JANGAN PAKAI AKAL BUDI?

Bukan satu dua kali, melainkan sangat banyak kali, dalam diskusi, maupun tanya jawab, ketika lawan bicara kehabisan kata-kata, ia berkata, Bapak JANGAN PAKAI LOGIKA DONK.

Sebenarnya, binatang pun memakai logika, hanya Logikanya sangat terbatas. Logika binatang itu untuk mencari makan, memilih makanan, melarikan diri dll. Binatang tidak bisa bikin pesawat, tidak bisa bikin handphone.

MAKHLUK BERAKAL BUDI

Tuhan menciptakan manusia, makhluk berakal budi yang bisa berpikir seperti Tuhan sendiri. Dan dikatakan bahwa manusia itu SEGAMBAR dan SEPETA dengan Tuhan sendiri. Itulah sebabnya manusia bisa berpikir dengan otaknya, dan menimbang dengan hatinya.

Otak, adalah sesuatu yang semua orang tahu. Tetapi hati, itu apa? Dalam bahasa Inggris HEART itu jantung sedangkan bahasa Indonesia HATI itu LEVER. Tetapi Sesungguhnya HEART dimaksud dengan hati tentu bukan jantung atau lever. Miriam Webster mendefinisikan heart sebagai.

: the emotional or moral nature as distinguished from the intellectual nature.

Ketika seseorang masuk sekolah tentu seluruh pribadi orang tersebut terlihat, ya otaknya juga emosinya, bahkan juga dengan segenap jiwa dan rohnya. Tidak ada bagian dari orang tersebut yang tertinggal ketika seseorang duduk di bangku sekolah.

TUHAN & RASUL AJAK PAKAI OTAK

Luk. 12:54 Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. 55 Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. 56 Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? 57 Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?

Coba baca ulang-ulang, maksud Tuhan, terhadap cuaca dan keadaan di bumi kalian bisa berpikir jernih, pakai otak dan menilai dengan tepat, mengapa terhadap perkara rohani kalian tidak jalankan otak?

Mat 22:42 “Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?” Kata mereka kepada-Nya: “Anak Daud.” 43 Kata-Nya kepada mereka: “Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata: 44 Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. 45 Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?”

Tuhan mengajak orang Yahudi bertheologi, mengolah otak yang Tuhan ciptakan dan taruh di dalam kepala mereka.

Rasul Paulus mendirikan STT di Efesus, tidak mungkin dia suruh siswanya tinggalkan akal sehat, dan mereka hanya perlu pakai HATI dan ROH saja.

Heb 10:16 sebab setelah Ia berfirman: “Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,” Ia berfirman pula: “Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan MENULISKANNYA DALAM AKAL BUDI MEREKA.

Bacalah himbauan Rasul Petrus,

1Pe 1:13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.

Rasul Petrus, yang tentu menulis oleh ilham Roh Kudus, mengimbau agar orang-orang percaya sepanjang zaman, menyiapkan AKAL BUDI masing-masing dengan baik. Karena iblis pasti menyerang dengan berbagai argumentasi untuk mengacaukan logika, dan murid Tuhan yang sejati harus mempersiapkan akal budi dengan baik untuk menangkis serangan tersebut.

Ingat, Tuhan telah menyediakan dua alat bagi manusia untuk mencari kebenaran Allah dan KerajaanNya. Ia telah menaruh otak di dalam kepala kita, dan Roh Kudus telah menyelesaikan sebuah buku yang diilhaminya, yaitu Alkitab. Setelah Alkitab diselesaikan Roh Kudus, maka Alkitab menjadi ALAT UKUR, atau Standar kebenaran. Karena standar kebenaran maka tidak boleh dikurangi maupun ditambahi lagi. Jika masih perlu ditambahi, maka artinya belum standar. Mengapakah tidak ada penambahan wahyu? Karena semua wahyu dalam Alkitab sudah cukup dan menjadi standar, maka tidak mungkin lagi ada nubuatan, suara, penglihatan, mimpi, bahasa lidah, atau apa pun bentuk wahyunya yang dari Tuhan.

Sering kali muncul seruan, JANGAN MEMBATASI ALLAH! Pernyataan ini kurang hikmat jika kita tidak enak katakan bodoh. Karena sesungguhnya tidak ada manusia bahkan malaikat pun yang sanggup membatasi Allah. Tetapi kebenarannya ialah bahwa Allahlah yang membatasi manusia agar tidak ditipu iblis. Tuhan tahu bahwa iblis mencari cela terus untuk menipu manusia. Dan Tuhan tidak mau manusia mencariNya di luar Alkitab. Kalau mencari kebenaran Allah di luar Alkitab, maka iblis akan memimpin orang itu kepada kebenarannya.

IBLIS TAKUT YANG PAKAI AKAL BUDI

Tidak ada di antara kita yang tidak tahu bahwa perdukunan itu mematikan akal budi. Juga tidak ada yang tidak mengerti bahwa semua bentuk penyembahan berhala sama sekali tidak memakai akal budi. Yes. 44:19 mengatakan bahwa penyembah berhala itu menyembah kayu bakarnya, karena sebagiannya dibuat patung dan sebagiannya untuk kayu apinya.

Jika penyembah berhala sungguh-sungguh memakai akal budi mereka, maka mereka pasti segera tinggalkan berhala mereka.

Di manakah ada agama yang memakai akal budi selain kekristenan? Agama manapun, jika umatnya memakai akal budi dengan baik, misalnya mereka banyak bertanya, maka pertama mereka akan bikin pusing pemimpin mereka, dan selanjutnya mereka akan tinggalkan agama mereka.

Satu-satunya iman yang memakai akal budi, dan yang menyerukan pemakaian akal budi ialah kekristenan. Kekristenan yang benar tidak pernah mengancam orang yang memakai akal budinya atau mengritik kekristenan. Bahkan tidak pernah mengancam umatnya yang akan meninggalkan kekristenan.

Sebenarnya, iblis takut manusia memakai akal budinya, karena ketika manusia memakai akal budi, iblis akan semakin terpojok. Terlebih lagi jika manusia memakai akal budi dan HANYA mencari kebenaran dalam Alkitab, maka iblis akan sangat kesulitan untuk menyesatkan. Tak heran iblis munculkan tipu muslihat untuk menggiring orang meninggalkan akal budi.

Iblis berkata, jangan pakai otak, tetapi pakai hati! Coba, mengherankan tidak? Bagaimana bisa memisahkan otak dan hati? Siapa pun yang berhasil memisahkan otak dan hati pasti dia jadi manusia sinting. Orang yang berkata demikian itu sepertinya dia tidak mau berpikir lagi, karena dia takut pengajaran yang sedang diimaninya akan ternyata bertentangan dengan akal budinya. Dan dia tidak sanggup menelan pil pahit itu.

Ada model lain lagi, jangan pakai otak, pakai Roh Kudus! Terdengar sangat rohani. Padahal, Roh Kuduslah yang mengilhamkan penulisan Alkitab, dan Roh Kudus yang akan menerangi PIKIRAN dan HATI setiap orang yang sungguh mencari kebenaran Allah. Roh Kudus tidak memberikan wahyu tambahan karena wahyu tambahan justru akan menurunkan wibawa Alkitab.

Roh Kudus itu pribadi Allah, Dia bukan alat yang boleh dipakai. Ketika hati seseorang mengasihi Tuhan dan ingin mengerti kebenaranNya, Roh Kudus akan membantunya memahami kebenaran itu. Tetapi orang itu sendiri harus memiliki keinginan yang besar dan berusaha. Jika seseorang tidak berusaha belajar bahasa asli Alkitab, tidak mungkin dia hanya berdoa saja memohon lalu tiba-tiba dia menjadi bisa mengerti bahasa Yunani. Inilah yang dimaksudkan karunia pengetahuan lenyap dalam 1Kor.13:8. Para Rasul, terutama penulis Alkitab, mendapat karunia pengetahuan, misalnya Matius diberi tahu tentang peristiwa pencobaan Tuhan, tentang perkataan Herodes dengan orang Majus, dan lain-lain. Setelah Alkitab selesai karunia pengetahuan seperti itu tidak diberikan lagi, semua orang sudah harus belajar, mengolah otak, menghapal.

Ketika orang itu berkata jangan pakai akal budi melainkan pakai Roh Kudus, sebenarnya maunya dia ialah masuk ke lingkup roh yang subyektif dan tidak pasti. Saya pikir orang yang berbicara demikian tidak tahu apa yang dibicarakannya. Apakah yang dimaksudkannya dengan pakai Roh Kudus? Meminta makhluk halus datang menjelaskan ayat Alkitab? Atau pergi ke sebuah gua yang agak gelap untuk bersemedi sambil merenungkan perikop Alkitab? Atau doa puasa tiga hari tiga malam untuk mengerti ayat-ayat Alkitab? Hati-hati, ketika seseorang menyimpang dari kebenaranNya dan menggebu-gebu meminta sesuatu yang Tuhan sudah hentikan, iblis akan menyediakan untuknya. Jika iblis sudah ikut campur tangan, maka akan menghasilkan kekristenan yang mirip woodoo.

Jika kekristenan meninggalkan akal sehat, maka efeknya minimal ada tiga, pertama semua STT yang ada akan berubah menjadi tempat pertapaan. Dan kedua, iblis bersukacita karena dia akan bergerak berbisik kepada mereka yang bertapa dan doa puasa dan mereka akan meyakini itu bisikan Roh Kudus. Ketiga, kekristenan yang di atas saya katakan paling mengandalkan logika akan berubah menjadi setara dengan perdukunan dan para Gembala akan mirip dengan para Baba yang di Himalaya.

Pernah suatu hari ada pengkhotbah sebuah gereja datang dan duduk di kantor saya. Setelah dia omong banyak yang kacau balau, kemudian saya mencoba menjelaskannya secara sistematis dan dengan ayat-ayat Alkitab. Kemudian dia berkata, Pak Suhento jangan pakai logika donk. Saya terdiam agak lama, kemudian saya tanya dia, tadi dari rumah sampai di tempat saya ini pakai logika tidak? Mukanya memerah. Padahal dia bicara menjelaskan doktrinnya secara acak-acakan sekitar 15 menit, apakah itu tidak pakai logika?

KESIMPULAN

Pembaca yang terkasih, tahukah Anda apa yang terjadi pada Nebukadnezar ketika ia kehilangan akal budinya? Dia jadi lembu.

Pada waktu akal budiku kembali kepadaku, kembalilah juga kepadaku kebesaran dan kemuliaanku untuk kemasyhuran kerajaanku. Para menteriku dan para pembesarku menjemput aku lagi; aku dikembalikan kepada kerajaanku, bahkan kemuliaan yang lebih besar dari dahulu diberikan kepadaku. (Daniel 4:36)

Tanpa akal budi sesungguhnya manusia akan seperti Nebukadnezar, akan jadi lembu tak mungkin jadi raja.

Tuhan mau kita pakai logika, karena itulah kegunaannya kita diberi otak yang lebih dari otak anjing kita. Dan Tuhan berikan kita kitab untuk dipelajari, tidak berikan kitab pada anjing kita. Tuhan mau kita pakai otak kita untuk menyelidiki Alkitab, secermat-cermatnya. Itulah sebabnya Paulus bikin STT di Efesus, dan kini banyak STT didirikan di seluruh dunia.

Tetapi iblis juga sering pakai pengkhotbah untuk membohongi orang. Dia berkata, tadi malam Tuhan omong padanya, jemaatnya terheran-heran, dengan kebodohan sambil mengagumi, sambil berpikir, hebat sekali, kita semua baca dari Alkitab tetapi Tuhan mengunjunginya di kamarnya. Iblis memakainya menggeser orang Kristen yang berpusat pada Alkitab menjadi liar masuk hutan rimba alam roh mencari firman yang di luar Alkitab, dan meninggalkan akal sehat.

Memang ada sekelompok orang Kristen (Liberal) yang memakai otaknya menyerang Alkitab. Penyebabnya ialah mereka lebih percaya “ilmuwan” daripada Alkitab. Contohnya, mereka lebih percaya pernyataan para Archeolog tentang umur fosil, umur bumi daripada catatan Alkitab.

Namun adanya theolog Liberal sama sekali tidak membenarkan kita untuk tidak memakai logika, lalu membawa kekristenan ke level perdukunan mirip para Baba di Himalaya. Justru Tuhan mau kita yang mengasihiNya lebih rajin belajar, menggali Alkitab sedalam-dalamnya, berjuang memahami bahasa aslinya dengan hati yang penuh hormat dan percaya Alkitab adalah satu-satunya firman Tuhan yang tidak ada salah.

Ada seorang mahasiswa kami yang pernah belajar di tempat lain. Dia bercerita, di sekolah lamanya pernah bahkan sering, dosen masuk dan absen, kemudian dia pimpin doa. Dia berdoa dan berbahasa lidah lama sekali, kemudian dia Amin, dan waktu pas habis. Dia berkata, sory tadi dipimpin Roh Kudus. Jadi, dia tidak mengajar, hanya datang berbahasa lidah karena dipimpin Roh Kudus.

Pembaca yang terkasih, mari kita simak nasihat Salomo, orang yang paling berakal budi.

Pro 16:22 Akal budi adalah sumber kehidupan bagi yang mempunyainya, tetapi siksaan bagi orang bodoh ialah kebodohannya.

Dan tentu tidak boleh mengabaikan peringatan Tuhan lewat nabi Yesaya. Tidak ada yang perlu sombong memandang dirinya bijak dan menganggap diri pintar. Kita pakai otak yang Tuhan berikan, dan Alkitab yang telah dituliskan Tuhan bagi kita.

Isa 5:21 Celakalah mereka yang memandang dirinya bijaksana, yang menganggap dirinya pintar!

Semoga mulai hari ini kita tidak suruh orang JANGAN PAKAI AKAL BUDI, melainkan MARI, KITA PAKAI AKAL BUDI KITA, sambil memohon Tuhan memberkati dan menerangi akal budi kita untuk kemuliaanNya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.