EXTRA ECCLESIAM NULLA SALUS

Extra Ecclesiam Nulla Salus adalah kalimat bahasa Latin yang artinya DI LUAR GEREJA TIDAK ADA KESELAMATAN. Ini adalah pengajaran yang dicetuskan oleh Cyprian, yang disebut Bapa gereja oleh Katolik namun dilihat sebagai Setan gereja oleh Kaum ANABAPTIS.

Pengajaran Cyprian, Agustinus, adalah di antara mereka yang pengajaran mereka menyebabkan terbentuknya Gereja Roma yang Universal atau Katolik. Cyprian mengajarkan bahwa di luar gereja tidak ada keselamatan, sedangkan Agustinus dengan bukunya The City of God mengajarkan penggabungan gereja dengan negara. Sesungguhnya Agustinus ini adalah Bapa panutannya John Calvin. Terinspirasi dari buku The City of God menyebabkan Calvin ingin membuat kota Geneva sebagai the city of God, sehingga ia mengusir setiap orang yang tidak setuju pada programnya, dan yang menentang pengajarannya dibunuhnya.

Misa Yang Menyelamatkan

Oleh pengajaran Cyprian ini akhirnya terbentuklah konsep bahwa seseorang harus masuk ke dalam gereja untuk diselamatkan. Kuasa untuk menyelamatkan terletak pada pemimpin gereja, dan efek lanjutannya ialah seseorang yang dikeluarkan atau dikucilkan oleh gereja, maksudnya gereja Katolik, akan binasa. Bahkan pada masa Gereja Katolik mencengkeram Eropa, orang yang dikucilkan oleh Gereja Katolik, boleh dibunuh oleh siapa saja. Inilah yang ditakutkan oleh banyak orang yang sesungguhnya tahu Katolik salah, sehingga mereka tidak bersuara. Mereka tidak sanggup menanggung pengucilan karena bisa saja dibunuh oleh siapa saja. Luther termasuk yang ketakutan akan ancaman ini sehingga ia menerima gerejanya menjadi gereja Kerajaan Jerman dan dia aman, namun ia ternyata masuk perangkap. Karena tadinya Luther percaya bahwa baptisan harus diselam dan hanya untuk orang yang membuat pengakuan iman, namun karena menjadi gereja negara maka semua bayi harus dibaptis. Konsekuensi gereja negara adalah semua warga negara adalah anggota gereja demikian sebaliknya.

Karena kuasa menyelamatkan ada pada gereja, lalu cara penyelamatannya apa? Maka gereja menyelenggarakan acara Misa menjadi sarana penyelamatan. Di dalam acara Misa ada upacara Holy Communion yaitu Perjamuan Kudus.

“Eucharist, also called Holy Communion or Lord’s Supper, in Christianity, ritual commemoration of Jesus’ Last Supper with his disciples. The Eucharist (from the Greek eucharistia for “thanksgiving”)”

Mereka mengajarkan bahwa roti yang didoakan imam mereka seketika berubah menjadi daging Yesus, dan anggur berubah menjadi darah Yesus, ini disebut Transubstantial. Dan setiap peserta Misa yang memakan roti dan meminum anggur itu akan mendapatkan keselamatan.

Dan itulah sebabnya di setiap Misa tidak ada kepentingan mengkhotbahkan Yesus Kristus dan Injil Keselamatan, melainkan cukup melaksanakan Holy Communion atau Eucharisti itu. Karena melalui mengikuti Misa dan mengambil bagian dalam Holy Communion itu mereka diajarkan bahwa mereka sudah mendapatkan keselamatan.

Kelihatan sekali ada kekacauan penafsiran tentang ucapan Yesus Kristus yang berikut ini.

53 Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. 54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. 55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. 56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. (Yoh.6:53-56)

Pengajaran Yesus Kristus yang seharusnya diartikan secara rohani, ternyata dibelokkan oleh “Bapa” gereja menjadi literal dalam wujud ibadah simbolistik ritualistik. Maka itu kaum ANABAPTIS melihat bahwa mereka itu sesungguhnya bukan Bapa gereja melainkan setan gereja yang menyusup masuk ke gereja dan memegang setir gereja, sebagaimana dinubuatkan oleh Yudas.

Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum… (Yud.1:4).

Protestan Keluar Namun Galau

Luther, Calvin, dan teman-teman mereka keluar dari Katolik namun pikiran mereka galau. Luther yang duluan tersadarkan bahwa Misa tidak menyelamatkan, dan bahwa Holy Communion tidak menyelamatkan. Luther menyerukan Sola Gratia dan Sola Fide, diselamatkan oleh anugerah dan diselamatkan oleh iman. Calvin melangkah lebih jauh lagi sehingga masuk jurang bahwa tanpa perlu respon iman dari pihak manusia melainkan dipilih diselamatkan secara tanpa syarat oleh Tuhan, yaitu keselamatan melalui Unconditional Election.

Anehnya, baik Luther, Calvin dan teman-teman mereka tetap melaksanakan Holy Communion (Perjamuan Kudus), padahal mereka sudah serukan bahwa Keselamatan itu tidak lagi melalui upacara ritual. Ketika Luther ditanya oleh pengikutnya, bagaimana konsep kita tentang Holy Communion atau Eucharisti itu? Luther menjawab pengikutnya bahwa roti tidak berubah jadi daging Yesus dan anggur tidak berubah jadi darah Yesus, melainkan tubuh Yesus BERSAMA roti itu dan darah Yesus BERSAMA anggur itu, artinya CONSUBSTANTIAL. Lihatlah, baik Luther maupun Calvin dan teman-teman mereka saya sebut galau karena mereka bingung. Jika Holy Communion itu tidak menyelamatkan, apanya yang holy, mengapa masih tetap menyebutnya HOLY? Dan konsep CONSUBSTANTIAL ini konsep yang galau dan linglung.

Anabaptis Menolak Misa

Kaum Anabaptis adalah orang percaya yang sejak awal, yaitu sejak Cyprian dan Agustinus, tidak setuju terhadap konsep mereka baik itu Extra Ecclesiam Nulla Salus maupun konsep agama negara dengan City of God. Kaum Anabaptis tahu bahwa itu adalah pengajaran salah yang disusupkan iblis ke dalam gereja.

Keselamatan bukan oleh gereja melainkan oleh Yesus Kristus. Manusia berdosa akan binasa kecuali dosanya diselesaikan. Dan penyelesaian dosa itu hanya satu cara yaitu dosa harus dihukumkan. Maka itu sejak kejatuhan Adam, Allah menjanjikan Juruselamat yang akan menyelesaikan dosa manusia melalui menerima penghukuman manusia, yaitu dihukum mati. Sebelum kedatangan Sang Juruselamat, manusia disuruh melakukan ibadah simboliknya yaitu menyembelih seekor domba di atas mezbah seperti yang dilakukan Habel. Semua orang PL harus beriman memandang ke depan pada Juruselamat yang akan datang yang dijanjikan.

Dan kemudian Sang Juruselamat datang, bukan disembelih di atas Mezbah melainkan di bukit Golgota. Ia menanggung dosa seisi dunia, dari dosa Adam sampai dosa manusia terakhir. Kalau orang PL beriman pada Juruselamat yang di depan sebaliknya orang PB beriman pada Juruselamat yang di belakang. Tentu, orang yang beriman pada Sang Juruselamat adalah orang yang mengaku diri orang berdosa dan menyesali dosanya (bertobat).

Tidak ada keselamatan melalui Misa atau Holy Communion (Perjamuan Kudus), ini adalah konsep sesat yang disusupkan iblis untuk membelokkan arah gereja supaya membawa orang ke Neraka. Protestan dan Reformator harus sadar bahwa mereka telah salah karena membawa keluar Perjamuan KUDUS dari Katolik seperti Rahel bawa terafim Laban. Tidak ada Perjamuan yang kudus, namanya seharusnya Perjamuan TUHAN (The Lord’s Supper). Dan Perjamuan Tuhan dilakukan bukan untuk menyelamatkan melainkan untuk mengingat akan Tuhan.

Anabaptis Mengorbankan Nyawa

Demi kebenaran alkitabiah para Anabaptis yang menolak pembaptisan bayi, juga menolak keselamatan melalui Misa dan Holy Communion. Pembaptisan bayi, Gereja Negara, Misa dengan Holy Communion semua itu adalah satu paket kesalahan yang iblis susupkan ke dalam gereja supaya gereja dipakai untuk menggiring orang ke Neraka.

Demi menentang kesesatan ini para Anabaptis sudah banyak yang dibakar hidup-hidup. Pada tanggal 16 Juni 1558, Roger Holland bersama lebih dari dua puluh orang ditangkap. Mereka akan dibebaskan jika mereka berjanji akan menghadiri acara Misa di Gereja Katolik. Namun mereka tidak mau karena tahu bahwa itu sesat, bahwa Misa tidak menyelamatkan, bahwa iman kepada Yesus Kristuslah yang menyelamatkan. Dan mereka semua dibunuh dengan dibakar dan berbagai cara lain, karena mempertahankan iman mereka yang mereka yakini itu benar sesuai Alkitab.

Kesimpulan

Menurut Alkitab Keselamatan tidak melalui upacara Misa dan Perjamuan KUDUS, melainkan melalui iman kepada Yesus Kristus yang menggantikan kita menerima penghukuman atas semua dosa kita.

Sampai hari ini pengajaran sesat yaitu keselamatan melalui upacara Misa, dan Perjamuan Kudus, tetap berlanjut. Hal yang sangat mengherankan ialah mereka yang keluar dari Katolik (anak-anak Katolik) kelihatannya lari tidak terlalu jauh seperti pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, mereka masih senang dengan nama Perjamuan KUDUS. Apakah mereka percaya bahwa Perjamuan itu menguduskan seperti bapak mereka? Silakan direnungkan.

Fakta sejarah, jika tidak ada kaum ANABAPTIS yang berjuang sepanjang masa mempertahankan kebenaran alkitabiah, maka tidak ada lagi gereja yang benar di muka bumi. Namun puji Tuhan, di setiap zaman ada sebuah sisa (Remnant), walau jumlahnya kecil dan tersembunyi. Pada zaman Elia masih ada tujuh ribu orang yang tidak menyembah Baal.

Dunia akan hanyut oleh kefasikan dan kedurhakaan, homoseks semakin banyak dan membawa dunia menuju kondisi Sodom dan Gomora. Dan gereja yang sesat semakin besar, serta semakin berpengaruh. Nah, di dalam kondisi seperti ini, apakah Anda bersedia menjadi REMNANT yang Tuhan pakai, menyinari zaman ini? Renungkanlah, dan carilah gereja yang alkitabiah, sebagai ekspresi Anda cinta kebenaran. Melalui gereja yang alkitabiah Anda akan mengerti kebenaran yang sesuai Alkitab yang sungguh akan membawa Anda ke Sorga.*

Jakarta, 27 Juni 2022
DR. SUHENTO LIAUW, DRE., TH.D.


YouTube channel: GBIA GRAPHE dan GBIA INDONESIA.
Maranatha!

Leave a Reply

Your email address will not be published.