MENGIMANI YESUS PALSU

Sebagian orang Kristen di jemaat Korintus ternyata beriman pada Yesus palsu. Kita ketahui hal demikian dari pernyataan Rasul Paulus.

3 Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. 4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima. (2Kor.11:3-4).

Contoh, kita tahu bahwa BAMBANG itu nama umum yang dipakai banyak orang di Indonesia. Di Graphe kami punya pak Bambang yang kami kasihi. Ketika seseorang berkata bahwa dia teman pak Bambang, maka kami pasti tanya pak Bambang yang mana? Kalau ada foto, ya sangat muda untuk memastikan, tetapi jika tidak ada foto berarti melalui penggambaran kata-kata. Jika, katanya Bambang temannya adalah anak muda, maka kami bisa pastikan itu bukan pak Bambang kami. Tetapi jika katanya Bambang temannya itu orang tua, kami tanya kira-kira umur berapa, lahirnya dimana, kurus atau gemuk dan lain sebagainya.

Yesus adalah nama umum saat itu. Bahkan Yesus Kristus berkata nanti banyak orang akan menyesatkan orang dengan memakai namaNya. Orang berhikmat segera tahu bahwa pasti akan muncul banyak YESUS. Dan sudah pasti iblis tidak mau ketinggalan memunculkan banyak Yesus untuk menyesatkan manusia.

Sudah pasti Yesus yang asli tidak ada gambarnya apalagi fotonya, karena zaman Yesus belum ada alat memotret dan orang yang mereka anggap penjahat yang tersalib tidak ada yang mau melukisNya. Sampai sekitar abad keempat, setelah gereja disesatkan oleh Konstantin, Iblis yang licik memicu pelukisan Yesus, dengan rambut gondrong, bahkan kemudian hari semakin bervariasi, ada yang sangat ganteng dengan kumis tipis yang bisa melehkan hati banyak wanita. Padahal menurut kitab Yesaya 53:2, wajah Yesus yang asli tidak tampan, bahkan tidak ada orang yang menginginkannya.

Isa 53:2 ITB Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.

Saya pernah bertanya kepada seseorang, Yesus mana yang dia imani? Dia menunjuk foto di kalender, foto seseorang yang memakai mahkota duri di kepalanya hingga berlumuran darah. Setelah saya amati, sesungguhnya itu foto bintang film Jim Caviezel. Ada Kristen lain lagi yang banyak berdoa menghadap foto Robert Powell dan lain-lain. Dan sekarang kesesatan menggila, zaman dulu patung Yesus palsu hanya di Rio de Jenero, Brazil, tetapi sekarang di pasang di banyak bukit di Indonesia.

Anda percaya Yesus yang mana? Rasul Paulus marah sekali ketika penggambaran Yesus palsu beredar di jemaat Korintus. Yesus yang saya imani lahir di Bethlehem, di kandang dan dibaringkan di palungan tempat makan binatang, bukan di padang gurun di bawah pohon kurma. Yesus yang saya imani ialah Allah yang menghampakan diri mengenakan daging, dan tubuh dagingnya kemudian mati tersalib, dan sesudah tiga hari tiga malam, Ia bangkit mengenakan tubuh kebangkitan. Kemudian Ia menampakkan Diri kepada murid-muridNya sekitar empat puluh hari, dan di depan mata mereka Ia terangkat ke Sorga. Tidak ada yang tahu wajahnya karena belum ada pelukis kontemporer yang melukisNya, apalagi memotretnya.

Gal 3:1 Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?

Kata dilukiskan di bahasa aslinya προεγράφη (proegraphe) dalam KJV diterjemahkan evidently set forth atau bukti dipaparkan, artinya secara tertulis dijelaskan. Maksud Paulus, sudah dijelaskan ulang-ulang yaitu melalui kata-kata dan tulisan.

Tetapi datang pengajar sesat dengan cerita, saat itu belum pakai lukisan masih memakai penggambaran kata-kata, bahwa Yesus begini dan begitu yang berbeda. Rasul Paulus sangat marah pada jemaat Galatia yang gampang disesatkan.

Nanti pada saat Yesus asli datang, banyak orang akan kaget karena saat itu Yesus asli berterus terang katakan kepada mereka bahwa Dia tidak mengenal mereka, dan mengenyahkan mereka. Ternyata selama hidup mereka Yesus yang mereka imani dan sembah adalah bintang film, patung yang dibuat berbentuk seseorang yang dipasang di salib digantung di rumah, dan ditinggikan di atas bukit.

Jangan ikuti nasihat penyesat bahwa diperlu gambar untuk imajinasi, diperlukan patung untuk penggambaran membantu penghayatan. Tahukah Anda mengapa hukum kedua (Kel.20:4) berbunyi “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.” Tuhan tidak mau Dirinya digambarkan dalam bentuk apapun, karena di dunia tidak ada yang seperti dia. Orang yang menyembah Allah tidak boleh membayangkan diriNya seperti sesuatu.

Orang yang cinta kebenaran, pencari kebenaran ketika membaca ini, pasti sudah cukup untuk menyentaknya. Jika ingin mencari kebenaran yang sesungguhnya dan alkitabiah, silakan berkunjung ke alamat website di atas, dan di Channel YouTube, di situ ada ratusan video yang dibuat untuk mencerdaskan pencari kebenaran.

Jakarta, 12 Oktober 2020
DR. SUHENTO LIAUW
Maranatha!

Leave a Reply

Your email address will not be published.