Apa Itu Kasih dan Apa Itu Doktrin?

Banyak orang Kristen kebingungan tentang masalah kasih dan masalah doktrin.

Kasih adalah perasaan sayang yg kuat terhadap seseorang. Kamus Webster berkata : love is a feeling of strong or constant affection for a person. Orang tua mengasihi anaknya, suami – Istri saling mengasihi dan lain sebagainya. Karena tidak ada orang yang tidak membutuhkan kasih dan tidak ada orang yg tidak suka dikasihi maka kasih menjadi hal yang sangat utama.

Doktrin itu apa? Dalam bahasa Indonesia disebut pengajaran. Misalnya doktrin tentang keselamatan adalah pengajaran tentang keselamatan. Doktrin keselamatan kekristenan artinya pengajaran tentang keselamatan menurut Alkitab. Agama Budha, Islam dan lain sebagainya juga punya doktrin keselamatan yang menurut kitab suci mereka.

Tentu kita percaya bahwa doktrin keselamatan yang menurut Alkitablah yang kalau diimani maka akan mengantar orang ke Sorga. Doktrin keselamatan Budha, Islam, Hindu, kita percaya akan mengantar orang ke neraka.

Kasih tidak membawa orang ke Sorga. Jika seseorang sangat mengasihi, bahkan membagikan semua hartanya kepada semua orang miskin, atau dari pagi hingga malam kerjanya hanya menolong orang, itu tidak membuat orang-orang yang terima kasihnya akan pergi ke Sorga, malahan mungkin bisa menjerumuskan mereka ke neraka, karena untuk masuk Sorga seseorang harus percaya kepada doktrin (pengajaran) tentang masuk Sorga yang alkitabiah. Maka itu jika kita membagikan ajaran (doktrin) tentang keselamatan yang menurut Alkitab, dan orang yang mendengar mempercayai doktrin itu, maka ia pasti akan masuk Sorga.

Kasih bisa mendorong seseorang memberikan sesuatu kepada orang lain. Dan tentu kasihlah yang telah mendorong banyak misionari beritakan Injil ke berbagai negara, bahkan karena kasih mereka telah mengalami penderitaan yang amat sangat. Tetapi berita dan pengajaran yang disampaikan misionari itulah yang jika diimani oleh yang dengar, akan menyelamatkan mereka. Dan kasih yang semakin besar akan mendorong orang memberikan barang yang semakin bernilai. Jadi, kalau kita sungguh-sungguh mengasihi seseorang, apakah yang lebih bernilai daripada masuk Sorga? Beritakan Injil kepada orang yang Anda kasihi, dan agar bisa memberitakan Injil dengan tepat pelajari doktrin keselamatan yang alkitabiah. Doktrin keselamatan yang alkitabiah sangat amat penting untuk menyelamatkan orang dari neraka.

Seandainya ada seorang yang sangat mengasihi satu suku yang terpencil dan masih primitif, ingin berbuat sesuatu. Ia jual seluruh hartanya dan pergi ke suku itu untuk membuat suku itu mengenal dunia luar, akhirnya mereka menjadi orang modern tetapi tanpa injil yang benar mereka pasti binasa. Tetapi jika dia memberitakan Injil kepada mereka, maka mereka yang percaya akan masuk Sorga.

Dan jika seseorang tidak tahu doktrin tentang keselamatan yang benar yang sesuai Alkitab melainkan hanya punya kasih yang berkobar-kobar, maka dia akan memberitakan Injil yang salah. Pertanyaannya, apakah kasihnya yang besar itu bisa menyelamatkan orang suku itu? Sama sekali tidak. Tanpa doktrin tentang keselamatan yang alkitabiah tidak bisa menyelamatkan manusia yang berdosa.

Banyak Kristen bodoh berkata pokoknya beritakan Yesus, yang menyelamatkan adalah Yesus bukan doktrin. Kristen demikian tidak tahu bahwa DOKTRIN itu artinya pengajaran, Yesus Kristus itu ISI PENGAJARANNYA, atau isi doktrinnya. Doktrin tentang Yesus harus sesuai dengan Alkitab, misalnya apakah dia Allah yang jadi manusia atau dia sekedar manusia. Yesus yang Juruselamat itu lahir di Betlehem atau di bawah pohon karma. Yesus yang Juruselamat itu wajahnya jelek seperti gambaran kitab Yesaya 53:1-2, atau seperti yang di kalender yang rambutnya gondrong. Intinya, Yesus yang diajarkan atau yang disimpulkan dalam DOKTRIN KESELAMATAN harus yang persis sesuai Alkitab. Kalau berbeda dari Alkitab, itu bukan Yesus yang Juruselamat. Pada abad pertama banyak orang yang bernama Yesus di Israel, bahkan sekarang pun di Filipina banyak yang bernama Yesus.

Selain penjelasan Yesusnya tepat sesuai Alkitab, masih perlu penjelasan mengapa orang berdosa tidak bisa masuk Sorga? Dan mengapa jika percaya Yesus lalu bisa masuk Sorga? Kalau bayi yang belum bisa percaya meninggal, itu nasibnya bagaimana? Banyak sekali ajaran yang perlu diuraikan untuk diimani seseorang yang mau pergi ke Sorga. Termasuk nasihat sesudah percaya Yesus tidak boleh lagi berdoa kepada dewa lokal dalam legenda suku mereka, dan juga tidak boleh berdoa kepada Rasul, Yusuf, Maria, karena mereka semua adalah manusia.

Bayangkan, jemaat Galatia adalah jemaat yang sudah diberitakan Injil yang benar oleh Rasul Paulus. Namun kemudian datang pengajar lain dari Yerusalem yang menyimpangkan pengajaran tentang keselamatan yang sudah mereka yakini, Paulus katakan bahwa mereka akan binasa.

Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia. (Gal.5:4).

Perhatikan, kamu lepas dari Kristus itu artinya kamu binasa.

Iblis bekerja sedemikian rupa, ia masuk ke dalam gereja-gereja, bahkan ke dalam berbagai sekolah theologi. Iblis mengacaukan konsep jemaat tentang arti kata DOKTRIN. Iblis menghasut dengan berkata bahwa gara-gara doktrin maka jadi begitu banyak denominasi gereja. Jadi, doktrin itu barang yang negatif, dan perlu ditinggalkan. Bahkan iblis sampai pada tingkat mengajak orang Kristen bodoh memusuhi doktrin.

Padahal, doktrin itu artinya pengajaran, jadi DOKTRIN tentang KESELAMATAN yang dalam bahasa Inggris disebut SOTERIOLOGY, itu seluruh paketnya ialah tentang pribadi Yesus Kristus yang adalah Juruselamat, dan segala sesuatu yang menyangkut cara lepas dari tuntutan dosa, sampai mendapatkan kepastian masuk Sorga. Termasuk di dalam paket itu ialah, apakah perlu ditambah dengan baptisan dan lain sebagainya?

Tentu ada pengajaran (doktrin) tentang Alkitab yang disebut Bibliology, dan doktrin tentang gereja yaitu Ecclesiology, bahkan ada doktrin tentang malaikat yaitu Angelology, dan tentang setan yaitu Satanology. Sesungguhnya telah berabad-abad orang Kristen tahu, terlebih orang-orang yang mempelajari theologi, bahwa pelajaran SYSTEMATICAL THEOLOGY, itu adalah Pelajaran yang paling penting dan utama karena itu adalah kesimpulan yang sistematis tentang sebuah topik yang adalah icon untuk menandai mutu dari sebuah sekolah theologi.

Memang tak terhindarkan bahwa iblis yang telah mendirikan berbagai aliran sesat juga mensistematiskan ajaran (doktrin) mereka. Dengan demikian muncul banyak doktrin sesat dari sekte dan bidat. Ketika mereka juga gencar mengajarkan doktrin mereka, bahkan lebih rajin dari yang mengajarkan doktrin alkitabiah, mereka bahkan door to door,  maka sangat membingungkan orang Kristen.

Ketika orang Kristen bingung-bingung, iblis munculkan kelompok yang menyerukan untuk memusuhi doktrin. Mereka bukan memusuhi doktrin yang sesat, melainkan memusuhi doktrin. Mereka menyerukan PERMUSUHAN terhadap doktrin dan berkata bahwa mereka menjunjung tinggi KASIH saja. Tanpa mereka sadari bahwa mereka telah masuk perangkap iblis. Bisakah ada gereja yang tidak ada doktrin? Tidak bisa, bahkan arisan saja perlu doktrin, yaitu doktrin tentang seputar arisan, karena doktrin itu artinya AJARAN. Pemimpin gereja yang berseru bahwa di gerejanya tidak pakai doktrin itu sebenarnya ada doktrin, yaitu doktrin acak-acakan yang disimpulkannya sendiri secara sembarangan. Bahkan banyak pengkhotbah karbitan, atau pengusaha kaya yang ingin tampil di panggung gereja, namun tidak mau belajar, berkata tidak perlu doktrin dan mereka memusuhi doktrin. Mereka tampil sedemikian memukau, karena sudah sering bertindak sebagai MOTIVATOR di berbagai perusahaan, untuk menceritakan pengalaman, bahkan banyak yang berdusta dibawa ke Sorga dan Neraka.

Tahukah Anda apakah yang membedakan kekristenan dari Budhisme? Bukan kasih, karena mereka juga sangat menjunjung tinggi kasih bahkan dalam banyak hal mereka terlihat lebih mengasihi. Doktrinlah yang membedakan kekristenan dari Budhisme, Islam, dan semua agama di dunia. Doktrin kekristenan disimpulkan dari Alkitab sedangkan doktrin Islam disimpulkan dari Alquran, doktrin Budhisme disimpulkan dari Tripitaka. Jika semua agama tinggalkan doktrin masing-masing dan hanya bicara tentang kasih, maka tidak lama lagi semua agama bisa digabungkan menjadi satu agama dunia (One World Religion). Dan, inilah target akhir dari Lucifer, yaitu mengendalikan politik, ekonomi dan agama.

Apakah yang membedakan sekte, bidat dari kekristenan alkitabiah? Ya doktrin yang diajarkan. Contoh, apa yang membedakan kekristenan alkitabiah dari kompok Saksi Jehovah? Ya doktrin masing-masing. Misalnya, topik tentang pribadi Yesus Kristus, apa isi doktrin SSJ tentang Yesus Kristus, dan apa kata Alkitab tentang Yesus Kristus. Apa beda gereja Advent dengan gereja yang alkitabiah? Ya, doktrin yang diajarkan oleh gereja masing-masing. Advent mengajarkan harus kuduskan hari Sabtu sedangkan gereja alkitabiah mengajarkan bahwa ibadah di dalam Roh tidak lagi terikat pada waktu. Bagaimana pendapat gereja Baptis? Gereja Baptis mengajarkan bahwa sejak kedatangan Yesus Kristus, semua hari sama, tidak perlu lagi menguduskan hari Sabtu. Doktrin yang manakah yang benar? Untuk mengetahuinya tentu melalui pengolaan otak, bukan dengan doa puasa.

Ada yang langsung berteriak, bukan pakai otak, pakai hati! Banyak orang ketika ditanya dimana posisi hatinya? Dia bingung, karena kalau otak dia tahu persis lokasinya, sedangkan hati dimana? Apakah itu jantung, atau lever? Sebenarnya, hati itu gabungan kerja otak dan perasaan. Untuk membedakan antara benar dan salah, pakai apa? Ketika guru memeriksa hasil pekerjaan murid untuk mengetahui mana yang benar dan yang salah, pakai apa? Pasti pakai otak. Dan tentu orang yang hatinya sangat menginginkan kebenaran, otak dan perasaannya akan dituntun Roh Kudus.

Doktrin sesat yang semakin banyak, tidak bisa dilawan dengan mengabaikan doktrin. Jika anak-anak Tuhan ambil sikap mengabaikan doktrin, itu namanya masuk perangkap iblis. Target iblis mengacaukan doktrin melalui berbagai bidat dan sekte, ialah agar orang-orang jadi bingung dan mengabaikan doktrin. Jika orang Kristen mengabaikan doktrin, lalu dengan cara apa lagi untuk melawan berbagai bidat yang justru meningkatkan kesistematisan doktrin mereka? Doktrin SSJ disusun sedemikian rupa dengan bahan cetakan yang bagus dan diajarkan dari rumah ke rumah, kepada orang Kristen bodoh yang berkata jangan bicara doktrin. Padahal dia kemudian duduk di ruang tamunya sedang diajarkan doktrin yang disusun para pemimpin SSJ di Brooklyn, AS.

Kini, ada ribuan denominasi gereja, dan semuanya memanfaatkan kebebasan, bahkan memanfaatkan MEDSOS, menyebarkan doktrin masing-masing. Iblis menyebarkan doktrinnya SAMBIL MENYERUKAN jangan menyampaikan doktrin melainkan kasih saja. Bisakah pembaca melihat tipumuslihat iblis yang sangat canggih itu?

Bagaimana membedakan sebuah denominasi dengan yang lain dan mengetahui yang benar? Asa orang berkata, tidak perlu dibedakan, pokoknya masih percaya Alkitab dan Yesus. Iblis tersenyum dengan jawab itu karena dia melihat UMPANNYA akhirnya dimakan. Iblis kewalahan dengan orang Kristen yang berpikir kritis, dan dia akan sukses jika orang Kristen tidak bernafsu lagi membedakan satu denominasi dengan yang lain untuk mencari yang lebih benar.

Memang, ketika membicarakan kasih pasti tidak ada yang tersinggung dan tidak ada yang keberatan. Sebaliknya ketika membicarakan doktrin, itu akan memisahkan. Tetapi itulah satu-satunya cara untuk memisahkan yang benar dari yang salah. Doktrinlah yang memisahkan Sorga dan Neraka, sedangkan kasih kini dipakai sebagai alat oleh iblis untuk menyatukan orang ke neraka. Tuhan pernah berkata,

“Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. (Mat.10:35-38).

Tolong pembaca yang berhikmat mencamkan, kalau bukan doktrin, apa yang memisahkan anak dari ayahnya? Iblis, dengan para penyesatnya, memakaikan kaca mata kuda kepada banyak orang Kristen, dan mengarahkan pandangan mereka pada kasih saja. Padahal Tuhan sendiri yang mengatakan bahwa Ia datang untuk memisahkan. Doktrinlah yang memisahkan antara kebenaran dan kesesatan, dan doktrinlah yang memisahkan Sorga dari Neraka. Tentu, bagi yang doktrinnya sama bisa disatukan, maka doktrin yang alkitabiah akan bersatu di satu ujung, demikian juga doktrin-doktrin sesat akan bersatu di ujung yang lain.

Kesimpulan kita, orang Kristen yang tidak memahami doktrin tidak akan sanggup membedakan kekristenan dari berbagai agama lain, apalagi membedakan satu denominasi Kristen dengan yang lain. Orang demikian adalah orang yang sudah masuk perangkap iblis. Penyebabnya sangat mungkin dia belum diselamatkan, karena kata Alkitab manusia rohani sanggup menilai segala sesuatu (1kor2:15).

Saya menuliskan artikel ini karena  terdorong oleh kasih agar pembaca dapat membedakan antara kasih dan doktrin, dan tahu persis bahwa kasih tidak bisa menyelamatkan, kasih hanya mendorong orang melakukan usaha penyelamatan. DOKTRIN KESELAMATAN ALKITABIAH adalah alat satu-satunya untuk menyelamatkan, bahkan alat untuk membedakan kebenaran dari kesesatan.

Jika Anda ingin tahu lebih banyak kebenaran alkitabiah silakan mengunjungi
<www.graphe-ministry.org>

Leave a Reply

Your email address will not be published.