MENAMBAH JUMLAH ORANG DI SURGA

Tuhan Yesus berkata, “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” (Mat 16:19). Pernyataan Tuhan ini kepada Petrus sama sekali bukan berarti Petrus pegang kunci Kerajaan Sorga dan setiap orang yang mau masuk Sorga mesti dapat izin Petrus. Namun sesungguhnya pengakuan iman Petrus yang barusan diucapkannya adalah kunci Kerajaan Sorga. Dan setiap orang yang sudah diselamatkan oleh Injil yang benar, sudah lahir baru, di tangannya ada kunci Kerajaan Sorga. Kunci ini bisa diberikan kepada siapa saja yang mau menerimanya. Dan seberapa banyak orang akan memiliki kunci Kerajaan Sorga sangat tergantung pada orang yang telah memilikinya terlebih dahulu.

Tuhan Mau Semua Orang Selamat

Ada gereja yang mengajarkan bahwa Tuhan tidak mengasihi semua manusia, bahwa Tuhan tidak menebus semua manusia, bahwa Tuhan tidak mau menyelamatkan semua manusia, bahkan bahwa Tuhan sejak kekekalan mengutuk sejumlah besar orang ke Neraka. Mereka sebut orang-orang yang dikutuk itu dengan sebutan reprobate (kaum terkutuk), dan mereka dikutuk secara tanpa alasan (unconditional) sejak minus waktu.

TETAPI saya dapatkan di Alkitab bahwa Tuhan mengasihi seisi dunia.

Yoh 3:16: “Karena BEGITU BESAR KASIH ALLAH akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Dan Alkitab juga kasih tahu saya bahwa Tuhan menghendaki supaya semua orang diselamatkan.

1Tim 2:3-4: “Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya SEMUA ORANG DISELAMATKAN dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.”

Dan Tuhan berkata melalui tulisan Rasul Petrus bahwa Ia menghentikan semua orang bertobat dan diselamatkan, tidak ada yang binasa.

2Ptr 3:9: “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena IA MENGHENDAKI SUPAYA JANGAN ADA YANG BINASA, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”

Ayat Alkitab tak mungkin salah dan tak mungkin saling bertentangan, mustahil Allah yang maha kasih mengutuk manusia ciptaanNya ke Neraka tanpa alasan (unconditional). Siapapun yang membaca tulisan ini yang sedang mempercayai doktrin yang salah tersebut, saya doakan agar akal sehatnya berfungsi dan bisa bertobat dan segera tinggalkan ajaran demikian.

Mari Kita Giat Menginjil

Saya menulis artikel ini pada tanggal 10 September 2022 ketika saya sedang berlibur di Turki. Saya membawa dua ratusan brosur (traktat) bahasa Inggris, dan barusan saya bagikan kepada dua orang turis berasal dari Malaysia. Setiap kali saya bertemu dengan turis atau orang lokal yang mau menerima traktat pasti saya berikan sehingga traktat yang saya bawa sudah banyak terbagi.

Menurut Rasul Paulus, orang tidak bisa percaya sesuatu yang tidak pernah didengarnya atau dibacanya.

Rm 10:13-14: “Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?”

Sangat logis bahwa manusia tidak bisa percaya sesuatu yang tidak pernah didengarnya. Orang-orang Papua yang hidup di abad 18 tidak masuk Sorga sama sekali bukan karena mereka tidak dipilih secara UNCONDITIONAL untuk masuk Sorga, melainkan masuk akalnya ialah pada saat itu tidak ada orang yang memberitakan Injil ke sana. Kakek dari ayah saya juga tidak masuk Sorga bukan karena dikutuk sebagai reprobate, malainkan karena tidak ada misionaris yang memberitakan Injil di wilayah tempat tinggalnya.

Kita percaya bahwa Allah maha tahu dan maha kuasa maha berdaulat, namun kita juga tahu bahwa Allah yang maha kuasa itu menciptakan makhluk yang diberi kemampuan berpikir dan diberi kehendak bebas. Kebebasan berpikir dan tindakan manusia masih di dalam kedaulatan Allah. Ketika Allah putuskan perlu mengintervensi tentu Ia dapat melakukannya karena kehendak bebas manusia masih di dalam kedaulatanNya. Tidak benar bahwa Allah mengontrol seluruh tindakan manusia sampai hal hari ini mau pakai baju warna apa, apalagi menetapkan pikiran dan tindakan manusia secara orang perorang.

Kesimpulan:

Tuhan mau kita, yaitu orang yang telah mengerti Injil, orang yang telah diselamatkan oleh Injil, orang yang telah memiliki kunci Kerajaan Sorga, membagikan “kunci” tersebut kepada sebanyak mungkin orang yang dapat kita lakukan. Pengakuan iman yang diucapkan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup, adalah kunci Kerajaan Sorga bagi setiap orang Yahudi. Artinya setiap orang Yahudi yang seperti seorang janda berseru, Yesus, Anak Daud, maka imannya telah menyelamatkannya. Sedangkan bangsa Non-Yahudi memerlukan penjelasan tambahan tentang Sang Mesiasnya orang Yahudi yang juga adalah Sang Juruselamat semua umat manusia.

Penjelasan bahwa Yesus Sang Mesias menanggung dosa seisi dunia, dari dosa Adam sampai dosa manusia yang terakhir. Bahkan dosa yang disebabkan oleh Adam telah diselesaikan oleh Yesus Kristus.

Rm 5:19: “Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.”

Setiap orang yang mendengar KABAR BAIK (Injil) bahwa Yesus sudah menanggung dosa seisi dunia, dan yang diperlukan dari seorang manusia yang sudah akil balik hanyalah bertobat dan percaya bahwa Yesus dihukumkan menggantikannya, dan ia setuju hidup bagi Yesus, maka ia mendapatkan “kunci” Kerajaan Sorga.

Kita harus melakukan hal ini segiat-giatnya agar semakin banyak orang diselamatkan. Sebagaimana Tuhan katanya bahwa apa yang kita lepaskan di dunia akan terlepas di Sorga dan apa yang kita ikat di dunia akan terikat di Sorga. Pembaca yang berhikmat, segala jerih-lelah kita dalam memberitakan Injil tidak akan sia-sia. Kita akan bertemu dengan orang yang diselamatkan dari usaha jerih-lelah kita di Sorga kelak. Mari kita bergiat.

Istanbul, 10 September 2022
DR. SUHENTO LIAUW, DRE., TH.D.
<www.graphe-ministry.org>
<drsuhentoliauwblog.graphe-ministry.org>
YouTube channel: GBIA GRAPHE & GBIA INDONESIA.

Maranatha!

Leave a Reply

Your email address will not be published.