MEMBUAT PATUNG TUHAN?

Tuhan, Allah, raja, presiden, perdana menteri, ini semua SEBUTAN. Presiden Indonesia beda dari presiden AS, dan PM Malaysia beda dari PM Jepang.

Jadi jika orang menyembah Tuhan, patut bagi orang yang beriman kritis bertanya, TUHAN yang mana?

Ada yang berseru, “Tuhan Yesus, mereka percaya Yesus!” Manusia yang beriman kritis masih bertanya, Yesus yang mana? “Lho, kok masih tanya? Yesus kan nama, bukan sebutan.” Tetapi Yesus yang gurunya Petrus dan Yohanes pernah berkata bahwa banyak orang akan datang dan memakai namanya.

Mat 24:5 ITB Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.

Nah, kalau yang pakai nama Yesus cuma satu, ya jelas, hanya itu. Tetapi jika yang pakai nama Yesus lebih dari satu, apalagi banyak, maka patut sekali orang yang beriman kritis bertanya, “Yesus yang mana?” Logis tidak?

Gal 3:1 Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?

Rasul Paulus bukan pelukis dalam arti seni lukis. Ia melukiskan dengan kata-kata sehingga dalam pikiran orang yang dengar itu ada gambaran Yesus. Orang Galatia belum pernah melihat Yesus, daerah Galatia jauh dan Yesus belum pernah ke sana.

Kemudian, Tuhan menginspirasikan empat orang muridNya menulis empat Injil sehingga Yesus Sang Mesias dilukiskan dengan jelas bagi kita murid-muridNya yang masih jauh di depan.

Dan Tuhan juga menginspirasikan Rasul Paulus, Petrus, Yohanes, Yakobus dan Yudas menulis untuk menyelesaikan persoalan dan mengajar jemaat, sehingga pengajaran untuk jemaat Roma, Korintus, Galatia, Efesus dll juga cocok untuk kita murid-murid Tuhan yang masih jauh di depan.

Jadi, kita harus tegas bahwa Yesus yang kita imani adalah Yesus yang dilukiskan DENGAN KATA-KATA dalam empat Injil dan surat-surat Paulus, Petrus, Yohanes, Yakobus dan Yudas, yaitu 27 kitab.

Ingat, dan waspadalah, karena iblis itu super licik. Dia muncul tidak mau pakai namanya tetapi pakai nama Yesus dan juga sengaja memunculkan banyak Yesus.

2Co 11:4 ITB Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Masih zaman Paulus hidup ternyata di Korintus disinyalir telah muncul Yesus lain. Ini masih yang dilukiskan dengan kata-kata, demikian juga dengan kasus di Galatia. Ternyata iblis bisa menyimpangkan Yesus dengan menambahkurangkan melalui kata-kata sehingga muncul banyak Yesus yang tidak lagi persis dengan yang digambarkan di 27 kitab. Kelompok Gnostic diketahui mengajarkan Yesus yang kata mereka tidak memiliki daging sebab alasan bahwa daging itu dosa maka Yesus tak punya daging.

Pada abad ke-4 iblis mendorong orang melukis wajah Yesus, padahal setelah lebih tiga ratus tahun mereka tidak tahu wajah Yesus. Akhirnya iblis kasih ide bahwa dia berambut gondrong, begini dan begitu, muncullah lukisan wajah Yesus yang lain itu. Padahal Tuhan menginspirasikan kepada Paulus bahwa laki-laki berambut panjang adalah kehinaan (1Kor.11:14-15). Maka Yesus yang alkitabiah tidak mungkin berambut gondrong karena jika Yesus berambut panjang rasul Paulus tidak mungkin tulis begitu. Wajah Yesus jika menurut nubuatan nabi Yesaya itu jelek, tidak mungkin ganteng seperti bintang film Robert Powell, (Yes.53:2). Ada orang yang berargumen dengan berkata, “yang dilukiskan di Yesaya itu keadaan saat dia sedang disalib.” Lucu sekali, logisnya orang yang sedang disalib itu tidak dibicarakan kegantengannya. Ketika Yesus dinubuatkan TIDAK TAMPAN, itu keadaan seumur hidupnya, bukan keadaan sesaat saja.

Nah, kesimpulan kita, jika hari ini Anda percaya Yesus, sebagai manusia kritis dalam hal beriman, Anda harus tahu persis YESUS yang mana? Anda percaya Yesus alkitabiah yaitu yang haha dilukiskan dengan kata-kata dalam kitab PB atau Yesus yang lain-lain itu?

Yesus saya bukan yang wajahnya seperti di kalender, dan bukan yang patungnya di atas berbagai bukit. Lalu ada yang marah dan berteriak, “kalau begitu Yesusmu yang mana? Kasih lihat!” 😊😊😊

Yesus saya tidak ada lukisannya atau fotonya. Yesus saya hanya dilukiskan dengan kata-kata oleh empat muridNya (empat Injil), dan pengajaranNya dijelaskan oleh Paulus, Petrus, Yohanes, Yakobus, dan Yudas. Yesus saya sudah dilukiskan dan dijelaskan dalam 27 kitab PB, dan asal-usulnya serta nubuatan tentangNya ditulis sejak oleh Musa sampai Maleakhi, itu Yesus saya.

Phi 3:10-11 ITB 10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, 11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

Orang bijak, terlebih orang berhikmat, apalagi yang mengerti kebenaran, pasti akan berhati-hati dalam beriman. Bolehkah seseorang menggantung foto atau lukisan wajah bintang film di rumahnya dan mengajarkan anak-anaknya bahwa itu Yesus? Ini penyesatan, dan sangat merusak pikiran anak-anak. Mereka akan bertumbuh besar dengan asosiasi di pikiran mereka bahwa wajah itu adalah Yesus padahal bukan. Sangat mungkin Anda yang baca tulisan ini adalah yang sudah terkontaminasi sejak kecil. Betapa kacau jika anak-anak berdoa mereka membayangkan berbicara dengan orang dalam foto, padahal itu bintang film.

Bolehkah Melukis Tuhan?

Kita tahu bahwa orang-orang melukis Petrus secara sembarangan. Dan kita juga tahu bahwa mereka melukis Paulus sembarangan. Apalagi Daud, zaman Daud hidup belum ada lukis melukis, sudah pasti orang yang melukis Daud itu melukisnya sembarangan. NAMUN tidak masalah karena kita TIDAK berdoa kepada Petrus, Paulus maupun Daud. Benarkah dan bolehkah anakmu yang umur tujuh tahun berdoa sambil membayangkan dirinya berbicara dengan sosok wajah pada lukisan yang tergantung di ruang tamu kamu? Benarkah dan bolehkah mengajar kepada seorang anak lima tahun bahwa patung yang di atas bukit itu adalah Yesus? Hati-hati, iblis penuh tipu muslihat, dan dia berusaha memakai apa saja untuk membelokkan imaamu.

Tetapi tentang Tuhan hal ini berbeda, karena Tuhan itu SEMBAHAN hati kita, dan sasaran doa kita. Itulah sebabnya orang Kristen tidak boleh melukis Tuhan apalagi bikin patung Tuhan. Kalau bikin patung Pahlawan kemerdekaan bahkan patung diri kita, itu boleh. Tetapi tidak boleh melukis Tuhan, apalagi bikin patung Tuhan, dan terlebih lagi dengan SEMBARANGAN bentuknya.

4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. 5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, (Kel.20:4-5)

Tidak heran jika para penyembah Yesus lain ini kelak dienyahkan oleh Yesus, Sang Juruselamat yang sesungguhnya. Camkanlah, dan berhati-hatilah.

Harapan saya tulisan singkat ini bisa menjadi berkat bagi Anda.

__________
<www.graphe-ministry.org>
Silakan Berkunjung ke Channel YouTube GBIA GRAPHE, ada ratusan video.
———————————————-

Jakarta, 24 Juli 2020
Dr. Suhento Liauw

Maranatha!

Leave a Reply

Your email address will not be published.