Kekristenan sesungguhnya bukan agama melainkan sistem iman yang Tuhan ciptakan. Kekristenan adalah Iman yang diinginkan Tuhan sejak manusia jatuh ke dalam dosa, yaitu Iman yang mempercayai Allah sebagai reaksi pertobatan dari dosa ketidakpercayaan yang menyebabkan kejatuhan. Allah mau Adam dan Hawa percaya dengan sungguh bahwa Allah berjanji akan mengirim Juruselamat untuk menyelamatkan manusia. Dan setiap orang yang beriman bahwa Allah akan mengirim Sang Juruselamat untuk menggantikannya dihukumkan atas dosanya, ia akan dihitung tak berdosa, dan setelah mati Allah akan menciptakan tubuh baru baginya, kemudian ia akan hidup di Sorga bersama Allah.
Janji Itu Dititipkan Kepada Ayah & Israel
Agar Janji akan kirim Juruselamat tidak dilupakan maka SETIAP AYAH diberi tanggung jawab mengingatkan anak-anaknya. Ayah berfungsi sebagai Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran (TPDK) dan juga sebagai IMAM bagi keluarganya. Tetapi ayah-ayah gagal maka zaman Nuh tinggal satu ayah yang benar, akhirnya seluruh bumi perlu diatur ulang.
Kemudian Tuhan membangun sebuah bangsa yang difungsikan untuk menyinari bangsa-bangsa lain. Semua ibadah Simbolistik, Ritualistik, Jasmaniah (SRJ) di Kemah Kudus, yang kemudian di Bait Kudus, adalah untuk mengingatkan manusia bahwa Allah akan mengirim Juruselamat untuk menanggung hukuman dosa manusia.
Janji itu kemudian digenapi, Yesus, yang artinya Juruselamat, datang. Ini adalah KABAR BAIK bahwa Allah menepati janjiNya, mengirim Juruselamat untuk menyelamatkan umat manusia. Ia seharusnya disambut oleh bangsa Yahudi, tetapi mereka menolak dan menyalibkanNya. Padahal jika bangsa Yahudi menerima Dia, maka bangsa Roma yang akan menyalibkanNya, karena telah direncanakan bahwa Dia akan dihukumkan untuk menanggung dosa seisi dunia, dan setiap orang yang sudah akil balik yang mengakui dirinya orang berdosa dan mengimani bahwa Yesus dihukumkan untuk menanggung dosanya, maka ia akan dihitung sebagai orang yang selesai dosanya, dan jika ia mati maka ia pasti masuk Sorga.
Kabar Baik (Injil) Diserahkan Kepada Jemaat
Bangsa Yahudi menolak Sang Juruselamat, tetapi ada sejumlah kecil orang menerimaNya. Orang-orang yang menerimaNya berkumpul secara rutin pada waktu yang disepakati, dan mereka disebut Jemaat. Mereka percaya dan menerima bahwa Yesus adalah Juruselamat dari Allah, bahkan Ia adalah Allah yang dilahirkan sebagai manusia, dan Dia telah dihukumkan menanggung dosa seisi dunia. Setiap orang berdosa cukup mengakui diri orang berdosa dan mengaminkan bahwa Yesus Kristus telah dihukumkan menggantikannya, maka Allah akan menghitung dia sebagai orang yang tidak berdosa lagi atau sudah menjadi kudus, dan kapan saja ia mati, ia pasti akan masuk Sorga.
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh.3:16).
8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, 9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. (Fil.3:8-9).
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. ( Rom.8:1).
Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! (Rom 5:10).
Injil (kabar baik) yang sangat sederhana, bahwa Allah telah menepati janjiNya, mengutus manusia yang diberi nama Yesus, yang melalui Roh Allah masuk ke rahim Maria. Dia dihukumkan menanggung dosa seisi dunia, dan setiap orang yang mengaku berdosa mengaminkan dengan segenap hati bahwa Yesus telah menanggung semua dosanya, maka dia tidak akan dihukumkan lagi, melainkan pasti selamat masuk Sorga. Orang-orang yang telah percaya perlu berkumpul bersama secara rutin, dipimpin oleh seorang Gembala yang menggembalakan mereka dengan firman Tuhan yaitu Alkitab. Setelah Tuhan Yesus kembali ke Sorga, tidak ada orang yang bisa menjadi murid Yesus secara langsung. Semua orang yang mau mengikut Yesus, harus melalui mengikuti murid terdahulu. Dan sekarang menurut google kekristenan telah berkembang menjadi 45 rb denominasi, karena iblis ikutan mendirikan gereja dan memuridkan orang, dan juga mengangkat pejabat-pejabat gereja.
Berarti telah muncul banyak denominasi gereja sesat, apalagi gereja sesat. Karena harus bergabung ke dalam sebuah gereja lokal, maka seseorang harus memilih gereja. Jika salah memilih gereja, seseorang akan terperangkap dalam gereja sesat, maka ia akan digiring dengan pengajaran sesat itu ke Neraka. Lalu, bagaimanakah cara menilai gereja yang benar dan yang alkitabiah?
Poin Yang Harus Diperhatikan
Kata JEMAAT berasal dari bahasa Arab, sedangkan kata GEREJA berasal dari bahasa Portugis yang artinya sama dari bahasa Yunani yaitu EKKLESIA, artinya orang yang berkumpul. Tujuan utama Tuhan mendirikan gereja ialah agar melalui gereja atau jemaat, INJIL diberitakan untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya. Dan orang yang telah selamat yang berkumpul bergiat dan bersemangat dipimpin oleh seorang yang mereka angkat sebagai Gembala mereka untuk melaksanakan semua perintah Tuhan. Ketika memilih gereja, perhatikanlah poin-poin berikut.
(1). Injil yang benar, ini mutlak harus menjadi syarat sebuah gereja yang benar. Sebab, jika Injil yang diberitakan oleh sebuah gereja telah salah atau menyimpang dari Alkitab, maka gereja itu bukan lagi wadah penyelamatan, melainkan menjadi wadah penyesatan. Dan ketahuilah iblis berusaha keras agar gereja menjadi alatnya untuk menyesatkan. Munculnya kekristenan sampai mencapai 45 rb denominasi, ini tidak terlepas dari campur tangan iblis. Perhatikan DOKTRIN KESELAMATAN (Soteriology) sebuah gereja jika Anda tidak mau disesatkan dan kemudian ikut menyesatkan orang.
(2). Berdiri Teguh Pada Alkitab (66 kitab). Alkitab adalah fondasi iman Kristen, maka jika fondasinya benar kemungkinan bangunan di atasnya akan benar, tetapi jika fondasinya salah maka pasti bangunan di atasnya akan kacau. Alkitab, 66 kitab adalah wahyu final, kitab terakhirnya, kitab Wahyu, diturunkan di pulau Patmos, kepada Rasul terakhir, Yohanes, sekitar tahun 98 AD. Sesudah itu Tuhan tidak turunkan wahyu lagi sebab jika turunkan wahyu maka Alkitab bukan wahyu final. Oleh sebab itu tidak ada lagi orang bertemu malaikat, dapat mimpi, penglihatan, yang dari Tuhan. Kalau ada yang mengklaim mendapatkan itu maka pasti itu dari iblis. Faktor Alkitab harus menjadi perhatian dalam mencari gereja alkitabiah.
(3). Berbagai Pelaksanaan Kegiatan Gereja. Jika sebuah gereja yakin bahwa keselamatan hanya diperoleh lewat iman, maka gereja yang mengajarkan bahwa perlu tambah baptisan, menambahkan pengudusan hari Sabat, dan berbagai upacara Sakramen, ITU SALAH. Tuhan telah mengubah sistem ibadah Simbolistik, Ritualistik dan Jasmaniah PL menjadi sistem yang Hakekat, Rohaniah dalam KEBENARAN. Ibadah orang Kristen itu sudah bersifat ROHANIAH, terjadi sepanjang waktu. Hari Minggu, kumpul jam 10.00 sampai jam 12.00 itu adalah KUMPUL BERJEMAAT, bukan acara ibadah.
Kesimpulan
Jika seseorang serius mencari gereja alkitabiah, sekurang-kurangnya ia harus memperhatikan TIGA POIN di atas sebagai faktor yang paling awal, yaitu perhatikan pengajaran gereja yang diincar tentang KESELAMATAN, ALKITAB, dan GEREJA. Sasaran tembak utama iblis ialah doktrin keselamatan (soteriologi), tetapi jika terlalu sulit langsung kena doktrin keselamatan, maka ia sudah senang bisa kena doktrin Alkitab (Bibliologi) atau doktrin Gereja (Ecclesiologi).
Semoga artikel singkat ini bisa memberi manfaat bagi orang-orang yang mencari gereja yang alkitabiah. Ketahuilah, gereja alkitabiah itu lebih bernilai dari sebuah gunung emas, karena efeknya kekal.
Jakarta, 18 Desember 2024
DR. SUHENTO LIAUW, D.R.E., TH.D.
<www.graphe-ministry.org>
<drsuhentoliauwblog.graphe-ministry.org>
Youtube: GBIA GRAPHE & GBIA INDONESIA yg.
Maranatha.