LAGU ALKITABIAH

Slogan kami :
Jika cara gerejamu bernyanyi tidak dapat dibedakan lagi dari cara dunia bernyanyi, maka kalau bukan dunia sudah semakin rohani, berarti gerejamu sudah semakin duniawi.

Lagu yang bagaimanakah yang menyenangkan hati Tuhan?

[1]. Lagu yang menyenangkan hati Tuhan adalah yg dikarang oleh orang yang lahir baru dan mengasihi Tuhan.

Contoh, Fanny Crosby, seorang yang buta setelah dua minggu dilahirkan, mengarang sekitar 8 ribu himne. Saat sudah tua, di AS sudah bisa operasi matanya, dia menolak karena katanya, saya sudah terbiasa, lagi pula saya mau mata saya melihat nanti yang pertama adalah wajah Juruselamat saya.

CCM (Christian Contemporer Music) banyak dikarang oleh orang-orang yang kelahiran kembali mereka tidak jelas. Rambut tetap gondrong, batang rokok di bibir, hidup duniawi, kawin-cerai bahkan free-sex. Lagu yang dikarang orang yang belum lahir baru pasti tidak mungkin menyenangkan hati Tuhan. Ini dari aspek sang pengarang lagu.

[2]. Tentu yg tidak kalah penting adalah sifat iramanya. Semua orang tahu ada irama pop, irama rock, rege, metal dll. Himne adalah lagu dengan irama khas, penekanan pada ketukan pertama dalam tiap biramanya. Himne tidak sensual melainkan agung, dan membawa orang dekat kepada Tuhan, ingat “dekat” bukan intim karena intim itu istilah hubungan lawan jenis.

Sedangkan Irama lagu penyembahan berhala biasanya bertalu-talu, mengulang-ulang sampai yang bernyanyi kerasukan atau trance.

Tiap-tiap jenis irama sesungguhnya memiliki tujuannya. Irama Pop biasanya genit karena tujuannya memang untuk menggoda. Irama Rock diciptakan untuk mengajak pemberontakan. Tak heran sering kali selesai konser musik Rock, banyak keributan dan tidak jarang terjadi perusakan fasilitas umum dan Lain-lain.

Kami sangat heran melihat pemimpin gereja membiarkan musik duniawi masuk gereja dan menggantikan lagu himne. Kelihatannya bukan tidak ada yang mengendalikan keadaan, karena Lucifer adalah pemusik di Sorga sebelum kejatuhannya. Dan saat jatuh pun membawa gambusnya.

Musik adalah bagian yang paling lemah dari gereja terhadap penyusupan. Setelah orang muda dirangsang dengan lagu duniawi, dan mereka terbiasa, maka masalah doktrin yang akan disingkirkan tinggal tunggu waktu. Dengan musik duniawi, muda-mudi akan merasa suasana gereja sama dengan suasana diskotik yang sering dikunjunginya dan betah tanpa dilahirkan kembali. Di rumah mereka dengar lagu duniawi, dan setiba di gereja mereka menikmati irama yang sama, hanya beda liriknya saja.

[3]. Lirik juga harus sesuai kebenaran Alkitab. Sebelumnya tentu seseorang harus tahu tentang perubahan sistem ibadah PL yang simbolistik, ritualistik dan jasmaniah, ke sistem ibadah PB yang hakekat, rohaniah, dalam kebenaran. Artinya, di PL menyembah simbol, mengutamakan ritual, dan menyembah dengan badan. Di PB kita menyembah hakekat, dengan hati, dan dalam kebenaran.

Kitab Mazmur adalah buku nyanyi zaman ibadah simbolistik, ritualistik, jasmaniah. Banyak lagu Mazmur sebenarnya tidak boleh dikutip mentah-mentah karena sifat ibadahnya yang berbeda dengan zaman PB.

Zaman Daud, mereka menyembah secara simbolistik ritualistik lahiriah. Banyak kata-kata dalam Mazmur yang sesungguhnya sudah tidak cocok lagi dengan zaman ibadah hakekat rohaniah dalam kebenaran. Misalnya, masuk HADIRAT Tuhan, di mana hadirat Tuhan? Ya, di tempat Tuhan hadir? Roh Kudus hadir dimana-mana. Ini salah satu contoh.

[4]. Kami pilih aman, kami tak mau menyakiti hati Tuhan dengan lagu. Kami juga tidak mau membiarkan iblis masuk ke gereja melalui lagi. Kami mau lagu yang kami nyanyikan sungguh menyenangkan hati Tuhan. Apalah gunanya kalau kita nyanyi dan ternyata lagu yang kita nantikan tidak menyenangkan hati Tuhan melainkan hanya untuk kepuasan KEDAGINGAN kita?

[5]. Kami tidak berkata bahwa lagu di luar himne itu dari Iblis. Ada banyak lagu yang indah, misalnya lagu kebangsaan, lagu patriotis, lagu daerah, bahkan lagi anak-anak.

Untuk acara berjemaat kami hanya mau pilih aman, dan hanya mau menyanyikan lagu yang pasti menyenangkan hati Tuhan. Itulah sebabnya kami memilih lagu himne. Kami tidak bisa yakin bahwa irama Pop, Rock dll, akan menyenangkan hati Tuhan. Kami tidak yakin bahwa cara bernyanyi dengan drum dan loudspeaker yang memekakkan telinga akan menyenangkan itu hati Tuhan.

Ada banyak lagu duniawi yg dinyanyikan yang bisa buat orang menangis, ini bukan patokan. Patokannya adalah lirik lagu itu harus sesuai dengan pengajaran Alkitab, dan dibunyikan dengan irama yang mengagungkan Tuhan, Irama yang menjunjung tinggi keteraturan.

Jakarta, 19 Nov 2017
Dr. Suhento Liauw
Www.graphe-ministry.org
Maranatha!

Leave a Reply

Your email address will not be published.