PENGURAPAN/ANOINTING/MESIAS

Dalam PL disebut מָשַׁח (mashak) dan kata bendanya ialah מִשְׁחָה (masiakh) atau biasanya diindonesiakan sebagai Mesias. Sedangkan bahasa Yunaninya di PB ialah Χριw (krio) dan kata bendanya Χριστοs (Mat 1:1 BGT)Kristos atau diindonesiakan jadi Kristus.  Baik di PL maupun PB sesungguhnya artinya adalah tindakan menuangkan minyak di kepala seseorang sebagai tindakan pelantikan atau pengangkatan atas orang tersebut untuk sebuah jabatan.  Dan di zaman PL ada tiga jabatan yang diurapi yaitu raja, imam dan nabi.  Kemudian Sang Juruselamat disebut juga Sang Mesias karena Dia dinubuatkan akan menjabat tiga jabatan tersebut sekaligus yaitu sebagai imam, raja dan nabi.

Semua orang Yahudi yang menantikan janji Allah tahu bahwa akan datang seseorang yang bersifat ilahi, yaitu Raja yang dijanjikan, Anak Daud, Dialah Sang Mesias, pribadi Allah yang menjabat Raja, Imam dan Nabi.  Itulah sebabnya ketika Yesus bertanya kepada Petrus siapa Aku, Petrus menjawab, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Mat 16:16 ITB), dan Yesus membenarkan jawaban Petrus. Dan dalam tulisan Rasul Paulus, ia selalu mengenakan gelar satu ini yaitu Yesus Kristus, atau Yesus Mesias.

Menurut Rasul Paulus setiap orang percaya sesungguhnya SUDAH DIURAPI oleh Roh Kudus pada saat orang tersebut bertobat dan percaya. Karena ketika seseorang bertobat dan percaya, ia sudah langsung dimeteraikan dengan Roh Kudus, dan itu sama dengan ia diurapi sebagai anak Allah (Yoh.1:12), dan diurapi sebagai imam atas dirinya (1 Pet.2:9).

21 Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang TELAH MENGURAPI, 22 memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.  (2Co 1:21-22 ITB).

Jadi, setiap orang percaya adalah orang yang telah dimeteraikan dengan Roh Kudus (Ef.1:13). Pada saat pemeteraian oleh Roh Kudus itulah sesungguhnya orang itu diurapi.

Oleh sebab itu ketika Yohanes menulis kepada orang-orang yang TELAH LAHIR BARU dia berkata bahwa mereka telah diurapi.

20 Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.  (1Jo 2:20 ITB)

27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya.  (1Jo 2:27 ITB).

KESIMPULANNYA, orang Kristen lahir baru adalah orang yang TELAH DIURAPI, dan tidak ada keperluan untuk meminta pengurapan lagi. Dan tidak boleh menyebut orang tertentu sebagai orang yang diurapi di tengah-tengah sesama anak-anak Tuhan, seolah-olah yang lain tidak diurapi.

MESIAS-MESIAS PALSU

Perhatikan, Tuhan menubuatkan bahwa pada akhir zaman akan muncul banyak MESIAS PALSU.

23 Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. 24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. 25 Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.  (Mat 24:23-25 ITB)

Jadi, sudah dikatakan bahwa akan datang orang-orang yang akan mengaku sebagai ORANG YANG DIURAPI. Ingat kata Mesias itu artinya orang yang diurapai. Berarti akan datang banyak orang yang tidak mengaku dirinya dengan istilah Mesias tetapi sama saja jika mengaku sebagai orang yang diurapi, yang sebenarnya artinya sama.  Sekali lagi, orang yang diurapi itu artinya Mesias. Benny Hinn adalah salah satu contoh orang yang memberi dirinya gelar  the annointed one, padahal itu gelar khusus Tuhan Yesus.

Saksi Yehuwa tidak mau berdiskusi dalam bentuk apapun, dan mereka hanya meyakini bahwa pemimpin mereka yang di Brooklyn adalah orang yang diurapi yang mengerti Alkitab. Lagi-lagi menyatakan ada orang yang diurapi dan yang tidak diurapi, untuk menggenapkan nubuatan kedatangan Mesias-mesias palsu.

DISEBUT MESIAS

Saya sangat heran, sungguh-sungguh heran banyak orang berani memakai istilah ORANG YANG  DIURAPI. Padahal jika dia dipanggil Mesias mungkin dia akan merasa risih, tetapi dia menyebut dirinya orang yang diurapi. Tidak tahukah dia bahwa orang yang diurapi itu bahasa Ibraninya ialah Mesias dan bahasa Yunaninya ialah Kristus?

Yudas kelihatannya sangat bodoh, dia sungguh bodoh jika dia tidak tahu telah ada nubuatan bahwa Sang Mesias akan dijual 30 kp perak. Saking bodohnya, ia tetap juga mau menggenapinya. Tetapi kini kita juga menyaksikan banyak orang bodoh, yang sudah jelas tahu ada nubuatan bahwa akan muncul banyak mesias palsu, toh masih tetap memunculkan mesias-mesias palsu dengan menyebut dirinya orang yang diurapi. Dan tentu yang lebih bodoh adalah orang-orang yang percaya bahwa dia adalah orang yang diurapi.

Atau mungkin bukan bodoh, tetapi mereka sudah masuk perangkap iblis, dan sudah menjadi anak buah iblis, yang hati mereka sudah dicap, yang disusupkan ke dalam kekristenan.

Namun apapun juga, nubuatan pasti digenapi. Anda mau menggenapi nubuatan munculnya banyak orang yang diurapi, atau mesias palsu? Boleh pilih kok, Anda tidak dipredestinasikan jadi mesias palsu, seperti sesungguhnya Yudas sebenarnya tidak dipredestinasikan untuk jual gurunya, dia sendiri yang mau.

Ketika Tuhan menyampaikan sesuatu yang sangat penting, Ia selalu berkata, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar” Mat 11:15. Karena bersifat artikel bukan audio, maka jika Tuhan yang mengajar melalui artikel, saya yakin Ia akan berkata siapa yang punya otak hendaknya ia membaca dengan baik dan berpikir.

Saya menulis dengan kasih Kristus, agar yang tersesatkan bisa kembali ke jalan yang benar. *

Jakarta, 9 Maret 2018

Maranatha!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *