UNTUNG SAYA HIDUP DI ABAD 21

Beberapa hari ini para Calvinis ngamuk dahsyat dan menyerang saya, ad hominem, silih berganti seperti KOPASUS menumpahkan peluru dari senjata otomatis mereka. Apa sebab?

Sebabnya, karena saya mengajak pembaca mengaktifkan akal sehat mereka dan otomatis menghasilkan kritikan terhadap theologi Calvinisme yang sesungguhnya bukan theologi melainkan filsafat. Mereka tidak memiliki ayat Alkitab sebagai pendukung statemen-statemen mereka, melainkan hanya rangkaian filsafat saja.

Sebagaimana biasanya mereka tidak berusaha menjelaskan filsafat mereka, atau menyerang theologi Baptis Fundamental, melainkan menyerang pribadi saya. Inilah yang disebut ad hominem yaitu mengarahkan serangan pada orang bukan pada substansi masalah. Padahal saya tidak menyebut satu pun nama tokoh Reformed, melainkan mengupas filsafat Calvinisme yang saya lihat sebagai bentuk penyusupan iblis yang sangat lembut, sangat tersamar, dan sangat sistematis. Mereka sambil berkata bahwa mereka bukan melakukan ad hominem sambil marah-marah dan menyebut nama saya. Lucu bukan?

Dalam hati saya, saya sangat bersyukur bahwa saya hidup di abad 21, bukan hidup di zaman Michael Servetus pada abad 16. Dari sikap mereka yang mirip “herder” penjaga gudang, mereka memperlihatkan taring sambil berkata bahwa mereka tidak melakukan ad hominem. Seandainya mereka masih berkuasa seperti zaman Calvin berkuasa atas kota Geneva, pasti saya sudah dibakar hidup-hidup jadi arang.

Sebelum GBIA GRAPHE muncul, setahu saya belum ada pihak yang berani mengkritik Calvinisme, karena jika hanya bermodalkan pengetahuan tanggung-tanggung, pasti nyali pengkritik langsung menciut bahkan bisa kencing di celana ketika melihat taring penjaga gudang yang mengerikan.

Tetapi, teman-teman facebook jangan kuatir, jangan takut, sekarang bukan abad 16, melainkan abad 21, bahkan kita hidup di zaman internet. Mari kita ajak semakin banyak orang mengaktifkan akal sehat serta fokus pada Alkitab, maka seperti kondisi di Eropa, gedung mereka yang besar-besar akhirnya jadi museum, jadi gudang bahkan banyak yang dijual kemudian diubah jadi tempat ibadah umat agama lain.

Gereja Baptis Inggris yang hebat, yang pernah mengirim misionari William Carey dan teman-teman, sekarang kondisinya sekarat, karena terjangkit Calvinisme yang merusak organ dalamnya. Dan virus itu sedemikian dahsyat sehingga di dalam sebagian Baptis masih ada sisa virus Calvinisme sampai hari ini yaitu yang huruf P dari rangkaian TULIP, mereka ngotot pegang OSAS tanpa pengertian. Saya ingatkan teman-teman untuk bersikap sopan dan jangan melakukan ad hominem, jangan menyerang tokoh gereja mereka bahkan tak perlu menyebut nama mereka, kita fokus pada ajaran Calvinisme, dan John Calvin yang menciptakan Calvinisme.*

Jakarta, 1 September 2022
DR. SUHENTO LIAUW, DRE., TH.D.
<www.graphe-ministry.org>
<drsuhentoliauwblog.graphe-ministry.org>
YouTube channel: GBIA GRAPHE dan GBIA INDONESIA
MARANATHA!

Leave a Reply

Your email address will not be published.