Renungan Harian 4 November – Seorang Penerus Sejati John Huss, Sang Martir

Dari Buku: Tiap-tiap Hari Menelusuri Sejarah Baptis

Nas: Roma 12:18; Matius 10:16

Kita sudah memperhatikan (12 Februari) sebuah resume kehidupan Henry Novotny, “Judson dari Bohemia,” dan menarik sekali ketika menyadari bahwa dia melayani di negeri yang sama dengan John Huss yang mati martir. Lebih dari satu abad sebelum Reformasinya Luther dan Calvin, John Huss telah “naik banding kepada Alkitab sebagai satu-satunya otoritas dalam agama; mempercayai Kristus sebagai satu-satunya kepala atas Gereja; (dan) mengajarkan keimamatan semua orang percaya.”¹ Jadi, walaupun Huss mati martir tanggal 6 Juli 1415, dan badai penganiayaan yang terjadi setelah itu “menurunkan populasi Bohemia dari tiga juta menjadi delapan ratus ribu,” benih-benih kebenaran telah ditanam dan bertunas hidup di zamannya Henry Novotny.”²

Pada tanggal 4 November 1870,”³ Novotny masuk seminari di Switzerland, dan pada tahun 1875 dia menikahi Anna Kastomlatska. Pada tahun 1881 dia pergi bersama istri dan dua orang anak ke Edinburgh, Skotlandia, untuk belajar di Free College di sana. Untuk sementara waktu dia melayani dalam penginjilan, tetapi dia kehilangan posisinya sebagai penginjil ketika dia memeluk posisi Baptis dan diselamkan tanggal 12 Februari 1885 di gereja Baptis terbesar di benua itu, oleh Gembala Charles Ondra di Lodz, Rusia-Polandia. Kembali ke Prague, Bohemia, Novotny mendapatkan penggenapan impiannya ketika enam belas anggota mendirikan sebuah gereja Baptis dekat Prague.

Kebebasan beragama sangat sedikit sekali dikenal, dan Novotny dipanggil menghadap pengadilan banyak kali. Pada satu masa, dia harus melapor kepada otoritas lokal setiap Senin untuk menceritakan aktivitas-aktivitas dia dalam pelayanan. Ketika para pejabat hukum menolak untuk membiarkan gereja itu bertemu di gedung mereka, sang gembala sidang memindahkan kebaktian ke rumahnya sendiri. Sambil pekerjaan itu bertumbuh dan dia tidak dapat menampung jemaat di rumahnya lagi, dia menyewa sebuah gedung untuk kebaktian. Dengan jumlah kehadiran yang meningkat, para pejabat kini bersikeras bahwa kebaktian hanya boleh diadakan di “suatu tempat kediaman,” dan demikianlah sang gembala menyuruh salah satu putranya tidur di gedung sewaan itu dan bersikeras bahwa gedung itu berlaku sebagai “rumahnya.”

Para hakim menjadi terbiasa dengan gembala sidang itu karena dia sering muncul di hadapan mereka, dan ada juga yang menyadari idealisme yang benar. “Sekali ketika dia di hadapan para otoritas, salah satu hakim, setelah sangat marah pada dia karena khotbahnya yang tiada henti, memanggil dia ke kantor pribadinya. Di sana dia berkata kepadanya: ‘Nah, Tuan Novotny, saya berbicara kepadamu sebagai seorang teman, bukan sebagai seorang hakim, tidak usah pedulikan kami, jika kamu bisa melanggar hukum dengan rapi, lakukanlah, tetapi jangan sampai kami tahu akan hal itu.’”4 Novotny mengadakan tujuh kebaktian setiap hari Minggu. Dia bukan hanya berkhotbah tetapi juga memainkan organ dan menyelenggarakan sekolah minggu. Istrinya yang tercinta, Anna, juga adalah seseorang yang tangguh. Dia dibaptiskan di Sungai Vltava yang tertutup es pada tanggal 24 Maret 1885, dan es harus dipecahkan agar dia bisa diselamkan. Tindakan ketaatan itu, bahkan di hadapan perlawanan, sepertinya mencirikan hidup pelayanannya bersama suaminya.

Pekerjaan Baptis bertumbuh di bawah kepemimpinan seperti itu, dan pena Novotny terbukti sama kuatnya dengan pelayanan mimbarnya. “Karya literaturnya diselesaikan di bawah pemerintah Austria sebelum perang [Dunia Pertama], yang dengan ketat mensensor materi-materi yang dicetak . . .baik yang agamawi maupun yang lainnya. Jadi, tulisan-tulisan Tuan Novotny sering disita, dan beberapa kali dia harus membayar denda yang mahal.”5 Pada saat dia pulang ke rumah Bapa, putranya Joseph telah mengikuti jejaknya dalam penggembalaan, dan pekerjaannya telah sedemikian menyebar sehingga ada gereja-gereja Baptis di lebih dari tiga puluh kota di Bohemia. Sejumlah orang-orang muda telah meresponi panggilan untuk berkhotbah. Dampak dari kehidupan Gembala Novotnya akan dapat diapresiasi penuh hanya saat nanti kita berdiri bersama di hadirat Tuhan kita yang akan memberi hadiah.

DLC
_________

¹ J. N. Prestridge, Modern Baptist Heroes and Martyrs (Louisville: World Press, 1911), hal. 72.
² Ibid., hal. 73.
³ Vaclav Vojta, Czechoslovak Baptists (Minneapolis: Czechoslovak Baptist Convention, 1941), hal. 72.
4 Prestridge, hal. 162.
5 Vojta, hal. 63.
———————————–

Renungan Tambahan DR. SUHENTO LIAUW:

1. John Huss, seorang martir di Bohemia tahun 1415, satu abad sebelum Luther. Banyak orang menyangka gereja Baptis sama seperti Protestan yang keluar dari Katolik. ANABAPTIS tidak pernah di dalam Katolik maupun Orthodox. Penganiayaan terhadap pengikut John Huss menyebabkan penduduk Bohemia turun dari tiga jutaan menjadi delapan ratusan ribu, membuktikan keseriusan Katolik membasmi pengikut John Huss. Tetapi beberapa abad kemudian benih itu tumbuh lagi di dalam diri Henry Novotny. ANABAPTIS tidak tercatat sejarah karena mereka tenggelam di bawah tanah dan pemerintah tidak mau mencatat mereka. Tetapi mereka eksis sepanjang masa sejak kepergian para Rasul.

2. Salah satu poin doktrinal yang ditentang ANABAPTIS dari gereja Katolik selain pembaptisan bayi dan penggabungan gereja dengan negara ialah JABATAN IMAM. Anabaptis percaya dalam jemaat PB setiap orang lahir baru adalah anak Allah dan imam, bahkan imamat yang rajani. Aneh sekali, Protestan keluar dari Katolik tetapi ngotot membawa “terafim Laban”, di antaranya ialah doa pemberkatan di akhir kebaktian. Berdoa agar Tuhan memberkati jemaat yang mau pulang tentu hal yang baik, namun mengangkat tangan berlagak jadi imam adalah kesalahan doktrinal. Camkanlah.

3. Henry Novotny adalah pelita di tengah kegelapan Katolik & Orthodox yang tersesat oleh upacara ritual. Mereka sesungguhnya adalah pelita kosong yang tidak ada minyaknya. Repotnya mereka bukan pergi beli minyak melainkan menganiaya “gadis pintar” yang bawa minyak. Sekarang keadaan di Eropa tambah gelap. Ketika saya di hotel Hilton di Vienna, saya tanya receptionist di mana ada gereja Baptis, dia bengong, katanya belum pernah dengar. Saya yakin daya tampung neraka jauh lebih luas dari benua Eropa. Camkanlah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.