Orang Tulus Yang Cinta Kebenaran

Dua kesimpulan yang berbeda tidak mungkin dua-duanya benar. Kemungkinannya hanya dua-duanya salah atau salah satunya benar.

Orang yang mencintai kebenaran akan dengan rendah hati berpikir keras dengan hati yang tulus, dan akhirnya akan dituntun Roh Kudus sampai kepada kebenaran.

Adoniram Judson adalah misionari pertama AS. Dia berangkat menuju Myanmar dengan istrinya yang zaman itu memakan waktu perjalanan sampai setengah tahun. Di kapal mereka membaca Alkitab dan merenungkan berbagai isu theologi. Akhirnya sampai pada masalah baptisan. Mereka adalah anggota gereja Congregational Pembaptis bayi, dan dikirim oleh gereja Congregational sebagai misionari.

Setelah singgah di India, mereka bertemu dengan rombongan misionari dari Inggris yaitu William Carey dan teman-teman.

Setelah banyak diskusi, akhirnya Adoniram Judson dan istrinya jadi yakin bahwa yang benar ialah seseorang harus dibaptis setelah percaya bukan saat masih bayi dan harus diselamkan dalam air bukan ditetesi air. Dan mereka memberi diri mereka diselamkan sebagai bukti mereka tulus, dan mencintai kebenaran.

Adoniram dan istri tidak berkata kepada William Carey ya kita berbeda dan saya menghargai keyakinan bapak. Mereka sungguh-sungguh cinta kebenaran dan tulus hati. Malaikat di Sorga pasti sangat tersentuh menyaksikan ada manusia rendah hati yang rela berubah demi kebenaran.

Saya, Suhento Liauw, tahun 1993 adalah pengkhotbah muda dari Jakarta yang sudah menggembalakan gereja enam tahun, dan mengajar Agama di Poltek UI enam tahun. Ketika tiba di Tabernacle Baptist Theological Seminary, kaget karena mendapatkan pengajaran yang berbeda. Sebagai bukti ketulusan, kerendahan hati dan kecintaan akan kebenaran, saya bertanya terus, misalnya kapan sesungguhnya Yesus Kristus dilahirkan? Ketika saya mendengar bahwa mereka tidak percaya Yesus disalibkan hari Jumat melainkan Rabu, saya kejar terus alasannya, dan selidiki Alkitab. Saya lebih kaget lagi ketika dengar adanya dua text bahasa asli Alkitab PB dan satunya adalah yang dimunculkan oleh iblis. Ternyata text yang saya bawa dari Indonesia adalah yang salah itu. Dan tentu itu sangat mendorong saya membandingkannya. Saya lebih kaget lagi bahwa angkat tangan memberkati jemaat di akhir kebaktian adalah kedurhakaan karena kita tidak ditahbiskan sebagai imam atas jemaat. Dan terlebih sangat amat mengagetkan saya ialah bahwa gerakan yang memacu orang berbahasa lidah, bernubuat dll adalah salah besar. Anda pikir saya tidak stress menghadapi kenyataan itu? Saya stres berat sampai sakit maag berat. Dari perbedaan-perbedaan itu, yang manakah yang benar? Saya tidak mau menjadi penyesat yang nanti ujung-ujungnya ternyata melayani Yesus lain dan dienyahkan.

Ingat, dua kesimpulan yang berbeda tidak mungkin dua-duanya benar. Saya stress dan bertanya terus. Selama sekitar enam bulan (satu semester) saya stress dan bertanya bahkan berdebat. Dan profesor-professor dengan sabar, rehash hati menuntun saya menyelidiki Alkitab seperti orang Berea. Akhirnya dengan rendah hati saya akui bahwa bukan SAMA-SAMA BENAR, melainkan merekalah yang benar. Jika saya cinta kebenaran maka saya harus dengan rendah hati dan tulus mengakui bahwa merekalah yang benar, bahwa doktrin yang selama ini saya ajarkan di Indonesia adalah SALAH.

Tadinya saya tidak ada rencana pulang ke Indonesia. Segala barang telah saya jual, telah berangkat sekeluarga dan siap jadi orang AS. Tetapi, agar di Indonesia ada gereja alkitabiah, saya bertekad pulang walau apapun halangan dan berapapun sulitnya.

Kini, setelah dua puluh empat tahun, tentu banyak pelajaran KEHIDUPAN yang saya dapatkan. Saya sudah melihat banyak orang yang tulus, rendah hati, dan cinta kebenaran yang berani bayar harga kebenaran, dan juga telah menyaksikan banyak orang sombong walau mereka mengaku rendah hati, orang yang tidak tulus walau mereka mengaku tulus, dan orang yang tidak cinta kebenaran walau mereka mengaku cinta kebenaran. Kalau saya yang bodoh ini saja bisa mengetahui dari mengamati tentu lebih lagi para malaikat, dan terlebih lagi Tuhan yang maha tahu.

Betulkah Anda tulus? Betulkah Anda rendah hati?
Dan Betulkah Anda cinta kebenaran?
APA BUKTINYA?

Saya, orang yang pernah salah mengajarkan ayat Alkitab, dan kemudian dituntun oleh Tuhan sampai kepada kebenaran yang sesungguhnya dan saya membuktikan bahwa saya mencintai kebenaran, bukan mencintai gengsi saya, pekerjaan SAYA, dan lain-lain, saya BERUBAH dan dengan penuh kasih Yesus Kristus mengajak Anda menjadi orang yang tulus, rendah hati dan cinta kebenaran.

Jika ada dua kesimpulan yang berbeda, sebagai bukti anda cinta kebenaran, maka bertanyalah, selidikilah, usahakan dapatkan yang paling benar, dan yang terpenting belilah kebenaran (bayar harga bisa dengan gengsi Anda, bhkn mungkin karier/jabatan Anda), dan malaikat di Sorga akan lebih dari bersorak sorai.

Jakarta, 9 Oktober 2019
Dr. Suhento Liauw
<www.graphe-ministry.org>
<drsuhentoliauwblog.graphe-ministry.org>
MARANATHA!

Leave a Reply

Your email address will not be published.