MAU MASUK SORGA?

Karena Alkitab adalah satu-satunya firman Allah Pencipta alam semesta, maka dari Alkitablah kita dapatkan petunjuk Allah tentang ciptaan-Nya. Alkitab memberitahukan manusia tentang asal-usul alam semesta. Kemudian timbul kejahatan di dalam hati manusia setelah dirangsang oleh malaikat (setan), yang telah lebih dulu membangkangi Allah. Dan juga memberitahukan bahwa pasangan manusia pertama jatuh ke dalam dosa.

Manusia yang telah berdosa akan mati setelah energi tubuhnya terpakai habis dan akan dihukumkan. Hukumannya ialah tidak bisa berkumpul bersama Allah dalam kemuliaanNya karena Allah maha kudus dan tempat tinggal Allah (sorga) juga tempat yang maha kudus. Manusia akan pergi ke tempat yang diciptakan bagi setan, yaitu api neraka.

Satu-satunya cara bagi manusia agar bisa kembali kepada Allah di Sorga ialah menyelesaikan dosanya. Dan Alkitab memberitahukan bahwa hanya ada satu cara penyelesaian dosa, yaitu penghukuman atas dosa itu. Semua pemerintah di bumi juga memakai cara yang sama yaitu menghukum orang yang melalukan kesalahan. Dosa tidak dapat diselesaikan dengan cara penghampaan diri atau dengan ibadah yang khusyuk atau dengan amal. Dosa selesai kalau dijatuhi penghukuman.

Manusia yang telah jatuh ke dalam dosa harus mengaku salah dan menyesal (bertobat), dan percaya kepada Allah yang berjanji akan mengirim seorang Juruselamat. Sebelum Sang Juruselamat tiba, manusia harus melakukan ibadah simbolik untuk menggambarkan proses penghukuman atas dosa yang akan ditanggung Sang Juruselamat dengan menyembelih binatang korban di atas mezbah. Itulah tujuan domba/kambing korban yang sesungguhnya, yaitu menyim-bolkan Sang Juruselamat yang akan dihukumkan untuk menanggung dosa manusia.

Sejak Adam, Nuh, dan Abraham, penyembelihan domba korban dilaksanakan sambil menantikan Juruselamat yang dijanjikan Allah. Seluruh kitab Perjanjian Lama berisikan janji Allah bahwa Dia akan mengirim Juruselamat untuk menggantikan manusia dihukumkan. Bahkan seluruh ibadah di Bait Allah, dengan korban-korbannya, dirancang untuk menyimbolkan proses penyelamatan manusia.

Sampai pada masa pemerintahan Romawi, Allah mengutus seorang pembuka jalan, yaitu Yohanes (Yahya), dan Dia menunjuk kepada Yesus sambil berkata, “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29). Yesus artinya Juruselamat, tentu bukan kebetulan Ia menyandang nama ini. Ia disalibkan seperti seekor domba korban disembelih di atas mezbah.

Setiap orang yang hidup sebelum penyaliban Yesus, harus bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang akan menggantikan mereka dihukumkan. Inilah iman Adam, Nuh, Abraham, Musa beserta semua orang yang mempersembahkan domba korban di atas mezbah. Mereka beriman kepada Juruselamat yang akan menggantikan mereka dihukumkan. Dosa mereka dihitung selesai oleh karena pertobatan dan iman mereka.

Kita yang hidup sesudah penyaliban Yesus juga harus bertobat dan percaya kepada Dia sebagai Juruse-lamat kita. Bedanya kita dengan Musa ialah bahwa Musa percaya kepada Juruselamat yang akan datang, sedangkan kita percaya kepada Juruselamat yang sudah datang.

Alkitab memberitahukan bahwa karena dosa Adam maka semua manusia menjadi orang berdosa, tetapi karena kematian Yesus untuk menanggung dosa maka semua dosa Adam selesai. Itulah sebabnya bayi yang meninggal dan mereka yang lahir cacat mental, tanpa perlu beriman mereka pasti masuk Sorga. Tetapi yang tidak mati saat bayi, mencapai akil balik, menjadi orang berdosa bukan karena Adam melainkan karena diri sendiri, orang demikian harus bertobat dan percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat. Mengaku diri orang berdosa, menyesal dan mengaminkan bahwa Yesus sudah menggantikannya dihukumkan atas seluruh dosanya, dan ia setuju hidup bagi Yesus.

nyata tidak ada Allah, ia hampir tidak rugi apapun. Sebaliknya orang yang percaya tidak ada Allah, nanti sesudah kematian ternyata ada Allah, ia pasti ke Neraka. Anda mau menjadi penjudi yang mempertaruhkan jiwa dan roh Anda?
Mungkin ada orang yang berkata, “ah..saya punya cara saya sendiri untuk masuk Sorga.” Baiklah, kalau Anda mempercayai sebuah agama, pastikan agama yang Anda sedang imani berasal dari Allah. Pastikan kitab sucinya adalah benar-benar firman Allah.

Sorga adalah tempat tinggal Sang Pencipta, bukan tempat kita. Pihak yang berhak menetapkan aturan memasukinya bukan kita melainkan Sang Pencipta. Ketetapan Allah bagi orang berdosa yang ingin masuk Sorga ialah menyelesaikan dosanya melalui bertobat dan beriman kepada Juruselamat. Itulah intisari Alkitab.

Jika Alkitab salah, atau Alkitab bukan firman Allah, dan ternyata masuk Sorga ialah melalui berbuat amal, maka orang yang percaya Yesus juga akan masuk Sorga. Kehidupan moral orang yang percaya Yesus cukup baik, dan perbuatan amal orang yang percaya Yesus juga banyak. Namun jika Alkitab adalah firman Allah, dan jalan masuk Sorga yang dipaparkan Alkitab adalah aturan satu-satunya untuk masuk Sorga, maka siapapun yang tidak bertobat  serta beriman kepada Yesus untuk pengampunan dosanya, pasti akan berakhir di Neraka.*

Jakarta, 5 November 2017
Dr. Suhento Liauw
<www.graphe-ministry.org>
Maranatha!

Leave a Reply

Your email address will not be published.