GPS TRACKING

Ide menulis ini muncul saat saya sedang menyaksikan berita TV, Foxnews, jam 09.30, Rabu, tgl 1 April 2020. Di Foxnews sedang dibahas usulan kepada Presiden Trump untuk mengusulkan ke Kongres dan Senat, untuk buat undang-undang yang memperbolehkan GPS TRACKING terhadap warga negara dengan alasan KESEHATAN.

TSA (Travel Security Agency) yang di airport AS sudah diijinkan untuk memasang kamera pengenal wajah. Di China bukan hanya sudah dipasang di airport, bahkan sudah jutaan di berbagai tempat umum, karena kaisar Xi tidak membutuhkan ijin dari Kongres dan Senat seperti di AS. Salah seorang Senat yang diwawancara Foxnews berkata bahwa warga AS kelihatannya akan menentang pengawasan sedemikian hingga pakai GPS yang bisa tahu Anda di manapun di muka bumi, sekalipun di dalam hutan.

Jika kamera pengenal wajah diijinkan dan memakai sistem GPS yang berbasiskan satelit, maka tidak ada manusia yang bisa sembunyi dari pemerintah. Bukankah ini hal yang sangat bagus untuk keamanan? Dan bukankah juga akan sangat bagus untuk mengecek kesehatan? Menurut seorang senator yang diwawancarai, kelihatannya untuk sekarang rakyat AS akan menolak.

Kalau masih banyak manusia yang menolak, tidak rela menukarkan kebebasannya (freedom) dengan keamanan dan kesehatan, maka iblis akan hantam dunia ini lagi entah dengan apa. Dia telah obrak-abrik manusia dengan teroris sehingga manusia merasa keamanan adalah segala-galanya, sampai kita tak boleh bawa tongsis ke dalam pesawat. Dan kali ini, dengan Covid-19, iblis menggiring manusia untuk menerima aplikasi yang mengijinkan pemerintah mengawasinya secara ketat hingga tahu keberadaannya di sudut manapun di muka bum, tentu dengan alasan kesehatannya.

Daniel pasal 2, Nebukadnezar bermimpi melihat patung yang tinggi besar, dan melalui mimpi itu Tuhan kasih tahu dia dan kita, Kerajaan-Kerajaan yang akan datang. Kepala yang emas itu Kerajaan Babilon, dada yang perak itu Kerajaan Media-Persia, perut yang tembaga itu Yunaninya Alexander, dan kaki yang besi itu Romawi. Kemudian satu kerajaan yang belum muncul ialah jari kakinya yang besi campur tanah liat, ini gabungan Roma (besi) dan tanah liat, apakah tanah liat itu China?

Kita di ambang berdirinya Kerajaan kelima, Besi campur Tanah Liat. Dikatakan ini adalah Kerajaan TERDAHSYAT, terkejam, diktator total hingga tidak ada orang bisa beli atau jual tanpa ijin sang pemimpin (Wah. 13:17). Dulu kita tidak bisa paham bagaimana dia bisa kontrol seisi dunia? Sekarang kita sedang menuju ke situ, mungkin tidak lama lagi.

Saya berdoa, “oh Tuhan datanglah segera.” Oleh sebab itu kami bukan kelompok yang menyalami orang dengan kata Shalom, melainkan dengan kata MARANATHA!

Jakarta, 1 April 2020
Dr. Suhento Liauw
<www.graphe-ministry.org>
Maranatha!

Leave a Reply

Your email address will not be published.