KESESATAN KELOMPOK KRISTEN PENTAKOSTA, KHARISMATIK & TEMAN-TEMAN MEREKA*

Tujuan tulisan ini sama sekali tidak bermaksud menghina, melecehkan atau sesuatu yang negatif. Tetapi, sebagaimana sepatutnya semua orang yang cinta kebenaran bergembira ketika ada pihak yang mengingatkannya di saat ia salah jalan, maka dengan semangat untuk mengingatkan inilah tulisan singkat ini saya tulis. Sambil berdoa semoga teman-teman yang cinta kebenaran bisa berbalik kepada kebenaran.

Sesungguhnya sampai hari ini semua gereja Pentakosta dan Kharismatik *TETAP DI JALAN YANG SALAH* yang dimulai tapak pertamanya di AZUSA Street, yaitu *PERCAYA MASIH ADA PEWAHYUAN SETELAH KITAB WAHYU.*

Pengakuan iman atau aktivitas atau sikap yang menunjukkan bahwa masih ada wahyu turun setelah kitab Wahyu, ini SESAT dan akan menuntun kelompok mereka semakin jauh dari kebenaran. Akhirnya mereka bernubuat yang aneh2, bermimpi aneh2 sampai ada pengkhotbah yang bermimpi kawin dengan Roh Kudus, cerita dibawa ke Sorga, dibawa ke neraka, ketemu malaikat, ketemu Yesus dll.

Kami menilai kelompok Kristen ini telah salah jalan, mungkin mereka tidak tahu bahwa bernubuat, mendapat berbagai penampakan, apalagi dibawa ke Sorga dan Neraka itu adalah bentuk pewahyuan (revelation). Sedangkan penulisan Alkitab itu namanya pengilhaman (inspiration). Jika mereka percaya Alkitab SATU-SATUNYA firman Tuhan, maka sepatutnya mereka juga percaya bahwa Revelation & Inspiration hanya sampai kitab Wahyu. Sesudah penulisan kitab Wahyu selesai maka tidak ada lagi orang mendapat revelation dan inspiration dari Tuhan lagi. Juga tidak ada lagi orang mendapat Rhema dari Tuhan karena arti kata Rhema itu PERKATAAN (dan LAI sering menerjemahkan dengan kata PERKARA (Mat.18:16).

Orang Kristen berhikmat harus percaya bahwa sesudah pewahyuan dan pengilhaman Alkitab sampai kitab Wahyu maka tidak ada lagi proses pewahyuan dan pengilhaman. Dan selanjutnya iblis berusaha terus untuk mengganggu Alkitab. Dia datang kepada manusia sebagai malaikat terang (2 Kor. 11:14). Ia menampakkan diri kepada manusia seolah diperintahkan Tuhan, bahkan sengaja bertindak agar disangka Tuhan. Malaikat yang taat tahu bahwa saat mereka menampakkan diri sudah selesai.  Tentu bisa saja malaikat yang taat menolong manusia namun dengan cara yang tidak mencolok bahkan dengan cara yang tidak diketahui atau disadari manusia.

Setelah Alkitab selesai, Tuhan menuntun manusia HANYA melalui Alkitab, tidak lagi mengirim malaikat. Bukan saya membatasi Tuhan, melainkan Tuhan yang membatasi manusia agar terhindar dari tipu muslihat iblis yang akan menyamar sebagai malaikat, dan sengaja menampakkan diri memakai wajah sosok di kalender supaya diyakini sudah lihat Tuhan.

Setelah Roh Kudus selesai mewahyukan dan mengilhamkan Alkitab, tentu Roh Kudus tidak berhenti bekerja. Roh Kudus tidak menambahi wahyu Tuhan lagi, berarti tidak menambahi Alkitab lagi karena Roh Kudus mau Alkitab menjadi UKURAN YANG PASTI (sebuah kanon) yang tidak boleh ditambah-kurangkan. Sekarang Roh Kudus MENERANGI (ILLUMMINATION) hati dan pikiran setiap pencari kebenaran yang membaca dan mendengarkan isi Alkitab. Roh Kudus tidak berhenti bekerja, melainkan mengubah jenis pekerjaanNya dari memberikan Revelation & Inspiration menjadi memberikan ILLUMMINATION.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa peristiwa seseorang ditemui malaikat, di gua atau di kamar, dapat bisikan, bermimpi yang aneh-aneh, apalagi yang dibawa ke Neraka dan Sorga, itu seratus persen bukan dari Tuhan atau Roh Kudus. Itu sesungguhnya adalah tipu muslihat iblis yang jika dipahami dengan penuh hikmat, itu adalah usaha iblis untuk menyerang Alkitab. Jika semua proses pewahyuan iblis itu diyakini dari Tuhan maka akan menghasilkan kesimpulan bahwa Alkitab bukan SATU2NYA FIRMAN FIRMAN, karena akan berarti selain Alkitab ada kitab lain yang juga dari Tuhan, selain Alkitab masih ada nubuatan yang dari Tuhan, ada mimpi dari Tuhan masih ada aktivitas pewahyuan seperti bisikan, dan sebagainya.

Dengan kasih Kristus saya ingin tegaskan bahwa peristiwa Azusa Street yang oleh sebagian orang Kristen diyakini dari Tuhan bahkan diberi nama Pentakosta Kedua, sesungguhnya adalah aktivitas iblis, itu adalah tipu muslihat iblis yang dipicu oleh permintaan atau pemaksaan atas aktivitas roh oleh sekelompok orang “Kristen”, sehingga roh iblis ambil kesempatan.

Sekali lagi, sampai hari ini kelompok Pentakosta dan Kharismatik dan teman-teman mereka *ADA DI JALAN YANG DI-START DI AZUSA STREET ITU, DAN BELUM KELUAR DARI KESESATAN.*

Mohon maaf sebesar-besarnya, bukan kasar tetapi berkata tegas, dan dengan hati yg penuh kasih yang sangat merindukan teman-teman yang tersesat bisa kembali ke jalan yang benar.

Jakarta, 16 Juni 2019
SUHENTO LIAUW, DRE., TH.D.
Maranatha!

Leave a Reply

Your email address will not be published.