Cara Tahu Tafsiran Alkitab yang Benar

Saya telah menulis sebuah buku yang berjudul Cara Menafsirkan Alkitab. Jika Anda membacanya tentu akan mengerti cara menafsirkan Alkitab dengan tepat dan benar. Saya sampaikan secara ringkas di sini, sekurang-kurangnya ada dua syarat utama untuk mengetahui sebuah tafsiran ayat Alkitab adalah benar.

[1] Kesimpulan kita tidak boleh bertentangan dengan satu ayat pun dari kitab Kejadian hingga Wahyu karena seluruh Alkitab adalah firman Allah yang tidak saling bertentangan. Sebagai contoh, ketika kita baca, “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya” (Ef 1:4 ITB). Atas ayat ini kita tidak boleh segera menyimpulkan bahwa Allah telah menetapkan nasib orang sejak kekekalan, dan lebih jauh lagi lalu kita simpulkan bahwa Allah telah menetapkan dosa, padahal kita temukan banyak ayat yang menyatakan bahwa Allah menghendaki semua orang selamat. Misalnya, “Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran” (1Ti 2:3-4 ITB). Seharusnya dua ayat ini tidak mungkin saling bertentangan, karena sumbernya adalah Allah sendiri. Konsep bahwa Allah menghendaki semua orang diselamatkan juga didukung oleh banyak ayat lain (Yoh.3:16, 1.Tim.4:10, I Yoh.2:2 dll.). Konsep ini sangat kuat, terutama didukung oleh fakta bahwa Yesus Kristus rela mati bagi manusia berdosa (Yoh.1:26, Luk.19:10, 1 Tim.1:15 dll.). Tidak mungkin Dia hanya mau mati bagi sebagian saja. Berdasarkan semua fakta ayat yang ada, seorang penafsir harus mengamati Ef.1:4, dan akan berhasil mendapatkan bahwa sesungguhnya kita dipilih di situ adalah DI DALAM KRISTUS, bukan dipilih secara pribadi di luar Kristus. Berarti, Allah di dalam kekekalan telah menetapkan bahwa setiap orang yang di dalam Kristus akan menjadi umat pilihanNya. [2] Tidak bertentangan dengan akal sehat. Kesimpulan dari setiap penafsrian ayat Alkitab tidak boleh bertentangan dengan akal sehat. Kasih Allah yang tak terukur dinyatakan dari kitab Kejadian hingga Wahyu, bahkan Rasul Paulus berkata kasih Allah melampaui akal budi. “Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan” (Eph 3:18-19 ITB). Jika ada penafsiran yang mengatakan bahwa Allah menetapkan segala sesuatu bahkan segala dosa dan kejahatan di muka bumi ini, maka itu PASTI salah tafsir atas sebagian ayat. Orang yang menyimpulkan ini harus berpikir ulang lagi. Tentu sangatlah salah jika ada orang menyimpulkan bahwa tindakan pembunuhan di Las Vegas adalah ditetapkan Allah, bahwa semua pemerkosaan telah ditetapkan Allah, dan semua pencurian telah ditetapkan Allah, dan dosa yang paling awal yaitu kejatuhan Adam telah ditetapkan Allah. Kerendahan hati akan memimpin kita semakin mengenal Allah, semakin mengasihi Allah, semakin memuliakan Allah, dan semakin menjunjung tinggi Allah. Hati saya sakit, ketika saya mendengar ada orang mengajarkan bahwa Allah yang sangat mengasihi saya, dan mengasihi semua manusia berdosa, dan yang ingin menyelamatkan semua manusia, dikatakan bahwa Dia menetapkan semua dosa di muka bumi. Hati nurani saya tidak bisa menerima, itu pasti sebuah penafsiran yang salah. Jakarta, 7 Oktober 2017 Dr. Suhento Liauw www.graphe-ministry.org Maranatha!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *