Renungan Harian 31 Januari

Dari Buku: Tiap-tiap Hari Menelusuri Sejarah Baptis

*Sebuah Kesaksian dari Luar Tentang Kaum Baptis*

Nas: 2 Korintus 13:1

Selama bertahun-tahun, para pelajar sejarah Baptis di Amerika telah merujuk kepada sebuah kutipan dari dua sarjana Belanda yang ditugaskan oleh Raja Belanda untuk menyelidiki klaim kaum Baptis Belanda mengenai asal mula mereka dari para Rasul. Dua Sarjana Belanda itu adalah Dr. Anne Ypeij, Professor Theologi di Gronigen, dan Isaac Johannes Dermout, pelayan kerohanian raja. Bahkan, kaum Baptis menaruh bahan ini ke tanggal ini, karena Rev. Tuan Dermout dilahirkan pada tanggal 31 Januari 1777.

Setelah selama bertahun-tahun menjumpai berbagai referensi tentang hal ini, saya sangat senang untuk menemukan sebuah salinan karya tulis yang persis dimaksud itu dalam bahasa Belanda di Western Theological Seminary di Holland, Michigan. Buku itu berjudul, Geschiedenis der Nederlandsche Hervormde Kerk. Sebuah terjemahan bahan tersebut ke dalam bahasa Inggris berbunyi sebagai berikut:

Sekarang kita telah melihat bahwa kaum Baptis yang dulunya disebut Anabaptis, dan di waktu kemudian disebut kaum Mennonites, berasal dari kaum Waldensis, dan yang dalam sejarah panjang gereja menerima kehormatan memiliki asal usul itu. Berdasarkan riwayat ini, kaum Baptis dapat dipertimbangkan sebagai satu-satunya komunitas Kristen yang telah berdiri semenjak zaman para rasul, dan sebagai sebuah komunitas Kristen yang telah menjaga dengan murni doktrin-doktrin Injil sepanjang zaman.

Pengaturan eksternal dan internal yang sepenuhnya benar dari denominasi Baptis cenderung untuk menegaskan kebenaran, yang dibantah oleh gereja Roma, bahwa Reformasi yang terjadi pada abad ke 16 adalah sangat dibutuhkan, dan pada saat yang sama membantah pendapat Gereja Katolik yang salah, bahwa denominasi mereka adalah yang paling tua.”¹

Berbagai kelompok kaum Baptis telah memegang berbagai teori mengenai asal muasal kaum Baptis, mulai dari posisi suksesi yang tak terputus dari para Rasul yang diyakini oleh kebanyakan sejarahwan Baptis pada abad ke-19, hingga teori [salah] yang diyakini oleh mayoritas sejarahwan pada abad ini, yaitu bahwa kaum Baptis berasal dari kaum Separatis Inggris tertentu yang bersifat kongregasional dalam tatanan gereja mereka.

Isu ini mengusik kaum Baptis Selatan di akhir abad ke-19, ketika Dr. William Whitsitt, yang pada waktu itu adalah presiden dari Southern Baptist Seminary, menerbitkan sebuah artikel yang mengklaim bahwa “baptisan orang percaya” dengan cara selam dipulihkan oleh kaum Baptis Inggris pada tahun 1641. Sebuah debat yang keras diadakan oleh beberapa editor surat kabar Baptis melawan Dr. Whitsitt dan Seminari-nya, yang membuat dia mundur dari jabatan pada tahun 1899.

Penulis buku ini menganggap dirinya sebagai “pelajar” dan bukan sebagai “seorang sarjana yang telah selesai” dalam area sejarah Baptis, tetapi kami mempertahankan sebuah posisi “Prinsip-prinsip Kesinambungan,” karena kami percaya selalu ada kesinambungan prinsip-prinsip Baptis mulai dari zaman para Rasul hingga masa sekarang ini. Bagaimanapun juga, pernyataan-pernyataan seperti yang disebutkan di atas memaksa kita untuk menyadari bahwa nenek moyang kita tentulah mendahului Reformasi, dan walaupun mereka tidak dikenal dengan nama “Baptis,” saya akan mengutip sebuah pernyataan yang terkenal, “Seorang Baptis dengan nama lain tetaplah seorang Baptis!” Kita bersyukur kepada Allah karena sejarah kita dan bersukacita dalam kejujuran dua Sarjana Belanda ini.

DLC
______

¹ Anne Ypeij and Isaac Johannes Dermout, Geschiendenis der Nederlandsche Hervormde Kerk (Te Breda : W. Van Bergen en Comp., 1819), hal. 148.
————————————–
Renungan Tambahan Dr. Suhento Liauw:

1. Kini muncul berbagai jenis Orthodox, dan juga gereja Rasulli, dan mereka dengan lucu menyatakan bahwa mereka adalah terusan para Rasul, padahal sejak Roma super power, dan mulai Zaman Constantine, tidak ada KELOMPOK IMAN kekristenan yang tidak ditundukkan ke dalam Roma Katolik, kecuali kaum ANABAPTIS. Perhatikan, kecuali kaum ANABAPTIS. Mereka disebut ANABAPTIS sebagai nama olok2 karena tindakan mereka yang konsisten membaptis ulang orang Roma Katolik yang bertobat.

2. Dua orang sarjana Belanda; Dr. Anne Ypeij, dan Isaac Johannes Dermout, bukan orang Baptis. Oleh sebab itu hasil penyelidikan mereka pasti obyektif. Dan hasil penelitian mereka menyatakan bahwa Iman yang dipertahankan orang Baptis adalah yang diteruskan dari para Rasul.

3. Sayang sekali sekarang banyak Baptis meninggalkan doktrin dan sikap nenek moyang rohani mereka. Banyak yang telah dipengaruhi RAGI Kharismatik dan RAGI ekumene. Sungguh menyedihkan menyaksikan pergeseran yang terjadi di banyak kelompok Baptis. Bahkan ada yang telah terpikat kuasa pemerintah yang mustahil bisa diterima nenek moyang rohani mereka yang dianiaya sepanjang masa.

—————————-

Jika Anda ingin membaca artikel tentang kekristenan? Silahkan kunjungi website kami:

<www.graphe-ministry.org>
<drsuhentoliauwblog.graphe-ministry.org>

Leave a Reply

Your email address will not be published.