Renungan Harian 23 November-Kebenaran Apapun, Jika Diekstrimkan Akan Menjadi Kesesatan

Dari Buku: Tiap-tiap Hari Menelusuri Sejarah Baptis

Nas: Matius 15:1-14

Pada awal abad kedelapanbelas, banyak dari kaum Baptis General yang memeluk liberalisme ekstrim, dalam bentuk pandangan-pandangan Arian dan Socinian. Mereka terpengaruh oleh kesesatan gereja-gereja negara. Antara tahun 1715 dan 1750, kaum Baptis General mengalami penurunan tajam – jumlah gereja-gereja mereka berkurang dari 146 menjadi 65. Angin doktrin sesat adalah angin kering dan mematikan, melayukan vitalitas rohani dari tubuh. Pada periode waktu yang sama, ada angin perubahan di antara kaum Baptis Particular. Penekanan yang berlebihan pada pemilihan dan predestinasi mengeringkan mata air penginjilan mereka. Bukannya pemimpin-pemimpin seperti Benjamin Keach dan Hanserd Knollys, yang mengimbangi Kalvinisme konservatif mereka dengan penginjilan yang hangat dan bersemangat, mereka memeluk dan menyebarkan suatu hiper-Kalvinisme yang keras, yang menjadi ortodoksi yang sempit dan kaku, dan rasionalistik, bukannya iman yang alkitabiah.

Walaupun penekanan mereka pada kedaulatan Allah melindungi mereka dari kesalahan Arian, fatalisme rasionalistik dan antinomianisme mereka membawa penurunan yang drastis, dan dalam periode waktu yang sama, yaitu 1715 hingga 1750, gereja-gereja Baptis Particular berkurang dari 220 hingga 146.”¹ Dr. John Gill, yang lahir tanggal 23 November 1697, adalah seorang pemimpin Baptis Particular yang berpengaruh, dan seorang ahli yang terpandang di zamannya. Dia, melalui guru-guru pribadi, menjadi seorang ahli yang superior dalam bahasa Latin, Yunani, dan dalam logika. Setelah banyak tahun belajar, dia menjadi seorang ahli yang mendalam di bidang Ibrani Rabbini, seorang master dalam Targum, Talmud, Rabboth, dan kitab Zohar, dengan komentari-komentari kuno mereka. Persiapan tersebut membuat dia cocok secara akademis untuk menjadi seorang komentator Alkitab. Sebagai seorang yang banyak menulis, dia menghasilkan banyak karya, termasuk sebuah komentari atas seluruh Alkitab. Dia masih diakui di antara kaum Baptis sebagai seorang sastrawan yang mendalam.

Armitage berkata tentang dia, Namun, dengan semua kemampuannya, dia adalah seorang supralapsarian, sehingga sulit untuk membedakan dia dengan seorang antinomian. Sebagai contoh, dia tidak bisa mengundang orang-orang berdosa kepada Juruselamat, sementara dia mendeklarasikan kebersalahan dan penghukuman mereka, keperluan mereka akan kelahiran kembali; dan berpegang bahwa Allah akan menobatkan orang-orang yang telah dipilih untuk diselamatkan; dan jadi manusia tidak boleh intervensi dalam tujuanNya dengan cara mengundang orang kepada Kristus. Dengan khotbah seperti ini, gerejanya pelan-pelan menurun, dan setelah setengah abad, hanya tinggal sedikit.”²

Penurunan di kalangan kaum Baptis di Inggris berlanjut hingga tahun 1750, ketika mereka terpengaruh oleh kebangunan rohani yang melanda Inggris dan Amerika. Orang-orang seperti Andrew Fuller melepaskan diri dari belenggu posisi liberalisme yang ekstrim rasionalistik dan Kalvinisme, dan kembali ke semangat injili untuk membawakan Injil ke semua makhluk. Pernyataan klasik doktrin injili yang diperbaharui adalah “Injil yang Pantas Diterima oleh Semua.” Adalah Fuller yang memegang tali di Inggris, sementara Carey turun ke lobang di India. Kiranya kita belajar bahwa kebenaran apapun, jika dijadikan ekstrim melalui proses rasionalistik, akan menjadi kesesatan yang dapat memimpin kepada kemurtadan, dan itu adalah hal yang mematikan.

EWT
_________

¹ H. Leon McBeth, The Baptist Heritage (Nashville: Broadman Press, 1987), hal. 171-72.
² Thomas Armitage, The History of the Baptists (1890; reprint ed., Watertown, Wis.: Marantha Baptist Press, 1976), 2:561.
———————————-

Renungan Tambahan DR. SUHENTO LIAUW:

1. Renungan hari ini menyinggung banyak istilah theologi. General Baptis adalah kelompok Baptis yang berlawanan dengan Particular Baptis yang Calvinistik. Banyak orang tidak paham bahwa selain Rasul-rasul tidak ada orang yang bisa mengikuti Tuhan Yesus secara langsung. Setiap orang Kristen diajar dan dipengaruhi oleh guru bahkan teman ketika memilih sesuatu untuk dipercayai. Ketika Anda menjadi anggota jemaat sebuah gereja, maka itu artinya Anda mengikuti Tuhan MELALUI mengikuti Gembalamu. Puji Tuhan jika pengajaran Gembala Anda ternyata alkitabiah. Oleh sebab itu jangan mematikan akal sehatmu, melainkan harus tetap menyala. Dan Berbahagialah orang yang mendapatkan guru yang benar.

2. Catatan sejarah Baptis memperlihatkan bahwa ketika gereja telah salah theologinya maka efeknya sangat besar. Baptis Inggris sangat terpengaruh theologi Calvinistik, dan efeknya bukan hanya tidak berbuah bahkan melayu dan mengering. Kekristenan Eropa akan mati dan akan seperti pelita tak berminyak yang hanya untuk hiasan saja. Mereka akan semakin menekankan upacara ritual yang tak bermakna dan menjadi semakin mirip agama pagan yang penuh ritual. Amatilah.

3. Iblis berjuang keras agar manusia tidak mencari pengajaran yang benar, melainkan mencari agama yang penuh upacara ritual. Lihatlah Hindu di sungai Gangga, Budha di Candi-candi, dan Kekristenan sesat yang mirip mereka. Padahal Tuhan tidak menghendaki Kristen menjadi agama. Kristen itu pengikut Kristus, kekristenan itu iman yang berpusat pada Kristus. Saya selalu menyebut kekristenan (Christianity), bukan agama Kristen. Sekarang ada banyak Kristen, anda mau yang menekankan kebenaran atau yang upacara ritual?

Leave a Reply

Your email address will not be published.