Penulisan Sebuah Himne yang Luar Biasa

Nas: Kisah Para Rasul 20:17-38
Dari Buku: Tiap-tiap Hari Menelusuri Sejarah Baptis

Dilahirkan 6 Januari1740,”¹ gembala sidang muda dan berbakat dari gereja Baptis Wainsgate, Inggris, telah bertobat di usia 16 tahun, saat mendengar khotbah dari George Whitefield. Di umur 19, John Fawcett telah dibaptis masuk ke dalam keanggotaan gereja Baptis di Bradford. Penahbisannya terjadi pada tahun 1765 sambil kemudian ia menggembalakan di Wainsgate. Talenta dan kebudayaan Fawcett yang luas menjadi terkenal ke mana-mana melalui hasil karya puisi dan prosanya yang diterbitkan dan melalui akademi yang ia dirikan yang berkembang pesat.

Enam tahun setelah Fawcett memulai penggembalaan di Wainsgate, Dr. John Gill yang terkenal itu meninggal, meninggalkan jemaat Baptis yang masyhur di Southwark, London, tanpa seorang gembala. Seiring berjalannya waktu, Gembala John Fawcett ditawarkan posisi itu dan menerima panggilan ke London tersebut. Jemaatnya yang di pedesaan itu kecil, dan gembala muda itu merasa bahwa panggilan ke jemaat yang lebih besar akan memberikan dia kesempatan yang lebih besar dan akan meningkatkan pemasukannya yang kecil dan dengan demikian akan melegakannya dari kekhawatiran.

Berita itu terdengar di jemaat Wainsgate bahwa gembala mereka yang mereka sayangi telah menerima undangan itu dan akan segera meninggalkan mereka. Jemaat-jemaat semuanya berduka. Pada zaman itu sangat jarang seorang gembala pindah. Idealnya adalah seorang pelayan Tuhan hidup dan meninggal di tengah-tengah jemaat yang dia layani dalam Injil. Nampaknya adalah suatu kemustahilan bagi jemaat Wainsgate yang baik bahwa hal ini dapat terjadi!

Tetapi hari tersebut tiba juga. Mobil van datang untuk memindahkan barang-barang Fawcett ke London, dan ia menyaksikan barang-barangnya ketika semua itu diangkut dari rumah dan dimuat ke dalam mobil. Banyak pria dan wanita yang telah dibawa kepada pengenalan akan Kristus melalui pelayanan sang gembala berdiri dalam kelompok-kelompok kecil dengan wajah yang berteteskan air mata, memandang penuh keheningan.

Nyonya Fawcett masuk ke dalam rumah untuk melihat terakhir kalinya rumahnya yang lama, dan dia keluar dengan menangis. “John,” katanya kepada suaminya, “Saya tidak tahu bagaimana caranya pergi.” “Begitu juga dengan aku,” John menjawab. Kemudian sambil berbalik kepada sang pengemudi van, ia berkata, “Taruh kembali perabotannya.”²

Segera setelah orang-orang yang menyaksikan mengerti apa yang telah terjadi, mereka menawarkan bantuannya pula. Ketika ruangannya telah siap, gembala Fawcett duduk dan menulis: Indahlah ikatan, Di dalam kasih-Nya, Sehati di dalam Tuhan, Laksana di surga. Dalam tahun-tahun belakangan, Fawcett menjadi seorang Doktor Divinity dan diundang menjadi kepala sekolah di Bristol College, tetapi ia meninggal sebagaimana ia hidup, di antara jemaatnya.

Pada suatu waktu sebuah kutipan dari hasil karya Dr. Fawcett dibacakan di hadapan Raja George III, dan, karena tertarik dengan asal kutipan itu, sang Raja menghubungi Dr. Fawcett dan menawarkan dia beberapa hadiah. Sang gembala menolak tawaran itu untuk dirinya sendiri tetapi kemudian menerimanya untuk menyelamatkan satu orang dari hukuman mati dan beberapa orang lainnya dari hukuman berat. Kali berikutnya anda menyanyikan himne perpisahan yang luar biasa itu, ingatlah Gembala Fawcett dan istrinya dan jemaat Wainsgate yang terkasih.

DLC
_________

*Renungan Tambahan Dr. Suhento Liauw* :

1. Motivasi termurni adalah salah satu kaki tripod yang dipegang teguh GBIA. Tanpa motivasi yang murni Fawcett tidak mungkin membatalkan perpindahannya ke kota London menggembalakan jemaat besar.

3. Fawcett itu melayani jemaat Baptis INDEPENDEN. Jika di gereja negara atau sinode dia tidak memilih melainkan DIPINDAHKAN oleh SK yg diteken. Jemaat yang tidak Independen bukan yang dikehendaki Tuhan, dan tidak mungkin alkitabiah.

3. Gembala mengasihi jemaat, dan jemaat juga mengasihi Gembala adalah hal yang sangat patut dan benar. Jika ada kasih maka tidak mungkin tidak saling memperhatikan.

¹ William Cathcart, The Baptist Encyclopedia, ed. Louis H. Everts (Philadelphia: Louis H. everts, 1881), 1:211-12. Co, 1961), hal.74.
² John C. Carlile, The Story of the English Baptists (London: James Clarke and Co., 1905), hal.390.

————————————–
Jika Anda ingin membaca artikel tentang kekristenan? Silahkan kunjungi website kami:

<www.graphe-ministry.org>
<drsuhentoliauwblog.graphe-ministry.org>

Leave a Reply

Your email address will not be published.