ALASAN GITS TIDAK MAU AKREDITASI

Banyak orang bertanya bahkan mencemooh GITS karena tidak terakreditasi. Padahal sesungguhnya kalau mereka tidak berminat masuk GITS mereka tidak perlu mempermasalahkan posisi GITS. Kami tidak tahu apa sesungguhnya motivasi mereka.

GITS tidak mau diakreditasi tentu memiliki alasan.

[1]. GITS tidak mau diakreditasi karena GITS membiayai operasinya dengan uang persembahan jemaat. Hampir semua yang belajar di GITS tidak membayar, karena kami tidak mau uang menjadi kendala bagi orang yang terpanggil menjadi pelayan Tuhan. Jika GITS diakreditasi maka mungkin ribuan calon mahasiswa akan daftar karena mutu GITS yg sangat tinggi, dan kami akan kesulitan untuk menyeleksi yang sungguh-sungguh mau jadi hamba Tuhan dari yang mau jadi pegawai negeri. Dengan tanpa akreditasi maka yang mau jadi pegawai negeri dipersilakan ke Sekolah yang terakreditasi, sedangkan yang murni mau jadi hamba Tuhan silakan datang ke GITS. Jemaat Graphe tidak rela uang persembahan dipakai untuk menghasilkan pegawai negeri. Jadi, bagi kami isu akreditasi justru sebagai alat untuk menyeleksi yang murni mau jadi hamba Tuhan dari yang sekedar kuliah untuk cari pekerjaan.

[2]. Kami sangat menjaga kemurnian doktrin yang alkitabiah. Dengan akreditasi yang mengharuskan pencampuran, kemurnian doktrin alkitabiah kami akan terkhamirkan. Kemurnian doktrin alkitabiah kami adalah harta yang lebih mahal dari nyawa kami.

[3]. Kami melihat pelajaran theologi berbeda dari mata pelajaran sekuler. Mata pelajaran matematika di Indonesia tak mungkin boleh berbeda dari matematika di AS atau Eropa. Tetapi, theologi tidak sama karena tidak ada standarnya. Contohnya, theologi sebuah denominasi dinilai tinggi oleh gereja2 denominasinya namun dinilai rendah oleh kelompok denominasi lain. Berapapun tingginya tingkat akreditasi STT Saksi Jehovah, bagi gereja2 Protestan itu sama sekali tidak ada nilainya.

[4]. Kami melihat tingkat kemampuan akademik sebuah STT lebih tepat dinilai dari kemampuan alumni yang dihasilkannya. GITS telah menghasilkan banyak alumni, dan lebih dari separuhnya telah berhasil mendirikan gereja sendiri dari nol. Ada alumni GITS yang S1 saja tingkat kemampuan bahasa asli Alkitab mereka sederajat dengan S2 bahkan S3 STT lain.

[5]. Kami melihat bahwa pemerintah yang mengakreditasi institusi pendidikan sekuler sebaiknya tidak mengakreditasi institusi yang sifatnya keagamaan, karena sifatnya memang berbeda. Institusi pendidikan keagamaan itu untuk kebutuhan agama yang bersangkutan, atau denominasi dalam sebuah agama yang mendirikannya.

[6]. Memakai akreditasi untuk menarik mahasiswa, namun tingkat akademiknya hanya alakadarnya, dengan kemampuan dosen yang juga dari hasil kuliah alakadarnya, kami lihat itu sebenarnya adalah penipuan, dan sikap yang tidak jujur di hadapan Tuhan.

Jakarta, 14 November 2017
Dr. Suhento Liauw

One Reply to “ALASAN GITS TIDAK MAU AKREDITASI”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *