RINGKASAN ASAL GEREJA BAPTIS

Yohanes Pembaptis adalah pemberita Injil zaman PB yang pertama. Dialah yang memperkenalkan Sang Juruselamat, Yesus Kristus. Dan Yesus Kristus berkata bahwa dia adalah Elia yang dinubuatkan di Maleakhi 4:5.

Setelah pekerjaan YOHANES/ELIA selesai, dia pulang ke Sorga menumpang pedang algojo Herodes.

Kemudian pelayanan diteruskan oleh Yesus Kristus, yang diikuti oleh murid-murid Yohanes/Elia. Setelah menolak Elia mereka akhirnya menolak Yesus yang adalah Allah Jehovah yg mengenakan daging manusia.

Karena penolakan bgs Yahudi, maka mereka tidak layak jadi Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran (TPDK), oleh sebab itu SEKUMPULAN ORANG yaitu EKKLESIA yang percaya ditetapkan sebagai TPDK. Dan EKKLESIA yang adalah TPDK ini kemudian dipimpin oleh para RASUL YESUS KRISTUS.

Yesus Kristus memberikan wahyu kepada para Rasulnya untuk diajarkan kepada orang yang percaya. Dan MENGINSPIRASIKAN mereka menulis kitab PB.

Sejak semua rasul2 pulang ke Sorga, Gereja mulai menyimpang sedikit2.

Penyimpangan makna pembaptisan,
1. Dibaptis supaya pasti masuk Sorga.
2. Dibaptis supaya tidak sakit
3. Dibaptis supaya tidak diganggu setan.

Kemudian setelah Konstantin muncul berdirilah gereja Roma Universal (Katolik atau AM). Dengan kekuatan kaisar mengharuskan BAYI DIBAPTIS, berdiri gereja Roma RAYA, yang Katolik/Am.

Sekelompok orang yang mengerti Alkitab tidak setuju, dan mereka tetap membaptis hanya orang dewasa dan yang mengaku percaya.

Orang-orang dari Katolik yang sudah dewasa yang kemudian sadar dan mau gabung ke mereka, disuruh mengaku percaya atau buat pengakuan iman di hadapan jemaat dan DIBAPTIS ULANG.

Kata BAPTIS ULANG ini bahasa Yunaninya ialah ANABAPTIS. Kata ini akhirnya dikenakan kepada kelompok ini. Bukan mereka yang memberi nama pada mereka sendiri, melainkan orang lain yang memberi mereka nama Anabaptis, yang artinya kelompok Kristen yang membaptis ulang orang yang mau gabung pada mereka. Sebenarnya ini nama ejekan. Mengapa mereka membaptis ulang orang, karena mereka tidak mengakui baptisan bayi yang dilaksanakan oleh Roma.

Mereka dianiaya selama zaman Romawi Jaya seribuan tahun, dan kemudian Protestan juga  ikut-ikutan menganiaya mereka karena Protestan juga terjebak dalam baptisan bayi yang ditentang Anabaptis.

Setelah bosan menganiaya akhirnya tiba masa KEBEBASAN, abad 17. Pada masa bebas inilah mereka keluar dari persembunyian dan mendirikan gereja dengan nama gereja BAPTIS. Banyak sejarahwan menjadikan momen ini untuk mematok waktu berdirinya gereja Baptis. Padahal ini saat mereka muncul ke permukaan setelah sembunyi karena dianiaya ribuan tahun.

Karena ada kemasukkan berbagai paham, sekarang gereja Baptis juga banyak yang sudah terkontaminasi. Ketidakpahaman akan jati diri BAPTIS telah menyebabkan banyak kelompok Baptis, ada yang Calvinistik, Injili, bahkan Kharismatik.

Banyak pemimpin Baptis yang tidak mengerti makna independen sehingga membentuk sinode, persekutuan dan lain-lain. Mereka tidak sadar jika bersifat sinodal, maka sekali terkontaminasi sifatnya akan melanda seluruh sinode. Oleh sebab itu Baptis yang alkitabiah tetap harus independent tidak mau sinodal, tidak boleh membentuk sinode, bahkan tidak boleh ada persekutuan yang penuh aturan pengikat. Prinsip ini penting dijaga agar ketika yang satu terkontaminasi dan rusak maka yang lain belum tentu, melainkan bisa menasihati yang salah. Tiap-tiap gereja mutlak harus lokal dan independen. Dan jemaat tidak boleh tunduk pada apapun bahkan tidak tunduk pada kuasa alam maut sekalipun. Orang Kristen secara pribadi harus tunduk pada otoritas yang di atasnya, tetapi TUBUH TUHAN tentu tidak tunduk pada apapun. Dan tubuh Tuhan itu EKKLESIA, yaitu orang-orang yang berkumpul, bukan kekristenan.

Banyak orang Kristen berkata, “kita kan satu tubuh” maksudnya kita sama-sama orang Kristen. Padahal menurut Alkitab tubuh Kristus itu JEMAAT (EKKLESIA), bukan seluruh kekristenan. Jemaat itu terjadi ketika orang percaya BERKUMPUL, jika tidak berkumpul, masing masing di rumah, itu bukan jemaat. Dan yang Alkitab katakan tubuh Tuhan itu jemaat bukan kekristenan.

Masing-masing gereja INDEPENDEN, namun saling membantu, saling mengasihi dan memelihara semangat menegur yang salah dengan KASIH supaya jika ada yang salah bisa berbalik jadi benar.

GBIA (Gereja Baptis Independen ALKITABIAH)

Tahun 1995 Dr. Suhento Liauw pulang dari AS, diutus oleh Tabernacle Baptist Church di Virginia Beach, AS, memulai jemaat di Sunter. Setelah sungguh mengerti tentang sejarah kaum ANABAPTIS, dan sungguh memahami doktrin yang dipegang teguh kaum ANABAPTIS, bertekad mendirikan Gereja Baptis yang Independen dan Alkitabiah. GBIA bertekad menjaga prinsip yaitu TIGA SUKAT GANDUM dari ragi si perempuan (Mat.13:33). Tiga sukat gandum yang murni itu ialah PUREST MOTIVATION, HIGHEST MORALITY dan BIBLICAL DOCTRINES. GBIA setia mempraktekkan prinsip ANABAPTIS, yaitu orang yang mau jadi anggota jemaat harus membuat pengakuan iman di hadapan Jemaat dan membaptis ulang yang belum pernah dibaptis dengan benar.

Ini ringkasan tentang asal-usul gereja Baptis yang Independen dan Alkitabiah.

Jika Anda mencari gereja yang alkitabiah, Anda bisa menemukannya. Ia bagaikan ladang yang ada harta terpendam di dalamnya. Dan kebenaran yang dimiliki gereja alkitabiah seperti mutiara yang indah. Siapa pun yang menemukan ladang yang ada harta di dalamnya akan beli ladang itu dan pindah ke lokasi. Atau yang menemukan mutiara indah akan membelinya dan membawanya pulang. PINDAHLAH KE LOKASI YANG ADA GEREJA ALKITABIAH, ATAU PINDAHKAN GEREJA ALKITABIAH KE LOKASI ANDA.

Berikut ini alamat GBIA Seluruh Indonesia.

http://www.graphe-ministry.org/other_gbia.html

Jakarta, 21 Des 2017
Dr. Suhento Liauw
<www.graphe-ministry.org>
Maranatha!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *