ADVENT, AJARAN DARI MIMPI & VISI ELLEN WHITE

Saya menulis ini tidak bermaksud menjelekkan Advent (SDA), melainkan sepenuhnya untuk pendidikan agar siapapun yang mencari kebenaran bisa membaca ini dan mempertimbangkannya.

Sistem Ibadah Simbolistik, Ritualistik, Jasmaniah Telah Berlalu

Kekristenan adalah penggenapan nubuatan PL bahwa akan datang masa kehadiran Allah JEHOVAH sendiri yang disebut hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Dan momen itu akan didahului oleh kedatangan nabi Elia.

Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. (Mal. 4:5)

Dan Yesus Kristus sendiri yang memberi keterangan bahwa Yohanes Pembaptis adalah Elia itu, namun tidak dikenal sehingga memperlakukannya semena-mena.

10 Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?” 11 Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu 12 dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” 13 Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. (Mat.17:10-13)

Jadi, nabi Elia sudah datang dan ditolak, Sang JEHOVAH yang diperkenalkannya juga ditolak dan disalibkan.

Allah JEHOVAH yang mengunjungi umatNya telah ditolak, maka seluruh ibadah simbolistik ritualistik dan Jasmaniah PL., yang dimaksudkan untuk mengingatkan manusia tentang janji kedatanganNya, otomatis dihentikan. Tuhan MENGUBAH ibadah PL tersebut menjadi ibadah DALAM ROH DAN KEBENARAN, yaitu ibadah yang bersifat rohani dan dengan hati.

23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. 24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. (Yoh.4:23-24)

Yesus Kristus yang mereka salibkan kemudian bangkit, dan mengumpulkan orang-orang yang percaya padaNya, dan memberikan mereka perintah untuk memberitakan bahwa Ia telah menanggung dosa seisi dunia, dan ini adalah kabar baik (Injil). Sistem Ibadah yang dalam roh dan kebenaran tidak lagi terikat pada tempat artinya tidak lagi harus di Yerusalem maupun di atas gunung, dan tidak lagi bersifat ritualistik yang berarti tidak perlu lagi menguduskan hari tertentu atau upacara tertentu, dan juga tidak perlu menyembah dengan sikap postur tertentu. Ibadah kekristenan PB ialah ibadah yang secara rohani dan hati. Karena ibadah yang dengan hati dan secara rohani maka sesungguhnya tidak bijak untuk menyebut acara berjemaat misalnya Minggu jam 09.00 sebagai ibadah. Itu seharusnya disebut acara berjemaat, dan tidak harus hari Minggu, bisa saja dilakukan pada hari lain.

Tuhan Mengizinkan Bait Allah Dihancurkan

Ternyata sangat sulit mengubah ibadah simbolistik, ritualistik dan Jasmaniah yang sudah berlangsung sekitar seribu lima ratusan tahun. Di Kisah Para Rasul 10, Tuhan harus memperlihatkan kepada Petrus makanan “haram” tiga kali dan memerintahkannya untuk memakannya untuk mengajar kepadanya bahwa tidak ada lagi makanan yang haram, karena sudah memasuki zaman kesucian hati bukan kesucian perut.

Paulus di Kisah Para Rasul pasal 21 hampir melakukan pentahiran di Bait Allah. Seandainya jemaat PB masih perlu pentahiran di Bait Allah, maka kita harus mengadakan perjalanan ke Yerusalem setahun tiga kali seperti orang naik Haji.

Kehadiran Bait Allah akan menyebabkan kekristenan tercampur ragi Yudaisme. Oleh sebab itu Tuhan perlu menghancurkan Bait Allah sekalian menghukum dan membubarkan bangsa Yahudi yang gagal menyambut kedatanganNya. Jenderal Titus ditunjuk sebagai pelaksana mirip iblis yang diberi izin untuk mencobai Ayub, untuk menghancurkan Yerusalem dan menyerakkan bangsa Yahudi ke seluruh bumi. Akhirnya bangsa Yahudi tak punya Bait Allah yang adalah pusat kebanggaan dan pusat ibadah simbolistik ritualistik Jasmaniah mereka. Mereka semua menjadi pengungsi tentu tak bisa lagi memelihara hari Sabat dengan segala peraturannya.

Ibadah Kristen Yang Sejati

Banyak orang Kristen tidak paham bahwa ibadah kekristenan alkitabiah itu tidak seperti agama lain yang Jasmaniah dan ritualistik. Jika umat agama lain ada rumah ibadah, kekristenan pada prinsipnya tidak ada rumah ibadah. Kekristenan hanya ada tempat pertemuan, bukan rumah ibadah. Karena ibadah kekristenan itu secara rohani dan dengan hati, tanpa batas waktu artinya SEPANJANG WAKTU, juga tanpa batas ruang artinya DI MANA SAJA. Kita tidak bisa katakan pada orang bahwa kami beribadah hari Minggu jam 09.00, karena itu akan berarti pada saat jam 08.30 kita tidak beribadah, padahal ibadah kekristenan alkitabiah itu terjadi sepanjang waktu. Silakan direnungkan. Hari Minggu jam 09.00 sampai 12.00 itu seharusnya disebut acara berjemaat yang tiga puluhan tahun lalu disebut acara kebaktian. Tetapi, karena pengaruh murtadin, dan penyebutan oleh pejabat dan umat agama lain, serta Kristen tanpa pengertian, akhirnya sekarang kebanyakan orang Kristen mengikuti umat agama lain menyebut acara Kristen dengan sebutan acara IBADAH.

Ingat, kekristenan itu beribadah dengan hati dan secara rohani, berbeda total dari semua agama di muka bumi yang masih melakukan ibadah Jasmaniah dan ritualistik. Hati saya sangat sedih menyaksikan kelompok Protestan, Reformed, bahkan injili dan kharismatik yang semakin hari semakin meniru Katolik dengan ibadah ritualistiknya. Tiga puluhan tahun lalu patung di atas bukit hanya di kota Rio de Janeiro, Brazil, tetapi sekarang dipasang di mana-mana. Dan dulu salib Protestan tidak ada patungnya namun sekarang sudah ada patungnya. Bahkan banyak kelompok yang sudah ikutan perayaan ritual Rabu Abu, Kamis Putih dll., mengikuti pelacur besar Wahyu 17.

Advent Dibajak Iblis Melalui Ellen

Advent pada awal start di zaman William Miller, Pengkhotbah Baptis, belum sesat melainkan hanya salah hitung hari kedatangan Yesus. Beberapa kali mereka pergi ke atas gunung menantikan kedatangan Yesus namun tidak terjadi, dan Miller sangat malu. Dia salah hitung nubuatan dalam kitab Daniel.

Namun ketika Ellen G. White, mendapat mimpi dan penglihatan, maka Advent masuk perangkap iblis. Seharusnya proses pewahyuan hanya sampai kitab Wahyu 22:21,dan berhenti. Siapapun yang dapat mimpi atau penglihatan atau wahyu bentuk apapun, itu seratus persen bukan dari Tuhan. Sesungguhnya bukan hanya Advent tetapi semua kelompok yang percaya masih ada wahyu Tuhan sesudah kitab Wahyu, kesesatannya sama, yaitu mempercayai EXTRA BIBLICAL AUTHORITY.

Mustahil boleh meyakini mimpi Ellen dari Tuhan lalu mimpi Erastus bukan dari Tuhan, dan mimpi teman kamu karena kebanyakan berpikir. Dan mustahil boleh percaya bahwa Ellen, Joseph Smith betul bertemu malaikat lalu tidak mempercayai Mr. M. ketemu malaikat di gua. Coba tenangkan diri dan renungkan baik-baik. Sekali lagi saya tidak bermaksud mengolok-olok dan menjelekkan agama atau denominasi manapun. Saya hanya ingin agar pencari kebenaran mendapatkan petunjuk yang bisa menuntun mereka kepada jalan yang benar, karena hal ini menyangkut ke Sorga atau ke Neraka.

Minta maaf atas keyakinan saya bahwa sesungguhnya Ellen White dibajak oleh iblis dengan diberi mimpi dan penglihatan, yang menurut kesaksiannya tanpa ada saksi bahwa ia melihat sepuluh hukum turun dan hukum keempat bersinar, yaitu hukum memelihara hari Sabat (Sabtu). Advent akhirnya digiring kembali ke sistem ibadah Jasmaniah Ritualistik yang tidak jelas karena tanpa Bait Allah dan tanpa aturan yang mengikutinya misalnya hukuman bagi pelanggar aturan Sabat.

Kemudian bertambah lagi dengan pelarangan memakan makanan tertentu yang tidak sesuai hukum Taurat, misalnya tidak boleh minum teh dan kopi. Akhirnya ADVENT menjadi kekristenan aneh yang tercampur Yudaisme.

Pengikut Advent jika berpikir mau masuk Sorga melalui menjalankan Taurat, maka jelas itu sangat salah, dan justru akan menjadi penghadang mereka ke Sorga.

18 Karena, jikalau aku membangun kembali apa yang telah kurombak, aku menyatakan diriku sebagai pelanggar hukum Taurat. 19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; 20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. 21 Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus. (Gal 2:18-21).

Camkan kata-kata Rasul Paulus, seorang yang pernah sangat ketat menjalankan hukum Taurat, sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.

Mat 5:20 ITB Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

AHLI TAURAT & ORG FARISI JAUH LEBIH HEBAT PELIHARA TAURAT DAN SABAT DARIPADA ORANG ADVENT, NAMUN DIKATAKAN BAHWA MEREKA TIDAK MASUK SORGA.

ARTINYA, APALAGI ORANG ADVENT YANG MELAKUKAN TAURAT KEPALANG TANGGUNG?

Kesimpulan

Artikel singkat ini bukan untuk menuliskan semua kesalahan Advent (SDA), melainkan sekedar untuk merangsang pengikut Advent untuk berpikir. Kebenaran akan lebih terang benderang setelah kita membanding-bandingkan berbagai pengajaran. Pemimpin yang tulus, yang ingin pengikutnya pasti masuk Sorga tidak akan mengekang mereka. Pemimpin yang berusaha keras mengekang jemaatnya pasti bermotivasi mengincar rekening jemaatnya. Saya selalu berkata kepada jemaat saya, silakan kalian membandingkan pengajaran gereja kita dengan pengajaran gereja lain. Jika kalian temukan ada gereja yang pengajarannya lebih benar, silakan pindah, dan jangan lupa kasih tahu saya karena saya juga mau pindah.

Pembaca yang saya kasihi dalam Kristus, bukan hanya jemaat Advent, bahkan setiap orang Kristen harus berpikir kritis selagi kita masih hidup. Ada orang berkata, sekarang jangan berkata gereja lain salah, nanti di hadapan Tuhan akan tahu mana yang salah. Tetapi, kalau sudah mati untuk apa lagi tahu mana yang salah dan mana yang benar, saat itu sudah terlambat. Orang yang percaya pada kebenaran sudah di Sorga, dan yang terjebak pada kesesatan sudah di neraka. Kita diberi otak agar dipakai sekarang, dan kita diberi Alkitab untuk dibaca sekarang, sesudah mati tidak perlu baca Alkitab lagi. Berpikir, berpikir, dan berpikirlah selagi masih hidup.*

Jakarta, 13 Agustus 2022
DR. SUHENTO LIAUW, DRE., TH.D.
<www.graphe-ministry.org>
<drsuhentoliauwblog.graphe-ministry.org>
YouTube channel: GBIA GRAPHE dan GBIA INDONESIA.
Maranatha!

Leave a Reply

Your email address will not be published.