Makna Hari Sabat

Start awal hari Sabat/Istirahat adalah contoh dari Allah untuk manusia, untuk berhenti bekerja setelah bekerja enam hari. Tetapi sebelum manusia jatuh ke dalam dosa, mereka belum bekerja maka TIAP HARI adalah hari libur atau Sabat.

Tidak ada catatan dari Adam sampai Musa ada penerapan Sabat/libur karena tidak mungkin bisa efektif berhubung belum ada theokrasi. Ya, masing masing liburkan budak atau karyawan saja. Saat itu zaman keimamatan ayah, belum ada tempat ibadah simbolik yang dibangun, bahkan tidak ada pemimpin agama yang memimpin penerapan Sabat.

Sejak keluar dari Mesir, theokrasi didirikan, kemah Kudus didirikan, maka Tuhan menetapkan aturan Sabat SEBAGAI SIMBOL untuk menghormati Tuhan, SEKALIGUS untuk melindungi manusia dari tuan yang jahat yang bisa mengeksploitasi budaknya tanpa kasih istirahat (Sabat).

Aturan Sabat begitu keras, yang menentang, atau lalai melaksanakannya harus dimatikan. Dan ini hanya bisa dilaksanakan oleh pemerintahan THEOKRASI.

Banyak hal yang diperintahkan di PL tidak dipahami oleh bangsa Yahudi secara HAKEKAT dan ROHANI. Hati mereka degil karena tidak berusaha mencari makna rohani dari semua perintah yang diberikan Allah.

Ketika Yesus Kristus hadir di muka bumi, ini sesungguhnya Sang Jehovah mengunjungi mereka. Jika mereka cerdas dan mengenalnya, mereka bukan menghormati hari Sabat lagi, melainkan langsung menghormati Tuhannya hari Sabat itu. Tetapi mereka gagal mengenalnya karena mata mereka tertutup oleh ibadah simbolistik ritualistik jasmaniah, tanpa pengertian. Mereka tidak mencari tahu hakekat dari tiap-tiap peristiwa dan ibadah yang diperintahkan. Padahal Yesus Kristus telah menyatakan bahwa Dia adalah TUHAN dari hari Sabat itu, bahwa Dia tidak perlu taat aturan hari Sabat, dan sekarang Dia di depan mereka maka mereka harus menghormatiNya bukan menghormati hari Sabat.

Orang Yahudi, maupun yang non-Yahudi harus paham bahwa kedatangan Yesus Kristus adalah penggenapan hukum Taurat. Tujuan hukum ke-4 yang adalah SIMBOL penghormatan kepada Allah, diberhentikan karena Allah sekarang menghendaki ibadah yang di dalam roh dan kebenaran. Oleh sebab itu Rasul Paulus menulis,

Rom 10:4 Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.

Col 2:16-17 ITB  16 Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; 17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.

Yesus Kristus telah menggenapkan hukum Taurat, dan terlebih lagi Ia telah memisahkan agama dan pemerintah, atau telah menghentikan sistem THEOKRASI, maka penerapan segala ketentuan Sabat sudah tidak bisa dilaksanakan lagi, dan tidak ada kegunaannya untuk dilaksanakan lagi.

Kelompok Advent, dan kelompok lain yang MUNDUR tanpa pengertian untuk melaksanakan ketentuan tentang Sabat zaman theokrasi adalah salah total. Miller dan terutama EGW muncul tanpa pengertian dipakai iblis untuk menyerang Katolik, dan tanpa pengertian memukul rata menyerang semua kelompok yang tidak seperti mereka memelihara hari Sabat. Padahal, sejak kedatangan Yesus Kristus, hukum Taurat dengan segala perintah & ketentuannya, berarti juga tentang Sabat, sudah digenapi.

Eph 2:15 ITB sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

Kiranya penjelasan ini bisa memberi pengertian kepada orang-orang yang sedang bingung karena serangan para murid EGW (Ellen G. White).

Jakarta, 28 Februari 2020
Dr. Suhento Liauw
<www.graphe-ministry.org>
Maranatha!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *