PERSEPULUHAN & PENGGAJIAN ALKITABIAH

Persepuluhan adalah topik yang banyak dibahas dan banyak ditanya, dan banyak menimbulkan kontroversi. Pertanyaan yang sering muncul ialah, apa dasarnya gereja mengharuskan persepuluhan (PP)?

Sesungguhnya gereja tidak ada dasar untuk mengharuskan PP *jika tidak dihubungkan dengan sistem penggajian.* PP diperintahkan kepada bangsa Yahudi dalam Taurat karena berhubungan dengan sistem penggajian.

Tercatat dalam Alkitab Abraham paling awal beri PP kpd Melkisedek dan kemudian tidak tercatat lagi. Penentang PP berkata cuma perlu sekali, lihat Abraham. Tentu, Abraham tidak memberi PP kpd sembarangan orang, dan utk apa PP bagi yang menerima? Demikian juga dgn Yakub, hanya berikan satu kali saja. Karena belum ada tujuan penggunaan PP maka tidak ada keperluan pemberian PP yang rutin.

Apakah Bangsa Yahudi beri PP di padang gurun? Kelihatannya tidak. Mereka tidak berpenghasilan dan Tuhan cukupkan mereka dengan manna. Mereka memberi persembahan utk pembangunan Kemah Kudus dari tabungan mereka, dan pemberian orang Mesir saat hendak keluar.

Pemberian PP menjadi rutin dan sangat perlu ketika mereka masuk Kanaan, dimana semua suku dapat jatah tanah, dan suku Lewi tidak dapat. PP adalah warisan yang Tuhan berikan kepada suku Lewi. Lewi tidak protes melainkan terima saja pengaturan Tuhan, dengan mata memandang kepadaNya.

*SISTEM PENGGAJIAN*

Karena Tuhan mempekerjakan Lewi, tentu Tuhan memikirkan sistem penggajian untuk mereka. Banyak orang berkata, MELAYANI TUHAN ITU HARUS MENDERITA. Sudah pasti yang berkata demikian adalah mereka yang tidak mau melayani Tuhan.  Mereka maunya suruh orang lain menderita untuk Tuhan sementara mereka hanya mau bersenang-senang menikmati kasih karunia dari Tuhan.

Persepuluhan 11 suku Yahudi Tuhan berikan pada Lewi sebagai milik pusaka mereka. Sejak masuk Kanaan, sejak panen pertama, orang Yahudi tidak menerima manna lagi, maka sudah harus kembalikan PP sebagai rasa hormat kepada Tuhan. Mereka mengembalikan PP kepada Tuhan, dan Tuhan berikan PP itu kepada Lewi. Ini adalah sistem penggajian yang paling masuk akal, paling efisien, paling tepat. Jika 11 suku setia dan konsisten, maha suku Lewi pasti sejahtera. Karena jumlah suku Lewi sedikit maka berarti penghasilan Lewi akan lebih banyak dari suku2 lain.

*SISTEM PENGGAJIAN PB*

Seharusnya sistem penggajian PB sejalan dgn konsep jemaat PB yang bersifat lokal dan independen. Sistem sinodal apalagi kepausan bukan sistem yang diajarkan Alkitab. Itu adalah sistem ciptaan manusia yang tidak sesuai Alkitab. Tentang topik ini bisa dibahas di kesempatan lain. Sekarang kita bahas sistem penggajian.

*MENELAAH BERBAGAI SITEM*

1. Gembala digaji negara. Kelihatannya hebat sekali gereja dibiayai negara dari pajak. Ini sistem dari iblis untuk menghancurkan gereja. Karena negara yang memberi gaji, dengan sistem sesuai jenjang pendidikan, maka dari anggota jemaat 1000 orang mundur hingga tinggal 10, Gembala tidak pusing karena gajinya akan jalan terus. Tidak ada keterkaitan antara Gembala dan jemaatnya. Hasilnya ialah kehancuran gereja2 di Eropa.

2. Gembala digaji oleh sinode. Ini persis dengan yang nomor 1. Pembentukan sinode gereja dasarnya adalah gereja negara (state-church). Karena gereja negara mereka di luar negaranya, maka mereka membentuk sinode untuk membawahi gereja sebagai pengganti negara. Sistem gaji ini biasanya juga sesuai jenjang pendidikan, dan menyebabkan Gembala, Pengkhotbah, yang kejar2 titel pendidikan, bahkan beli titel.

3. Gembala digaji oleh Majelis melalui hasil rapat. Efek sistem ini memposisikan para majelis sebagai pemilik gereja, dan anak muda tidak ada yang mau jadi Gembala atau Pengkhotbah. Mereka mau jadi pedagang dan sekaligus sebagai majelis pengendali gereja. Sistem ini pasti menyebabkan terjadinya krisis Gembala dan pengkhotbah. Inilah yang terjadi di gereja2 Tionghoa yang memakai sistem ini.

4. Gembala digaji atas voting seluruh anggota jemaat. Ini sistem paling prihatin, karena Gembala seperti seorang karyawan dari anggota jemaat yang baru berumur 20th yang turut menentukan gajinya. Setelah jangka panjang gereja pasti hancur, karena orang muda semakin tidak mau jadi Gembala.

5. Gembala ambil sendiri sesuka hatinya. Ini sangat tidak kondusif karena ambil sedikit akan kekurangan, ambil banyak ya gosipnya akan banyak. Gereja juga akan hancur oleh sistem ini.

6. Gembala ambil semua PP. Bayangkan 200 PP jadi milik Gembala, sehingga pemasukan Gembala jadi spetakuler. Sudah pasti sistem ini memicu munculnya banyak businessmen yang banting steer untuk business rohani saja. Khotbah mereka hanya sekitar PP, dan sering kali memakai ayat Alkitab untuk menakut2i jemaat agar setia kembalikan PP. Amatilah gaya hidup mereka dan khotbah2 mereka.

*Sampai poin ini, apakah pembaca sudah dapatkan sistem penggajian yang alkitabiah, efisien, efektif, dan logis?*  Tinggal satu.

7. Gembala hanya boleh ambil 11PP, tidak boleh lebih, boleh kurang. Jadi, walau ada 100 PP, Gembala hanya berhak atas 11 PP, sisanya 89 PP masuk kas, atau untuk pekerja lain atau kebutuhan lain.
–  Ini sistem penggajian yang paling alkitabiah, karena ada contohnya di Alkitab. Tuhan pernah memakai sistem ini di zaman PL. Ada orang yang menentang sistem ini dan dia mengajukan sistem perusahaannya, jadi lucu.
– Dengan sistem ini gereja selamanya tidak perlu membicarakan gaji Gembala. Gembala bukan digaji oleh jemaat apalagi majelis.
– Dengan sistem ini Gembala melayani Tuhan secara terhormat, dia digaji Tuhan, bukan manusia. Anggota jemaat hanya perlu setia kembalikan PP kepada Tuhan. Orang muda akan bercita-cita jadi Gembala, dan anak-anak Gembala tidak merasa minder karena ayah mereka bukan pengemis berdasi.
– Dengan sistem ini Gembala tidak akan kaya raya dan juga tidak akan kekurangan, dia akan hidup sedikit di atas rata-rata sebelas jemaatnya yang paling setia, bukan yang paling kaya karena sering kali yang kaya justru tidak setuju PP.
– Dengan sistem ini, jemaat akan berdiri teguh, independen, jika sudah ada 11 keluarga yang setia kembalikan PP. Berarti, dengan dua atau tiga puluh anggota jemaat maka sebuah gereja lokal sudah bisa berdiri teguh dan mandiri.
– Sistem ini sangat efektif menghindarkan pebisnis rohani yang tujuannya mengejar PP.
– Dengan sistem ini penyebaran jemaat lokal yang independen akan sangat gencar ke seluruh muka bumi, tiap2 gereja yang anggota jemaatnya lebih dari 11 keluarga yang setia kembalikan PP, akan bisa beraksi untuk membantu mendirikan gereja lokal lain, dgn PP yang  sesudah ke 11.
– Selama Graphe berdiri sejak 1995, kami tidak melihat ada kelemahan dari sistem ini, malahan kami telah membantu berdiri sekitar 50 gereja lokal baru di seluruh Indonesia.
– Selama ini kami dapatkan pengritik tidak memiliki sistem yang lebih baik, melainkan hanya mengritik tanpa solusi yang alkitabiah.

*SYARAT DITERAPKANNYA Sistem PENGGAJIAN ALKITABIAH INI*

[1] Tanpa penerapan sistem persepuluhan tidak mungkin menerapkan sistem gaji Gembala dari 11 PP.

[2] Tanpa penerapan persepuluhan maka sistem penggajian akan mengikuti salah satu sistem yang telah kita bahas yang hasil akhirnya adalah menghancurkan gereja.

[3] Kami mengamati, seandainya gereja menerapkan PP, dan memakainya dengan benar, maka kekristenan akan jauh berbeda kondisinya. Gereja lokal akan independen secara keuangan dan dengan waktu singkat akan memenuhi bumi.

[4] Kegagalan gereja memakai PP secara benar kami lihat adalah faktor penghambat anggota jemaat setia kembalikan PP. Bahkan banyak anggota jemaat yang muak melihat kelakuan para Gembala dan Pengkhotbah yang memanipulasi ayat2 Alkitab untuk mendapatkan materi bagi dirinya.

[5] Ada gereja yang tidak mengajarkan PP melainkan menggantikannya dengan iuran. Mereka menolak cara Tuhan dan menggantikannya dengan hasil inovasi mereka, seolah-olah mereka lebih pintar dari Tuhan.

[6] Ada juga pengajar Alkitab yang berkata bahwa Tuhan di PB tidak perintahkan PP lagi. Mereka tidak baca: Mat 23:23 “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang *satu harus dilakukan* dan yang lain jangan diabaikan.”  Baca baik2, bukankah justru PP adalah bagian yang Tuhan katakan HARUS dilakukan?

[7] PP bukan bagian dari Taurat karena PP sdh ada sebelum ada Taurat. PP Tuhan masukan dalam Taurat ketika membentuk Sacral-society Yahudi dengan pusat penyembahan di Bait Allah dan mempekerjakan suku Lewi. Karena ada pekerja maka mereka perlu makan dan hidup sejahtera. Karena kebutuhan ibadah simbolik ritualistik dan jasmaniah yang berpusat di Bait Allah ini, maka PP dimaksud ke dalam Taurat.

[8] Di zaman PB, jika tidak ada pekerjaan dan tidak ada pekerjanya, juga tidak perlu PP. Tetapi karena Tuhan perintahkan pemberitaan Injil sampai ke ujung bumi dan membangun jemaat lokalnya, serta mengajar semua bangsa, maka ada tugas pekerjaan dan ada pekerjanya. Dari sebab inilah maka harus ada sistem pemasukan dana untuk menunjang pekerjaan tersebut. Elegantkah jika sistem pemasukan gereja dengan menempatkan beberapa orang berdiri ditepi jalan dengan kaleng di tangan? PP adalah sistem terbaik dan yang paling terhormat.

[9] Tuhan tidak mungkin menghapuskan PP selagi masih ada pekerjaan, dan ada banyak pekerjaNya yang perlu makan. Ada orang yg berkata, persembahan sukarela, seperti yang ditekankan Paulus dalam 2Kor.9.  Tentu semua persembahan harus dengan sukacita dan sukarela, termasuk PP.

[10] Ada orang yang berkata bahwa dia tidak setuju PP karena dia mau beri lebih dari PP.  Omong kosong yang sok mau kasih lebih dari PP ini biasanya hanya di mulut dan sekedar untuk argumentasi.

[11] Paulus tidak hidup dari PP, dia malahan sampai bikin tenda, ada yang berkata maka Gembala juga harus bikin “tenda”. Saat Paulus memulai jemaat awal segala sesuatu sedang ditata, termasuk sistem pemasukan gereja dan pengeluarannya. Kondisi Paulus saat itu bukan yang ideal karena itu permulaan Injil, keadaan darurat. Justru, di zaman setelah Alkitab selesai ditulis kita pelajari dan harus temukan sistem yang ideal.

*NAMUN HAL YANG LEBIH PENTING PP*

{1} Dapatkan dulu gereja yang benar, yaitu yang pengajarannya benar, dan yang pelaksanaan gerejanya benar. Sebab, jika orang tidak di dalam gereja yang benar namun rajin kasih PP, sesungguhnya dia bisa ternyata mendukung kesesatan. Atau ikut memuaskan nafsu kejar materi dari pebisnis rohani.

{2} Perhatikan, gereja yang benar salah satu indikatornya ialah sistem pengaturan keuangannya benar.

{3} Setelah mendapatkan gereja yang alkitabiah, selanjutnya belajarlah menjadi anggota jemaat yang setia mengembalikan PP.

{4} Tidak ada orang yang bisa menjadi orang Kristen yang baik yang tanpa menjadi anggota jemaat yang baik.

{5} Mereka yang tidak mengasihi Tuhan apalagi yang tidak lahir baru, mustahil bisa setuju kembalikan PP. Hanya orang yang mengasihi Tuhan lebih dari materi yang akan dengan penuh sukacita kembalikan PP.

{6} Orang Kristen yang berjemaat di gereja alkitabiah, mengembalikan PP, dan tahu bahwa mereka sedang ambil bagian memberitakan Injil ke seluruh muka bumi, dan pelipatgandaan (multiplikasi) kehadiran jemaat lokal di seluruh muka bumi.

{7} Tuhan memberkati anak-anakNya yang setia, karena Tuhan ingin mengirim dana untuk proyek2Nya. Anak Tuhan yang setia menyalurkan dana memperlancar proyek Tuhan pasti istimewa di mata Tuhan.

Peringatan! *JANGAN PERNAH BERBICARA TENTANG PERSEPULUHAN TANPA BERBICARA SISTEM PENGGAJIAN KARENA ITU SEPERTI REL KERETA YANG SEPASANG, ATAU SEPATU YANG SEPASANG*

Jakarta, 31 Desember 2017
Dr. Suhento Liauw
Www.graphe-ministry.org
Maranatha!

Leave a Reply

Your email address will not be published.