Kita tahu bahwa semua hal yang tercatat di Alkitab adalah untuk kita jadikan pelajaran agar kita menjadi manusia berhikmat, mengenal Allah Pencipta dan mengasihiNya.
Bencana Zaman Nuh
Setelah kejatuhan Adam, alam semesta yang kita tempati ini adalah alam yang terkutuk. Sesungguhnya jika Tuhan tidak memelihara alam ini maka keadaannya tidak dapat kita tempati. Karena dikatakan bahwa hanya akan menumbuhkan semak duri, semua ini karena pemberontakan manusia. Dan pemberontakan berlanjut sehingga Tuhan mendatangkan air bah yang menutupi seluruh muka bumi, dan menyelamatkan Nuh sekeluarga yang taat dan mengasihiNya.
Sesudah peristiwa Nuh, bumi kita ini diberkati Tuhan karena Nuh.
21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. 22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.” (Kej.8:21-22)
Tulah Di Mesir, Sodom & Gomora
Tercatat dalam kitab KELUARAN, Tuhan mendatangkan TULAH demi tulah ke Mesir, namun tidak ada reaksi pertobatan dari rakyat Mesir sampai ke raja mereka. Terakhir, raja Mesir mengejar bangsa Yahudi sampai ditenggelamkan di laut Merah.
Kota Sodom dan Gomora dilenyapkan, dan tidak ada catatan bahwa bangsa di sekitar ketakutan, dan kemudian mereka mencari Allah yang benar yang maha kuasa dan kebenaranNya.
Bencana Alam di Zaman Modern
Melalui berbagai media kita tahu ada bencana alam di mana-mana, namun tidak membuat manusia yang menderita olehnya MENCARI ALLAH YANG BENAR dan KEBENARANNYA. Ketika terjadi gempa bumi di Myanmar pada tanggal 28 Maret 2025, menewaskan 5.456 orang, dengan 11.402 orang terluka dan 538 orang hilang, tidak menyebabkan orang Myanmar mencari Tuhan yang benar, malah biksu yang botak berselempang kuning berlutut menyembah Buddha sampai di jalanan. Dan jika engkau mengatakan bahwa mereka salah, pasti mereka akan marah bahkan engkau bisa celaka.
Banjir besar di Filipina terjadi pada Oktober 2024, menyebabkan sedikitnya 126 orang tewas dan hilang, serta ribuan orang terpaksa mengungsi, apakah mereka mengintrospeksi dan mencari kebenaran? Kelihatannya tidak, bahkan ada foto sekeluarga membawa patung Maria ke atas atap rumahnya yang sudah terendam hingga tinggal atap, dan menyembah patung itu di atas atap, yang sangat menyakiti hati Tuhan yang melarang menyembah patung apapun.
Kebakaran di California itu sangat dahsyat, 7 Januari 2025, dan kemudian terjadi lagi pada 22 sampai 25 Agustus 2025, total lahan dengan rumah yang terbakar 525.208 hektar habis. Mereka menangis dan berdoa menjerit-jerit. Adakah mereka yang mengintrospeksi iman mereka?
Banjir di Sibolga dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang terjadi pada tanggal 24-25 November 2025, apakah tidak perlu dicari maknanya? Apakah tidak perlu mengintrospeksi sikap kita kepada Tuhan dan mencari kebenaranNya? Apakah tidak perlu untuk merenung sesungguhnya apakah selama ini pengajaran gereja yang saya di dalamnya sudah sungguh-sungguh benar?
Ada kesalahan konsep di kalangan banyak orang bahwa Tuhan menginginkan kebaikan moral lebih daripada ajaran doktrinal. Maka itu sesudah mengalami bencana mereka sembahyang lebih khusyuk di dalam kesesatan, berusaha hidup lebih suci, dan melakukan kebaikan, BUKAN MEMERIKSA pengajaran yang diimani. Padahal Tuhan tidak berkenan kepada perbuatan baik dari orang-orang yang salah doktrinnya. Kamu berbuat baik, membagikan hartamu seperti para Filantropis, namun jika kamu menyembah Allah yang salah yang sebenarnya adalah iblis yang memakai nama Allah, atau menyembah berhala, perbuatanmu tidak menyenangkan Allah Sang Pencipta.
Apalah arti perbuatan baik dari orang Kristen yang doktrinnya salah, malah itu bisa menyakitkan hati Tuhan. Bergiat, menyumbangkan banyak uang untuk kesesatan itu akan memperberat hukuman di Neraka. Ketahuilah kekristenan menurut Google sampai tanggal ini ditulis, sudah mencapai lebih 47 ribu denominasi. Apakah Anda berada di dalam denominasi yang mengajarkan kebenaran? Temukan dulu kebenaran dan pastikan diri berada dalam kebenaran secara doktrinal, baru bergiat di dalamnya, dan berbuat baik untuk memuliakan Tuhan.
Ternyata Manusia Sangat Bebal
Di dalam kitab Wahyu pasal 16, beberapa kali Tuhan murka dan menghukum manusia, namun mereka tidak bertobat.
8 Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api. 9 Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia. (Kej.16:8-9).
Saya yakin jika Tuhan turunkan bencana di India, para penyembah sapi di sana akan lebih khusyuk menyembah sapinya. Jika Tuhan turunkan bencana di Tibet, maka para biksu dengan selempang merah akan berduyun-duyun ke kuil di Lasha menyembah patung mereka sampai jungkir balik. Kini, ketika artikel ini sedang ditulis, di Iran sedang kekeringan, puluhan juta manusia tidak ada air, karena Tuhan menahan hujan. Apakah mereka mengintrospeksi diri, apakah ada dari mereka yang bertanya, apakah agama kami sungguh dari Allah, ataukah kami selama ini telah salah? Di manakah Allah yang benar dan di kitab manakah firmanNya? Apakah orang Kristen yang mengalami bencana ada merenung, sudah benarkah imannya atau sesungguhnya pengajaran yang diimaninya amat salah bahkan sesat? Jika yakin doktrin yang diimani adalah yang paling benar, ya puji Tuhan. Namun bagaimana seseorang tahu doktrin yang diimaninya paling benar jika ia belum bertemu dengan doktrin yang lebih benar, dan membanding-bandingkannya dengan ajaran yang dijumpainya?
Kesimpulan
Sedikit, sangat amat sedikit manusia yang seperti Sida-sida dari Etiopia, yang memutuskan menempuh perjalanan dengan binatang, sejauh lebih empat ribu kilometer dari Etiopia sampai Yerusalem, untuk mencari Allah yang benar dan kebenaran FirmanNya. Bahkan orang Kristen yang dilanda bencana, juga tidak bertanya, apakah ajaran atau tafsiran yang selama ini diimaninya sudahkah YANG PALING BENAR? Mungkinkah sesungguhnya selama ini ia sedang di dalam kesesatan? Apa salahnya untuk bertanya dan mencari tahu? Dan kemudian membandingkan ajaran yang diimani dengan yang lain? Cari perbedaannya, bukan persamaannya, dan dari perbedaan itu kemudian olah otak yang diberikan Tuhan, mohon hikmat, sampaikan dengan doa bahwa engkau mencintai Tuhan dan merindukan kebenaranNya, dan mohon Tuhan tunjukan ajaran Kekristenan manakah yang lebih sesuai Alkitab? Jika di hati seseorang ada kerinduan untuk mendapatkan YANG PALING BENAR seperti Sida-sida Etiopia, maka Tuhan pasti akan menuntunnya.
Saya mencari, dan mencari terus, setiap kali saya temukan ajaran yang lebih benar, maka saya tinggalkan pengajaran yang salah dan berpindah ke yang lebih benar. Sekarang saya sangat yakin pengajaran yang saya imani adalah YANG PALING BENAR. Jika Anda merasa pengajaran yang Anda imani dan ajarkan lebih benar, mari sampaikan kepada saya, Anda akan saya sambut dengan kasih. Dan saya berkata kepada jemaat saya, silahkan mencari gereja yang pengajarannya lebih benar, dan boleh pindah ke sana. Dan tolong kasih tahu saya karena saya juga akan ikut pindah, sebagai bukti kepada Tuhan bahwa saya cinta Tuhan dan cinta kebenaranNya. Maranatha!
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Mat.6:33).
Jakarta, 28 November 2025
DR. SUHENTO LIAUW, D.R.E., TH.D.
<www.graphe-ministry.org>
<drsuhentoliauwblog.graphe-ministry.org>
YouTube: GBIA GRAPHE & GBIA INDONESIA
Maranatha!