Boleh Berdoa Untuk Orang Sakit

Tuhan Pencipta manusia memiliki kuasa untuk menyembuhkan orang sakit. Bahkan punya kuasa menghidupkan orang yang sudah mati. Lebih lagi, sanggup bikin manusia baru, tubuh baru yang mulia dan yang tidak akan mati.

Ada nubuatan di kitab Yesaya 35:5-6.

5 Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. 6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara;

Ketika Yohanes mengutus muridnya bertanya kepada Yesus apakah Dia atau mereka perlu tunggu lagi, Tuhan menunjuk ayat tersebut, bahwa orang buta sudah melihat dst.

Jadi, sesungguhnya mujizat yang Tuhan lakukan adalah sebuah pembuktian bahwa Dialah yang dimaksudkan oleh nabi Yesaya yang akan mengadakan mujizat-mujizat.

Rasul-rasul diperintahkan untuk pergi memberitakan Injil, dan akan disertai KARUNIA mengadakan mujizat (Markus 16:14-21). Dan karunia mengadakan mujizat yang dimiliki para rasul adalah BUKTI kerasulan mereka (2Kor.12:12).

Dan Tuhan berkata bahwa akhir zaman akan muncul banyak penyesat yang akan MEMAKAI NAMANYA dan mereka akan memakai mujizat-mujizat palsu untuk menyesatkan (Mat. 24:5, 24-25, 2Tes.2:9-11).

Jadi, berhati-hatilah agar tidak tertipu oleh penyesat yang mengatasnamakan Yesus, terutama mereka yang menggembar-gemborkan mujizat. Karena memakai nama Yesus maka yang ditarget bukan umat agama lain, melainkan orang Kristen.

Sebagaimana Tuhan tidak pernah berubah, Ia tetap maha kuasa, tentu Tuhan sanggup menyembuhkan orang sakit. Oleh sebab itu ketika saya sendiri sakit saya juga berdoa, dan anggota jemaat saya sakit saya mendoakan. Tetapi harus ingat bahwa karena saya bukan rasul, maka saya tidak diberi KARUNIA MENYEMBUHKAN. Kita hanya berdoa, sembuh atau tidak, itu hak prerogatif Tuhan, kita serahkan pada kehendak Tuhan.

Tuhan memberikan KARUNIA MENGADAKAN MUJIZAT HANYA pada para rasul, itu karena mereka adalah fondasi jemaat, jika orang zamannya tidak mau mempercayai berita Injil yang mereka sampaikan, maka hari ini tidak ada kekristenan.

Setelah Alkitab selesai ditulis, dan Rasul2 sudah kembali ke Sorga, maka tidak ada kepentingan lagi untuk memberikan karunia mengadakan mujizat kepada pengajar Alkitab, firman Tuhan sudah bersifat tertulis dan sudah baku. Tuhan tidak berkepentingan meninggikan orang lagi seperti Ia pernah meninggikan para Rasul. Dan ketahuilah iblislah yang berkepentingan meninggikan orang karena ingin memakainya menyesatkan orang. Camkan!

Dan Tuhan ingatkan bahwa akan muncul banyak penyesat yang memakai namaNya, mengadakan mujizat. Ingat, penyesat itu memakai namanya, berarti dia pasti bukan Biksu, Kyai, melainkan pengkhotbah di gereja. Berhati-hatilah.

Kiranya melalui penjelasan ini, pembaca menjadi mengerti sehingga akan menjadi orang Kristen yang mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan AKAL BUDI. Ingat, oleh bilur-bilurNya orang percaya menjadi sembuh, tetapi kesembuhan yang bersifat ROHANI, sedangkan kesembuhan jasmani akan diberikan pada saat kedatanganNya yang kedua kali nanti.

Siapa pun yang sakit, terpapar virus, berdoalah, jika Tuhan masih mau Anda tetap hidup Dia pasti sanggup menyembuhkan, tidak ada orang khusus yang diberi kuasa untuk menyembuhkan seperti yang pernah diberikanNya pada para Rasul. Setiap orang bebas berseru kepada Tuhan, dan jika Tuhan menyembuhkan Anda, maka marilah hidup bagi Tuhan.

 

———————————————————–
Oleh: DR. SUHENTO LIAUW
<www.graphe-ministry.org> <drsuhentoliauwblog.graphe-ministry.org>
————————————————————-

Ditulis saat di Ambon, Maluku Selatan, 4 November 2018. Direvisi di Jakarta, 3 Juli 2021.

Dr. Suhento Liauw
Maranatha!

Leave a Reply

Your email address will not be published.