Prinsip GBIA Tentang Baptisan

Banyak orang memfitnah GBIA, oleh sebab itu melalui tulisan ini kiranya segala fitnahan bisa dinetralisir. Ketika saya tiba di NTT, saya ditanya seseorang, katanya, “apakah betul kalau orang bergabung ke gereja bapak perlu dibaptis tujuh kali?” Tentu saya sangat kaget mendengarnya. Dan tidak perlu saya sampai di sini sumber fitnah itu dari pihak mana.

Kami percaya bahwa untuk masuk Sorga tidak membutuhkan tambahan baptisan, melainkan seseorang cukup bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus dengan segenap hati bahwa Yesus Kristus telah dihukumkan di kayu salib menanggung segenap dosanya, bahwa Yesus Kristus telah menggantikan posisinya sebagai orang berdosa untuk dihukumkan, dan telah memberikan kepadanya posisi orang kudus, dan bahwa Kristus Sang Anak Allah telah mengambil posisinya yang adalah orang berdosa, untuk dihukumkan di kayu salib, dan memberikan kepadanya posisi sebagai anak Allah. Jadi, sejak beriman kepada Yesus Kristus sedemikian dia telah menjadi orang kudus, serta menjadi anak Allah. Dengan tetap di dalam iman maka dia PASTI masuk Sorga, tanpa perlu menambahkannya dengan pembaptisan.

Kami percaya seseorang yang telah pasti masuk Sorga, namun belum diijinkan masuk melainkan masih diperlukan untuk bersaksi di dunia, telah mati terhadap hukum Taurat, dan kini hidup di dalam Yesus Kristus untuk mematuhi hukum Kristus. Hal pertama dan utama yang Kristus inginkan dari orang yang sudah pasti masuk Sorga ini ialah bergabung ke dalam kumpulan murid-muridNya sebagai salah satu murid, yaitu masuk ke jemaat lokal yang menaati firmanNya. Kepada orang yang mau bergabung sebagai murid, diminta untuk membuat pengakuan imannya di hadapan jemaat, dan menyerahkan dirinya untuk ditenggelamkan ke dalam air dalam nama Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus, yaitu Yesus, sebagai gambaran bahwa dia telah mati dan dikuburkan bersama Kristus, dan ditarik bangun sebagai gambaran oleh imannya akan dibangkitkan oleh Yesus Kristus, jika tubuhnya mati atau diubahkan jika ia tetap hidup sampai sangkakala berbunyi penanda kedatangan Kristus kedua kali.

Jika seseorang telah ditenggelamkan (dibaptis) ke dalam air dalam nama Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus, yaitu Yesus, dengan benar, tentu cukup satu kali saja. Pembaptisan yang benar sesuai Alkitab ialah; [1] Orang yang bersangkutan harus sudah benar, atau sudah lahir baru atau sudah bertobat dengan sungguh dan sudah percaya pada ajaran yang benar. [2] Cara pembaptisannya benar, yaitu ditenggelamkan ke dalam air dalam nama Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus. [3] Dilaksanakan oleh jemaat yang benar yaitu yang doktrinnya benar, sekurang-kurangnya tiga doktrin utama kekristenan yaitu Doktrin Keselamatan, Doktrin Alkitab, dan Doktrin Gereja.

Semua pembaptisan yang tidak memenuhi tiga syarat tersebut kami lihat sesungguhnya yang bersangkutan belum menerima pembaptisan yang benar.

Jadi, kesimpulannya baptisan bukan untuk masuk Sorga, melainkan untuk bergabung menjadi murid di sebuah jemaat lokal. Jika seseorang telah dibaptis dengan benar, maka cukup satu kali saja, sekalipun tidak ada larangan Alkitab untuk dilakukan dua kali benar. Kiranya uraian ini bisa dimengerti oleh semua pihak dan dapat menetralisir berbagai fitnah yang dilontarkan.

 

Jakarta, 6 Oktober 2017

Dr. Suhento Liauw

Leave a Reply

Your email address will not be published.