CARA IBLIS MENYERANG ALKITAB DENGAN MUJIZAT

Pertama sekali mari kita bedakan pembuat mujizat dan mujizat itu sendiri. Pembuat mujizat itu orangnya sedangkan mujizat adalah peristiwa atau kejadiannya.

Allah Pencipta alam semesta adalah pembuat mujizat sejati. Terciptanya alam semesta sesungguhnya adalah mujizat. Selanjutnya segala sesuatu yang terjadi yang melampaui kemampuan manusia dikategorikan mujizat, dan dianggap terjadi oleh Allah.

YESUS KRISTUS BUKTIKAN DIRINYA MESIAS

Yesaya 35:5-6 menubuatkan bahwa ketika Mesias, yang adalah Allah sendiri hadir maka akan terjadi banyak mujizat.

5   Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. 6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara;

Oleh sebab itu ketika Yohanes memerlukan kepastian bahwa Yesus Kristus adalah Mesias yang dinantikan, ia mengutus muridnya bertanya dan Yesus Kristus menjawab dengan menunjuk kitab Yesaya tersebut.

4 Yesus menjawab mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat 5 orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi Tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. 6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”

Ada banyak orang sakit saat Yesus di bumi, dan juga ada banyak orang yang mati. Tetapi tidak semua orang disembuhkan atau dihidupkan. Ada banyak orang yang disembuhkan, dan ada tiga orang yang dihidupkan, tindakan itu untuk membuktikan bahwa Dialah Sang Mesias yang dinantikan bangsa Yahudi.

PAULUS BUKTIKAN DIRINYA RASUL KRISTUS YESUS

Kemudian Tuhan kembali ke Sorga, dan mengutus murid-muridNya untuk menjadikan semua bangsa muridNya. Mereka adalah utusan khusus yang diberi sebutan UTUSAN Yesus Kristus. Kata UTUSAN itu dalam bahasa Yunani APOSTOLOS dan dalam bahasa Arab RASUL. Bahasa Indonesia mengambil bahasa Arab. Paulus menyebut dirinya RASUL Kristus Yesus (1Kor.1:1, Ef.1:1).

Pengajaran Kristus Yesus sesungguhnya adalah bentuk revisi terhadap PL yang bersifat simbolistik, ritualistik dan jasmaniah MENJADI hakekat rohaniah dalam kebenaran (Yoh. 4:23). Tuhan mengutus murid-muridNya menyampaikan Injil keselamatan yang sangat penting dan pengajaran yang sangat benar. Untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar UTUSAN KHUSUS Kristus Yesus, mereka diberi KUASA melakukan mujizat. Jadi, kuasa untuk melakukan mujizat adalah BUKTI atau TANDA bahwa orang tersebut RASUL Kristus Yesus.

2Kor.12:12 Segala sesuatu yang MEMBUKTIKAN, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.

LOGISNYA, sekali lagi logisnya, kuasa melakukan mujizat hanya diberikan kepada RASUL, karena itu tanda yang membuktikan bahwa mereka Rasul Kristus Yesus. Jika diberikan juga kepada semua orang percaya maka bukan lagi sebagai tanda kerasulan.

Sekarang pembaca pasti mengerti mengapa hanya RASUL yang diberi karunia kuasa melakukan mujizat.

Kis. 2:43   Maka ketakutanlah mereka semua, sedang RASUL-RASUL itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.

Kis. 5:12   Dan oleh RASUL-RASUL diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat.

Lalu bagaimana dengan Stefanus dan Filipus yang dikatakan bahwa oleh mereka banyak mujizat terjadi?

Kis. 6:8  Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.

Kis.8:6  Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu.

Stefanus dan Filipus adalah Diaken yang dipilih jemaat Yerusalem (Kis. 6:5). Pertanyaannya, apakah Stefanus dan Filipus RASUL Kristus Yesus juga atau mereka hanya berdoa untuk seseorang dan Tuhan MENJAWAB doa mereka sehingga terjadi mujizat untuk mendukung pelayanan mereka? Ingat, saat itu Kekristenan baru mulai, para Rasul diperintahkan pergi tetapi mereka diam di Yerusalem. Filipus adalah orang pertama yang menginjil ke Samaria.

Demi konsisten,  to be consistent maka harus menafsirkan bahwa Stefanus dan Filipus bukan RASUL Kristus Yesus, tetapi mereka berdoa dan ada mujizat terjadi. Artinya, mereka tidak diberi kuasa melakukan mujizat melainkan Tuhan menjawab doa mereka untuk mendukung penginjilan mereka mengingat saat itu belum ada Injil tertulis. Karena setiap orang yang menyandang jabatan RASUL Kristus Yesus, itu artinya orang yang diutus LANGSUNG oleh Kristus Yesus. RASUL Paulus mengklaim dirinya RASUL Kristus Yesus karena dia betul-betul LANGSUNG diutus Kristus Yesus.

Kis. 9:15   Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. 16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”

Kis. 23:11  Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.”

Paulus bukan cuma diutus langsung oleh Yesus Kristus, bahkan disebut ALAT PILIHANNYA. Dan dia orang yang pernah diangkat ke langit tingkat tiga. Sekarang, pembaca pasti sudah mengerti mengapa HANYA Paulus yang mengadakan mujizat sedangkan Barnabas, Silas, Timotius, Titus dll., tidak mengadakan mujizat, karena hanya Paulus yang diutus langsung Yesus Kristus, yang lain adalah diutus oleh jemaat.

TULISAN RASUL ADALAH FIRMAN TUHAN

Banyak orang tidak tahu alasan 27 kitab PB adalah firman Tuhan.

PL 39 kitab adalah firman Tuhan karena, (1)Tradisi Yahudi mengakui itu firman Tuhan. (2) kitab-kitab tersebut dikutip para Rasul dalam penulisan PB. (3) Tuhan Yesus mengakui 39 kitab PL adalah firman Tuhan yang menulis tentang Dia (Luk. 24:44).

PB 27 kitab adalah firman Tuhan alasannya ialah (1) Karena itu adalah tulisan RASUL Kristus Yesus. (2) Karena isinya atau sumbernya para RASUL. (3) Karena tulisan itu beredar selagi masih ada RASUL Kristus Yesus. Hasil dari tiga syarat tersebut adalah hanya 27 kitab di tangan kita, dengan kitab Wahyu yang ditulis Rasul Yohanes sekitar tahun 98 AD sebagai kitab terakhir, adalah satu-satunya firman Tuhan.

Sudah sangat tepat bahwa tulisan RASUL dan tulisan yang sumbernya RASUL serta tulisan yang beredar selagi masih ada Rasul, dikumpulkan dan diterima sebagai firman Tuhan. Akhirnya terkumpul PL 39 kitab, dan PB 27 kitab yang total 66 kitab adalah firman Tuhan, dan satu-satunya. Setelah tidak ada RASUL yang hidup, ada muncul banyak tulisan, ada sekitar dua puluhan Injil. Tetapi karena tidak ada rasul yang bisa memastikan tulisan itu betul berasal dari seorang RASUL sekalipun judulnya Injil Petrus, karena selagi Petrus hidup tidak ada, maka tulisan itu tidak bisa diterima ke dalam kanon. Tentu terlebih lagi jika ada pribadi bernubuat, dapat mimpi, dll sesudah tidak ada RASUL, maka tidak boleh diterima karena siapakah yang bisa memastikan bahwa itu dari Tuhan atau iblis yang pakai nama Tuhan.

Jadi, kita bisa terima tulisan 27 kitab PB adalah firman Tuhan karena jaminan hubungannya dengan RASUL. Dan bukti seseorang itu RASUL Kristus Yesus ialah kuasa melakukan mujizat.

IBLIS BERUSAHA MENGACAUKAN ALKITAB

Tuhan mau murid-muridNya sepanjang masa pintar, cerdas, penuh hikmat, dan tahu persis bahwa tidak ada RASUL lagi, karena mereka semua sudah pulang ke Sorga. Kitab yang di tangan kita adalah satu-satunya firman Tuhan, dan sifatnya KANON TERTUTUP. Seandainya di Jazirah Arab pada abad ke enam orang Kristennya terdidik maka tidak akan muncul kitab lain, demikian juga di AS abad 19 ketika Joseph Smith berkata ia dapat wahyu dari Allah.

Iblis tidak putus asa, dia bekerja keras memanfaatkan situasi dan kebodohan orang Kristen. Iblis menolong orang Kristen yang tidak lahir baru dan yang hati nurani mereka memakai cap iblis (1Tim.4:2), untuk mempromosikan mujizat dan si pembuat mujizat. Apa hubungannya si pembuat mujizat dengan Alkitab?

Tulisan RASUL adalah firman Tuhan, dan tanda atau bukti kerasulan adalah kuasa melakukan mujizat. Maka cara mengganggu status Alkitab yang adalah satu-satunya firman Tuhan, ialah munculkan PEMBUAT mujizat sehingga bisa mengganggu tanda atau bukti kerasulan itu. Ketika bukti kerasulan dikaburkan maka alasan tulisan rasul berstatus firman Tuhan menjadi kacau.

Jadi, orang-orang seperti Reinhard Bonnke, Benny Hinn dan teman-teman mereka adalah pembuat mujizat yang dimunculkan iblis mengatasnamakan Yesus untuk mengganggu status Alkitab yang adalah kanon tertutup satu-satunya firman Tuhan. Dengan menyerukan bahwa mereka diberi kuasa melakukan mujizat, maka keistimewaan RASUL KRISTUS YESUS menjadi kabur. Dan ketika keistimewaan jabatan RASUL KRISTUS YESUS dikaburkan maka otomatis alasan untuk menerima surat Paulus sebagai firman Tuhan jadi aneh. Jadi, kiranya pembaca diberi cukup hikmat untuk mengerti dan menilai dan bisa berpikir logis.

PERHATIKAN, kami tidak pernah meragukan KUASA Yesus Kristus. Tetapi menurut pikiran logis kami, pihak yang memunculkan RASUL sesudah Alkitab diselesaikan oleh Rasul terakhir, Yohanes, pasti bukan dari pihak Tuhan melainkan pihak iblis. Kami tidak meragukan kuasa Tuhan, oleh sebab itu jika kami sakit, dan jemaat sakit, kami berdoa dan berharap mujizat bisa terjadi seperti yang terjadi oleh doa Stefanus dan Filipus. Tetapi kami tidak bisa terima jika ada seseorang yang dikatakan memiliki karunia melakukan mujizat, karena jika itu benar maka orang tersebut adalah RASUL dan konsekuensi berikutnya semua tulisannya harus kita terima sebagai firman Tuhan. Kami percaya Tuhan Yesus tak pernah berubah, dan kuasaNya tak pernah berubah, Tuhan bisa melakukan mujizat sebagai jawaban atas doa kita. Tetapi tidak ada lagi si pembuat mujizat karena itu karunia khusus untuk RASUL sebagai tanda kerasulan.

Ada orang berkata kepada saya bahwa si anu pergi ke sebuah kota, keliling sebuah bangunan, dan dia lihat Yesus, pulang jadi orang Kristen. Apakah itu bukan dari Tuhan? Saya katakan seratus persen bukan dari Tuhan. Pertama, bagaimana dia tahu bahwa itu Yesus bukan iblis? Kedua, setelah tidak ada Rasul bahkan tulisan yang menyandang nama Petrus PUN ditolak sebagai firman Tuhan. Ketiga, orang tersebut tidak lahir baru melainkan hanya jadi Kristen bahkan dibawa keliling untuk bersaksi agar merusak konsep Alkitab KANON TERTUTUP. Seandainya dia akhirnya bertemu gereja yang alkitabiah dan lahir baru, iblis tidak rugi karena ia berhasil memasukkan “ragi” ke dalam kekristenan yang bisa merusak pengakuan iman kekristenan yang terpenting yaitu ALKITAB SATU-SATUNYA FIRMAN TUHAN. Iblis tentu berani kehilangan pion, bahkan kuda jika dia bisa makan menteri apalagi bisa skakmat.

Menulis dengan kasih Kristus agar yang salah kembali kepada kebenaran dan menjadi orang Kristen yang berhikmat.

Jakarta, 10 Mei 2019
Dr. Suhento Liauw
Maranatha!

Leave a Reply

Your email address will not be published.