Tiap-tiap Hari Menelusuri Sejarah Baptis-Ia Memberikan Kulit Kepalanya dan Menerima sebuah Mahkota

Renungan Harian 30 Juni

Nas: 1 Korintus 15:20-34

Menurut First Annual Report dari State Historical Society di North Dakota kepada gubernur North Dakota, sebagai laporan pada tanggal 30 Juni 1906, Elijah Terry, seorang misionari Baptis, dibunuh oleh enam orang Indian Sioux pada tanggal 28 Juni 1852.”¹ Ia adalah seorang anggota dari First Baptist Church di St. Paul, Minnesota, saat ia bertemu dengan James Tanner, seorang peranakan yang ayahnya diculik ketika ia masih kanak-kanak oleh sekelompok Indian Shawnee di Kentucky pada tahun 1789. Diadopsi di dalam suku mereka, ia menikahi seorang Indian dan menghabiskan hidupnya bersama mereka. Putranya, James, disekolahkan di sekolah-sekolah terbaik yang mau menerima orang Indian. Ia melayani selama beberapa tahun sebagai seorang penerjemah dan asisten di Methodist Missions di Sandy Lake dan tempat-tempat lainnya di antara orang-orang Indian di sepanjang hulu Sungai Mississippi.

Setelah mempelajari Alkitab dengan teliti, Tanner menjadi seorang Baptis. Pada waktu musim dingin yang parah, ia berjalan ke gereja dan pelayan Baptis terdekat, sangat mungkin di St. Paul, agar dapat dibaptis secara alkitabiah. Ia kemudian pergi ke timur, di mana ia mendapatkan bantuan dari beberapa orang Baptis di Philadelphia dan di tempat lainnya untuk mendukung mengajarkan Injil kepada orang-orang Indian di wilayah Dakota. Ketika ia pulang, Tanner memohon bantuan Elijah Terry untuk menjalankan sebuah rencana untuk membangun sebuah bangunan yang terbuat dari kayu yang dapat mereka pakai untuk mengajar orang-orang Indian dan peranakan dan mengadakan kebaktian-kebaktian. Pada waktu pembangunan bangunan inilah Terry muda kehilangan nyawanya. Ketika Tanner pergi ke kota terdekat untuk mengasah kapaknya, Terry dan seorang pria Perancis pergi ke hutan untuk menebang pohon. Tanner menceritakan:

Ketika saya hampir tiba di kota, seorang peranakan berlari mengejar saya dan memberitahu bahwa teman kita telah terbunuh. Saya segera kembali ke rumah, di sana saya menemukan orang Perancis itu terluka parah di bawah dagunya. Setelah mencari istri dan anak-anak saya dan menemukan mereka bersembunyi di rumput, saya dengan beberapa peranakan yang telah dipersenjatai yang baru saja tiba, pergi mencari Saudara Terry. . . .Mereka menemukannya . . . dengan dua anak panah tertancap dalam di punggungnya. . . sebuah lubang peluru di lengan kirinya . . . sebuah luka yang panjang dan dalam di belakang telinga kirinya, sepotong kulit kepala kurang lebih delapan belas cm panjangnya dan sepuluh cm lebarnya diambil, dan dua tanda yang nampak dibuat dengan sebuah mata pisau dari kapak orang Indian di punggungnya.”²

Terry dan orang Perancis itu sedang berjalan bersama sambil menyanyikan lagu-lagu himne ketika sekelompok orang-orang Indian yang berjumlah enam orang menyerang dengan tiba-tiba. Tidak mudah Tanner mendapatkan sebuah tempat dari imam Katolik untuk menguburkan jenazah Terry di satu-satunya tempat pemakaman di daerah itu, tetapi ada sukacita di sorga ketika para malaikat melayani rohnya menghadap hadirat Tuhan. Di kemudian hari, kaum Baptis North Dakota memindahkan jenazahnya ke pemakaman Presbyterian di Wahalla dan meletakkan sebuah monumen yang pantas di atas kuburnya. Orang-orang kudus yang telah mati martir dari gerakan misionari di Barat seharusnya diingat agar kita dapat mengenang pengorbanan yang telah mereka buat untuk menyampaikan Injil kepada semua orang, termasuk orang-orang Indian asli.

EWT
____

¹ Linda W. Slaughter, Leaves from Northwestern History (Bismarck: Historical Society of North Dakota, 1906), 1:252..
² Ibid., hal. 253.
———————————–

Renungan Tambahan DR. SUHENTO LIAUW:

1. Kolonialisasi, bukan perbudakan, sesungguhnya membawa banyak kebaikan, walau ada juga keburukannya. Daerah yang menjadi wilayah koloni biasanya masyarakatnya menjadi beradab (civilized) terlebih jika anak-anak mereka mengikuti pendidikan formal. Haiti sampai hari ini masih sangat terbelakang, seandainya tetap di bawah pemerintahan Perancis pasti jauh lebih maju. Bahkan Filipina jika di bawah pemerintahan AS, atau menjadi salah satu negara bagian AS, pasti jauh lebih maju. Tanpa orang Eropa ke benua Amerika orang Indian pasti masih tinggal di tenda kerucut.

2. Banyak misionari yang peduli orang Indian, mereka pergi tinggal bersama orang indian menginjili dan mengajar mereka, dan kehadiran mereka menimbulkan pertentangan di kalangan orang Indian. Mereka yang telah bertobat dan mengerti kebenaran sangat menginginkan kehadiran misionari di tengah mereka. Tetapi sebagian yang liar dan terutama yang ada hubungannya dukun merasa kehadiran misionari sangat mengusik mereka. Dan mereka inilah yang sering melakukan pembunuhan terhadap misionari yang padahal sangat berjasa mengajar anak-anak mereka.

3. Elijah Terry, bukan hanya patut dikenang oleh orang-orang Baptis, bahkan sesungguhnya paling patut dikenang oleh orang Indian yang sudah bermartabat dan beradab. Banyak orang Indian diselamatkan oleh misionari seperti Elijah Terry. Sekarang di AS orang Indian sangat diistimewakan, mereka buka usaha tidak dikenakan pajak. Sampai ada teman Chinese saya yang otaknya penuh taktik dagang berkata, baiknya kita buka usaha join dengan orang Indian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.